Back to reality kerja, kuliah, pulang, tidur. dua minggu sudah semenjak kepulangan ku dari rumah kemarin. Tidak ada kabar dari Rian. Bahkan setelah malam itu. 1 bulan lagi keluarga Topic akan datang kerumah ku. Topic akan melamarku secara resmi didepan kedua orang tua ku dan dia.
"Ini bukan untuk menentukan hari pernikahan Tiar ?? Ini cuma bukti cinta aku sama kamu. Kalo nantinya kamu akan meninggalkan aku, aku akan terima asal kamu bahagia." Dari Suara khas yang sering Tiar dengar beberapa tahun ini.
"Tapi Topic, kamu tau sendiri kan aku belum siap menikah ?? Aku masih harus selesain kuliah ku. Aku masih mau capai cita cita aku."
"I know, ini hanya simbol satu ikatan aku sama kamu. Silaturahmi keluarga kita gak lebih, soal nikah nanti kita omongin belakang." Kata Topic yang sedang mengelus tangan ku lebut. "Aku juga bakal bantu kamu lulus dan wujudkan cita cita kamu." Katanya meyakinkan.
Suasana cafe ini berbeda dari malam malam biasanya. Cafe ini selalu jadi saksi cerita cinta ku dengan Topic. Seperti hari ini cuaca mendung tapi tidak hujan kurasa langgit sedang binggung untuk menentukannya. Atau langgit mengikuti hati ku yang sedang bimbang saat ini.
Mata itu mata yang selalu membuat ku yakin lagi lagi dia berhasil membuat ku terhipnotis "iya aku mau Topic."
Bibirnya mulai tersenyum lebar mata yang tadi memandang ku kini mulai berair. Entahlah, mungkin dia terlalu senang, tapi yang jelas aku tidak pernah melihatnya menanggis sebelumnya.
Mata ku balik menatapnya "Topic kenapa??"
"Aku senang. Sanggat terimakasih Tiar, barusan kamu mewujudkan 1 mimpi ku."
Mimpi ? Mimpi katanya. Aku orang yang dianggapnya sebagai pewujud mimpinya. Bahkan aku adalah orang yang sebelumnya berniat menggagalkan mimpinya. Kamu salah telah menganggap aku mimpimu Topic. Dan ini adalah beban hidup ku selanjutkan.
Topic melambaikan tanggannya pada pelayan cafe tanda dia meminta bill "kita pulang yuk."kayanya.
"Iya."
Diperjalan pulang Topic bercerita tentang kejadian kejadian dikantornya hari ini, mulai dari berangkat kerja, ketemu temannya yang bernama Doni, dan sampai dengan teman kantor baru.
"Namanya jingga, dia sekarang duduk sebelah ku, gantiin Juli yang resign kemarin."
"Namanya bagus. Perempuan?"Kata ku.
Tiba tiba ada yang aneh dengan perasaan ku ketika melihat Topic menceritakan perempuan lain "Cantik?" Tanya ku.
"Iya. Eeh tapi masih cantik kamu kok. Nanti aku kenalin kekamu ya ?" Jawab Topic sambil tersenyum.
Aku hanya diam tidak mendanggapi pertanyaan Topic.
Tanggan Topic sudah beralih memengang tanggan ku sekarang "kamu tenang aja Topic cuma buat Tiar kok. Aku bisa menyuruhnya pindah bertukar tempat duduk dengan Doni bila kamu gak suka ?"
"Apaan sih kamu. Kamu bebas berteman dengan siapa aja bebaassss." Kataku sambil membalas senyumannya tadi.
Kali ini tanggannya berpindah kehidungku menggapitkan ibu jari dan telunjuknya "Huuuhhh tunanggannya Topic baik banget sihh." Lalu tertawa.
"Topiiiiiicc sakiiit tau." Sambil mengerutkan bibirku tanda protes.
"Iya iya maaf. Itu bibirnya tolong dikondisikan deh. Apa mau dicium nih." Sambil memalingkan wajahnya ingin mendekat dengan wajah Tiar.
Dengan sigap aku memalingkan paksa muka Topic dengan tanggan ku " Sayang apaan sih. Kamu fokus deh nanti kalo kita nabrak gimana coba."
Drrrrrtttt drrrttttt drrrtttt
"Aku angkat telpon dulu ya?"
Topic menjawab dengan anggukan.
"Reuni SD ?? Kapan kapan?" Tanya ku antusias pada Irma dibalik telpon.
"Oh iyaa gua usahain ikut yaa.nanti gua kabarin lu."
"Iya. Iyaaa bawelll deh ir."kataku sambil mematikan sambungan telpon.
Topic memandang ku dari tadi "telpon dari siapa sih ?? Seneng banget kayanya ?"
"Dari irma. Dia ngajak reuni SD dibandung bulan depan. Katanya kapan lagi kan bisa kumpul."
"Bagus tuh pasti seru. Rian ikut ?"
Deg jantungku seperti berhenti berdebar saat ini.
"Gak tau. Tapi kalo kamu gak ijinin aku pergi , aku gak akan pergi kok." Kataku menatap muka Topic yang datar menghadap kedepan.
"Pergi aja gak papa. Kapan lagi kumpul bareng temen temen SD kaya gitu kan."
"Kamu boleh ikut kok kalo gak sibuk. Disana banyak juga yang bawa anak plus suaminya kata irma."
"Emang aku gak ngangu acara kamu?"
"Egaklah. Kamu kan bentar lagi resmi jadi tunanggannya Tiar Camela. Aku mau membagi sedikit cerita hidup ku sama kamu."kata ku sambil menahan tawa.
"Sok puitisss." Kata Topic sambil tertawa.
Mobil sudah terparkir tepat didepan gerbang kosan ku.
"Makasih Tiar untuk malam ini." Sambil memengang tanggan ku dan mencium keningku.
"Sama sama Topic." Jawabku sambil membalas ciumannya dikeningnya. "Mau masuk dulu gak ?"
"Gak usah udah malem. Oh iya besok pagi aku mau jalan ke bekasi sama Doni cuma ngambil faktur sih."
"Iyaudah kamu hati hati yaa"kataku sambil mengacak rambut Topic.
"Yang ini gak sayang" Topic menunjuk bibirnya.
"Nanti aja kalo udah sah." Jawabku sambil tertawa.
Topic juga tertawa.
"Kamu hati hati."kata ku sambil turun menutup pintu mobil Topic.
"Iya. Aku pulang yaa. Kamu masuk sana aku liatain." jawabnya sambil melambaikan tanggan.
Aku masuk kekamarku setelah mendengar dua kali bunyi klakson mobil Topic. Itu sudah jadi kebiasannya. Malam ini aku berhasil menghindar dari bayangannya. Dan berharap bisa untuk selamanya. Aku memilih untuk MENINGGALKANNYA.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jatuh dan cinta
Teen FictionJatuh itu sakit,cinta itu indah. maka jangan bermain cinta kalo tidak mau jatuh. . . . Aku masih disini masih menunggu kamu, kamu yang tak akan pernah kembali. . . . Kamu yang tak akan pernah tau bahwa ada seseorang yang mencintai mu lebih dari diri...
