"Bukan ngumpul osis bego kalo osis ngumpul ngapain gue disini ngegalau? eskul musik mo ada turnamen! Jelas latihan mulu lah."
"Kok gue gatau?"
"Yah..." Akanen menatap Manaka mengejek. "pasti lo juga gatau kan kalo Yuipon akhir-akhir ini lagi deket sama Zuminten?"
"Beneran?"
"Bener! Cemburu gak lo?"
Manaka justru malah diem, seperti memikirkan sesuatu.
"Eh si bangsat malah bengong."
"Jajan lah udah yok."
Akanen berdecak sambil mengikuti Manaka yang jalan di depannya, mengerti akan sahabatnya ini yang pasti sedang dalam fase tidak peduli atau terserah bagaimana nanti. Hebat memang Manaka ini soal mengatur perasannya. Suatu hari nanti Akanen yakin alasan kedekatan Yuipon dengan 'another Yui' ini akan menjadi alasan untuknya putus. Hanya menunggu waktu saja.
Apalagi Manaka sekarang sedang bersiasat mendekati salah satu anggota baru eskul volly yang berasal dari anak kelas 1. Soal anak Namba itu jelas masih priorotasnya, hanya saja dia sedang menunda rencana awalnya. Ditambah, perihal hubungannya dengan Yuipon yang justru malah menjadi serius. Entah bagaimana ini nantinya, Akanen tidak mau menebak.
"Nyet tungguin dong!" Ucap Akanen ketika langkah Manaka sudah jauh didepannya.
"Yailah jalannya yang cepet! Lemot bener kek penganten!"