Sudah jam 4 sore tapi Rian tidak datang datang lagi kerumah ku. Ku rasa dia sibuk dengan pacarnya. Karena ini hari minggu.
Sakit
Sakit !! Tapi tidak berdarah !!
Ingin ku obati !!
Tapi obatnya tidak kunjung datang !!
Tiar Camela
"Sudah selesai beres beres barangnya??"tanya bunda yang jalan berlalu melewati kamar ku.
"Udah. Udah siap juga"
"Iyaudah bunda angkat jemuran dulu. Nanti kita langsung kebandara".
Sebenarnya aku masih ingin disini, masih ingin bersama Rian bercerita lewat hati. Meskipun dia tidak mendengarnya, tapi itu meringgankan rinduku padanya.
Aku menelpon Topic ingin memberitaunya bahwa aku sudah diatas pesawat untuk kembali kerutinatas ku lagi.
"Udah dipesawat pic"kataku setelah aku tau dia menjawab telpon ku.
"Iya hati hati. Maaf ya gak bisa jemput"
"Gakpapa kok kang somay" kata ku sambil tersenyum.
Mungkin perlakuan ku pada Topic seperti kita sedang berpacaran. Tapi sungguh aku begitu agar dia tidak cemas pada ku. Karena aku tau rasanya cemas sendirian itu tidak enak.
Pikiran ku kembali pada Rian. Kita tidak sempat bertukaran nomor handphone kamaren. Tapi mungkin itu cara tuhan agar kita saling melupakan. Tapi kenapa Rian tidak jujur pada ku !!! Jujur bahwa dia sudah punya pacar !!! Jujur bahwa dia menjemput pacarnya kemaren malam !!!.
"Kok gak bilang mau pulang. Tau gitu gua jemput tadi dibandara" kata Dea sambil melihat ku turun dari ojek online.
Dea. Dia baik. Aku senang berteman dengannya membagikan cerita rutinitasku padanya. Berbagi keluh kesah. termasuk tentang cinta. Tapi aku tidak menceritakan semua cerita ku tentang Rian padanya. Takut dihakimi. Walaupun tak akan mungkin begitu. Tapi biarlah hanya aku dan Irma yabg tau.
"Gakpapa deket ini" jawabku sambil menaikan koper ku keanak tangga.
"Ada oleh oleh dari bunda. Lanjutku.
"Waahhh bilang bunda makasih" katanya sambil tersenyum dan kembali menonton serial teve kesukaannya.
"Topic gak kesini sini?"tanya ku pada Dea.
"Jumat malam dia kesini. Nyariin lu. Terus gua bilang lu mudik"
"Hahaha iya gua lupa ngasih tau dia". Kataku sambil menganti pakaian tidur ku.
"Lu udah pacaran yaa sama Topic. Kok gak cerita" sambil memasang muka kesel Dea menatap ku.
"Egak lah. Masih sama saahaabaat"
"Pas kesini Topic cerita. Katanya dia sayang sama lu. Tapi binggung mau bilangnya" Kata Dea sedang menceritakan Topic dengan mimik muka serius.
"Gak usah dia bilang gua tau kok. Tapii yaa lu tau lah jawabnya"
"Iya sih pasti karena Rian. Tapi Topic orang yang paling lama bertahan sama sikap lu" kata Dea. "Kemaren dirumah lu ketemu Rian?"lanjutnya.
"Iya ketemu. Makan nonton udah"
"Egak bilang apa apa gitu Riannya??"
"Egak dia sibuk dengan pacarnya" jawabku sinis.
Entah mengapa Dea diam setelah aku bilang Rian sudah punya pacar, mungkin agar aku tidak membahas soal Rian lagi. Dan sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jatuh dan cinta
Roman pour AdolescentsJatuh itu sakit,cinta itu indah. maka jangan bermain cinta kalo tidak mau jatuh. . . . Aku masih disini masih menunggu kamu, kamu yang tak akan pernah kembali. . . . Kamu yang tak akan pernah tau bahwa ada seseorang yang mencintai mu lebih dari diri...
