"Congratulations for Graduation sistaaa. BTW Makasih ya traktiran nya." Kata mba Nin yang duduk dikurs, dan meja yang sudah dipenuhi beberapa roti pilihannya.
2 minggu setelah acara reuni dipuncak lalu aku diresmikan menyandang nama S.E dibelakang.
"Sama sama mba Nin."
"Terus kapan lu nikah sama Topic ? Kasian kali dia nunggu lu udah mau 3 tahun. Keburu bosen kali Tir."
Tepat 6 bulan lagi hubungan aku dan Topic akan genap tahun ke 3. "Gak tau mba. Masih ngerasa belum siap aja. Maybe aku takut kalo sampe Topic bener bener nanyain hal ini."
"Loh kenapa? Apa sih Ti yang lu cari? lulus kuliah? Udah. Karier? Bagus. Apa lagi ? Nikah itu enak loh lebih halal" Kata mba Nin sambil tertawa dengan roti yang masih ada dimulutnya.
"coba apa yang membuat lu gak yakin sama Topic ?" Lanjut mba Nin.
"Bukan gak yakin mba. Cuma masih belum siap aja."kataku.
"Iyaudah lah kalo memang belum siap jangan di paksain nanti yang ada nanti malah gak nyaman. Apa pun yang dipaksakan gak akan baik akhirnya. Oh iya lu pulang sama siapa ? Mau gua anter ?"
"Tadi aku udah kabarin Topic sih mba minta di jemput."
"hhhmm iyaudah kalo gitu gua balik sekarang ya Ti, macet soalnya. Makasih loh traktirannya and Happy Graduation again."kata mba Nin sambil berdiri memelukku.lalu berjalan keluar Toko dan melambaikan tanggan.
10 menit setelah mba Nin pulang Topic datang. Masih mengunakan seragam kerjanya. Lalu duduk ditempat yang sama, yang aku tempati sama mba Nin tadi.
"Sayang Kamu hari ini ngapain aja dikantor?" Kata ku memulai pembicaraan .
"Tadi aku meeting didaerah sudirman sama jingga."
"Tumben gak bilang aku. Akhir akhir ini juga kamu sering bareng jingga kan?"
"HMmmm."Topic menganggukan kepalanya.
"Topic aku lagi ngomong sama kamu loh. Kok kamu malah chatan sih."
"Ini Jingga Whatshapp aku. Nanyain kerjaan."
"Oh Jingga ." Kataku dengan menekan kata jingga.
"Ciyeee cemburu yaa ? Sayang dengerin aku ya Jingga itu hanya partner kerja aku. Gak lebih." Kata Topic yang tersenyum manis didepanku.
Aku menganggukan kepalaku tanpa membalas ucapan Topic dengan kata kata. Sebenarnya aku agak kurang suka sama Jingga Jingga itu, ya walaupun aku belum pernah ketemu sih. Dan akhir - akhir ini juga Topic sering menghabiskan waktunya bersama Jingga. Yaaa itu berhasil membuat ku cemburu. Sedikit.
"Sayang aku mau beli titipan ibu dulu ya ? Kamu mau makan apa buat dikosan ?" Kata Topic yang memberhentikan mobilnya didepan rumah makan padang kesukaan keluarganya.
"Gak usah makasih."
Klinggg, klinggg ,kliingg (suara handphonenya Topic).
"Handphone kamu bunyi terus tuh dari tadi." Jelas ku pada Topic yang baru naik ke dalam mobil dengan beberapa kantong plastik berisi makanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jatuh dan cinta
Teen FictionJatuh itu sakit,cinta itu indah. maka jangan bermain cinta kalo tidak mau jatuh. . . . Aku masih disini masih menunggu kamu, kamu yang tak akan pernah kembali. . . . Kamu yang tak akan pernah tau bahwa ada seseorang yang mencintai mu lebih dari diri...
