[12]. Kekonyolan

1.3K 50 0
                                        

Selamat Membaca!💗
Klik Vote dan jangan lupa berkomentar🌟

"Udah, disini aja"

"Gue masuk"

"Lo bakalan ganggu"

"Gak bakalan"

"Disini aja"

"Gue ikut"

"Laskarrrrr"

"Hmmm"

Alea menutup pintu mobil. Laskar juga keluar membuat Alea geram sendiri harus bagaimana menahannya. Dari tadi Laskar keukeuh pengen ikut Alea bekerja di toko buku. Namun Alea terus menolak dengan alasan Laskar pasti bakalan mengganggu.

Alea masuk ke toko buku. Menyapa sebentar kak Dika sebelum menunduk, malas melihat ekspresi kak Dika saat mendapati Laskar yang mengikuti dari belakang. Laskar mengikuti Alea hingga ke pintu ruang ganti, setelahnya Alea menutup pintu. Membiarkan Laskar yang pergi ke salah satu rak. Berlagak sedang memilih-milih buku. Padahal rak yang sedang dilihatnya merupakan rak yang menyediakan buku-buku resep masakan.

Alea sengaja berlama-lama di dalam ruang ganti. Berpikir keras bagaimana cara mengusir Laskar dari tempat kerjanya. Tak mungkin juga ia menyeret, tak mungkin juga mengusir.

"Atau gue belagak gak kenal aja, ya?" Gumam Alea sendiri pada dirinya. Mondar-Mandir di dalam ruang ganti.

Alea keluar tak lama kemudian. Dengan ekspresi dibuat sebiasa mungkin tanpa membuat kecurigaan. Ia segera menuju ke rak novel untuk menata ulang buku-buku disana. Tak mempedulikan Laskar yang tengah berdebat tentang kak Dika tentang asal masakan rendang.

"Hei, Mbak yang ada disana, Sini" teriak Laskar. Alea menoleh. Segera pergi ke sumber suara.

"Ada apa ya, kayaknya Kakak ada masalah?" tanya Alea ramah layaknya seorang penjaga toko yang baik.

"Ih, gue dipanggil kakak" Laskar bergumam pada dirinya namun masih dapat terdengar dengan jelas. "Mas ini ngotot, Mbak. Katanya Rendang itu dari padang. Menurut saya rendang itu dari makassar"

"Mau cari buku apa, kak?" Alea tak menggubris pernyataan konyol Laskar. Walau nyaris saja ia ingin tertawa lebar.

"Gak mau nyari buku, kak. Mau beli air galon"

"Alea, gue tinggal ya. Masih harus nyusun kardus dibelakang" Pamit kak Dika.

"Eh tunggu kak" Alea segera berlari menyusul langkah Dika yang hendak kembali ke belakang. Berbisik.

"Kak, susah gue ngurus pembeli yang itu. Bantu ayoo" rengek Alea.

"Gue juga pusing. Makanya langsung cabut. Dia bukan beli buku malah nanya tentang keluarga gue. Kan gue takut"

Langsung saja tawa Alea meledak sejadi-jadinya. Merelakan kepergian Dika yang parno kalo Laskar mengalami gangguan penyuka sesama jenis.

"Kenapa ketawa, Mbak?" Tanya Laskar.

"Ga kenapa-kenapa. Ya sudah Kakak cari-cari saja bukunya dulu. Kalau sudah ketemu silahkan bayar ke kasir. Saya ke sana dulu belum selesai ngerapiin"

"Tapi mbak, saya kan kesini bukan buat cari buku"

"Cari air galon?" Susah payah Alea  menahan tawanya.

Laskar Pelangi AleaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang