Sehun bahkan tidak mau repot – repot peduli dengan respon Lisa. Ia merasa melakukan hal yang benar. Ia memang tidak menyukai gadis itu dan memang tidak pernah berniat menikah dengan nya. "Aku sudah melakukan hal yang benar, tentu saja karena aku adalah Sehun Hadibroto si perfect yang tak pernah melakukan kesalahan" gumam nya sambil memejamkan mata nya.
"Hey manusia es, buka matamu kita perlu meluruskan beberapa hal yang salah"
Sehun memang tidak mencintai gadis yang sekarang sedang berdiri didepannya dengan melipat kedua tangannya. Bahkan Sehun sekarang bukan hanya tidak mencintainya, tetapi juga membencinya.
Ia memang belum tahu pasti kenapa Lisa yang menggantikan Jennie--kakaknya menjadi pengantinnya. Selama gadis itu tidak menjelaskan apa - apa rasanya tak ada alasan kenapa ia menghapus rasa bencinya pada gadis didepannya ini bukan?
Tak perlu menunggu waktu lama Sehun kembali membuka matanya karena ia memang tidak tidur, lebih tepatnya tidak bisa tertidur meskipun tubuh nya sudah meminta untuk beristirahat.
Sehun menyandarkan dirinya pada kepala ranjang dan memfokuskan menatap gadis yang berdiri menantangnya. Meskipun tanpa berbicara, ia yakin gadis ini mengerti jika ia sudah siap mendengar pembelaan atas ucapan dirinya tadi.
'Bagus, ternyata berbicara padanya tak sesulit bayangan ku meskipun ia tidak bersuara namun tubuh nya memberikan sinyal bahwa ia meresponku'
Lisa tersenyum miring, setelah ia menghela nafas, akhirnya ia kembali bersuara. "Aku tahu kamu tidak suka dengan pernikahan ini, tapi hey bukan hanya kau..." Lisa lalu berhenti berbicara dan kembali menatap Sehun lagi "..Tapi aku juga tidak menginginkan ini" Sambung gadis yang sekarang menyandang gelar nyonya Sehun itu.
Sehun menaikkan alisnya sebelah, ia masih menatap wanita didepannya itu dengan serius. Meskipun tanpa berbicara, Lisa tahu lelaki ini masih menebak - nebak apa yang sebenarnya ingin Lisa sampaikan.
'Sial mengapa wajah seriusnya sekarang jadi benar - benar menggoda' batin gadis itu dan dengan secepat kilat menggeleng cepat.
"Bisakah kita lakukan...."
"Lakukan apa?" tanya lelaki itu memotong ucapan Lisa.
"Buatlah pernikahan ini menjadi pernikahan normal..." Sehun menatap tajam gadis berponi itu, seolah tak suka arah pembicaraanya.
Sehun pasti salah paham.
Lisa merutuki dirinya sendiri karena memilih kalimat yang membuat lelaki itu salah mengartikannya.
"Bukan, bukan seperti yang kau bayangkan" ucap Lisa seperti mengerti apa yang lelaki itu fikirkan.
Sehun tersenyum, namun tentu saja bukan senyumnya. Tetapi lebih mirip seperti senyum seorang psikopat yang tengah menatap lurus tepat pada targetnya--menakutkan!
Lisa menelan ludahnya kasar "Maksudku, walaupun kau tidak mencintaiku dan tentu saja aku juga tidak mencintaimu tetapi anggap saja kita seperti partner satu rumah dan tidak boleh saling mencampuri urusan masing - masing? Bagaimana?" tawar Lisa.
"Apa kau mengerti? Apakah bisa? Lihat aku sebagai partner satu rumah bukan sebagai musuh" jelas Lisa.
Sehun masih menatapnya lurus namun enggan bersuara.
"Hey ayolah kau tak kasian denganku? Aku juga korban disini!" ucapnya frustasi dengan mengacak ranbutnya pelan.
Pria itu berdecih kecil "Cih, tak ada korban yang membawa dirinya sendiri kedalam masalah.." ucap pria bermata elang itu dingin.
Lisa merotasikan matanya malas "Come on kalau sikapmu seperti ini kau membuat keadaan tidak nyaman, kita akan sangat canggung"
"Kapan keadan kita nyaman? Dari awal memang seperti ini" jawab lelaki itu datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ICE BOY [PP]
Novela Juvenil[Beberapa part sudah dihapus untuk kepentingan penerbitan] "Dia adalah pria dingin yang berbicara dengan mulut pedasnya" "Dia adalah pria dingin yang membentengi diri dengan ekpresi datarnya" "Dia adalah pria dingin yang tertidur diruang kerja hanya...
![ICE BOY [PP]](https://img.wattpad.com/cover/131775754-64-k218538.jpg)