34. Jatuh dan Cinta

4K 116 8
                                        

Aku berdiri dibawah guyuran shower dengan air hanggat. Meyakinkan diri ku bahwa 30 menit tadi hanyalah sebatas mimpi indah yang tak mungkin terulang lagi. Meyakinkan bahwa sekarang aku sudah harus kembali kedunia ku. Dan mulai membangun benteng pertahanan yang 30 menit lalu runtuh.

Aku melakangkah keluar kamar mandi sudah ada irma disana "dari mana lu tadi ?? Topic nanyain lu tuh." Kata irma berbisik.

"Ketemu Dilan." Jawab ku membuat muka irma bingung. "Lagian tadi lu gak bangun bangun sih." Lanjutku sambil mengeringkan rambutku yang basah.

"Dilan ?? Dilan siapa sih ?? Dilan diNovel itu??" Dengan wajah yang berpikir keras.

"Hampir mirip."jawabku.

"Jangan jangan lu abis pergi samaa."kalimat irma mengantung. "Tiar lu buat masalah asli." Muka irma berubah cemas sekarang.

"Cuma 30 menit ir !! Salah kalo gua buat hati gua seneng 30 menit ??"

"Tapi gak gini caranya Tiar !! Disini ada Lisa , ada Topic. Lisa mungkin masih bisa lu bohongin kalo lu sama Rian cuma sahabatan tapi Topic ?? Gua rasa dia tau apa isi hati lu. Tiar udah lah lu juga udah milih buat ninggalin dan ikhlasin dia kan ?? Jalanin hidup lu sekarang sebagai tunangannya Topic. Tempatin diri lu sebagai tunanganya Topic. Bukan sahabatnya Rian !! Coba jaga perasaan mereka Tiar !!."

Aku berjalan menghampiri irma dan tepat dihadapannya aku memotong ucapan irma "Terus siapa yang jaga perasaan gua ?? Siapaa ?? ." Kata ku sambil menujuk jari telunjuk kearah dadaku. "Bertahun tahun gua sembunyiin semuanya, bertahun tahun gua nahan semuanya, bertahun tahun gua buat hati gua sakitt, bertahun tahun gua pura pura dengan hati gua sendiri !!! Terus salah kalo cuma minta waktu 30 menit aja buat sama dia !! Ok fine gua sekarang salah karena menurut lu gua salah kan??!!" Mata ku mulai berair. Selalu , hati ku selalu sensitive tentang Rian. Baru aku ingin melanjutkan ucapan ku tiba tiba Aldi dateng dengan napas yang ngos- ngosan.

"Tiarrr Topic sama Rian berantem dideket kebun teh." Suara Aldi dengan satu tarikan napas.

Aku dan irma saling bertatapan dan berlari keluar menuju kebun teh. Sudah ada Lisa yang menanggis disana, Eza yang berusaha memisahkan mereka. Rian merada diatas Topic meninju pipinya beberapa kali. Ujung bibir Rian juga sudah berdarah. Mematung sekejab untuk memastikan apa yang ada dihadapanku. Aku berusaha memisahkan mereka. Susah. mereka sama sama kuat. Air mata ku sudah tidak bisa dibendung lagi tanggisanku pecah melihat dua laki laki yang aku cintai terluka. Topic masih terus berada dibawah Rian, bibir Topic sudah berdarah jelas Topic bukan tandingan Rian. Rian seorang Polisi sudah pasti pertahananya kuat.

"UDAH !!! UDAH CUKUP RIAN !!!" Kata ku dengan berterikan. Dan memengan tanggan Rian yang ingin memukul Topic lagi. Tapi gagal. Tanggan ku malah dihempas oleh Rian.

Topic sudah terkapar lemah dibawah Rian. Kurasa bibirnya pecah karena tinjuan berturut turut dari Rian.

"RIAN BERHENTI!!!!" Kali ini terikanku didengar oleh Rian. Lisa hanya menanggis dipelukan irma. Kurasa dia juga sama binggungnya dengan ku.

"Rian cukup Rian!!!!" Dengan tangisan dan suara yang mulai melemah saat Rian menatap ku.

"Bilang sama tunangan lu, kalo dia laki berdiri !!! pukul gua sekarang!!!" Kata Rian sambil menunjukan jarinya didepan muka ku.

ini seperti bukan Rian. Bertahun tahun aku bersahabat dengan Rian tidak pernah dia membentak seperti aku adalah musuhnya. Tatapan matanya penuh dengan kebencian.

PLAKK !! Tamparan melayang kepipi Rian.

"Udah cukup ngerasa jagoannya ?? Hah ?? Atau lu mau bales tampar guaa !!! Tampar gua Rian Tampar !!! Laki laki berengsek !!" Kata ku dengan nada tinggi. Dan berlalu menginggalkan Rian yang memegang pipinya. Irma dan Lisa yang kanget atas aksiku tadi.

Eza sudah membantu Topic untuk berdiri. Untunglah yang tau soal ini hanya Aku, Lisa,Eza dan Aldi. Aku beralih membopong Topic berjalan menuju mobil masuk kedalam Untuk membersihkan lukanya dengan kotak P3K yang tersedia .

Aku tidak banyak bertanya soal ini. Padahal pikiran ku menuntut seribu pertanyaan. Topic hanya diam meringgis saat lukanya aku obati dengan luka merah. Memar dimuka Topic lebih parah dibanding Rian.

Baru satu jam tadi dia membuat duniaku seperti mimpi !! Lalu sekarang dia menghancurkannya lewat Topic !!!

Bajunya urak urakan, rambutnya kotor tidak beraturan. Aku tidak pernah melihat Topic seperti ini. "Kita pulang sekarang ya ." Suara ku memecahkan keheningan dimobil ini.

"Egak usah. Disini aja."

"Tapi kamu tadi berantem sama Rian !! Kita pulang."

"Aku bilang engak !! Engak Tiar." Topic menatapku seperti orang yang ingin menerkam.

"aku tau kamu tadi jalan sama Rian, kalo aku tanya kamu pasti kamu bakal jawab "dia itu sabahat aku" !!. Aku ngerti itu Tiar, tapi maaf hati aku belum bisa terima itu !! Coba kamu jelasin ke aku, kamu mau aku gimana ? Sama seperti Rian ??!!"

Aku mulai menunduk rasa bersalah ku tidak akan membuatnya menjadi lebih baik. "Maaf." Kataku.

"Kamu mau sampe kapan sih giniin aku ? Coba bilang, bilang sekarang ! Aku harus jadi Rian ?"katanya lagi.

Aku tidak menjawab, menunduk dan hanya menyapu air mata yang mulai keluar diujung mataku.

"Tiar jawab ? Aku lagi ngomong sama kamu ?"

Bibir ku mulai bergetar mengatakannya. "Engak Topic Engak. Kamu gak perlu jadi Rian atau siapapun!! Aku yang salah, aku gak bisa nempatin diri aku sebagai tunangan kamu, maaf."kata ku sambil terisak tangis.

"Kalo kamu terganggu sama hubungan kita, kamu berhak memilih untuk pergi tinggalin aku. Tapi satu yang musti kamu inggat, aku gak akan tinggalin kamu, kecuali kamu yang minta itu dari aku. Aku gak minta kamu untuk menempatkan diri kamu sebagai tunanggan atau pacar aku. Aku cuma minta kamu sedikit aja jaga perasaan aku disini. Aku punya perasaan Tiar dan aku sudah naruh seluruh perasaan aku untuk kamu."

Air mata ku semakin deras keluar dengan sendirinya. Tak tertahan, tak terbendung. Susah untuk mengeluarkan kata, walau hanya "maaf" sekalipun.

Lama Topic menatapku, menunggu jawaban dari mulutku tapi aku hanya diam lidah ku sulit untuk digerakan. Topic mulai menghapus air mata ku, memelukku dalam dekapannya, Mengecup keningku, hidung ku , hingga bibirku singkat. Aku merasakan ketulusannya. Sayang aku tidak bisa membalasnya.

"Aku cuma terlalu takut kehilangan kamu." Bisik Topic lembut. Dengan kedua tanggannya menopang wajahku yang menunduk sedari tadi.

"Maaf." Kataku dalam dekapannya.

Irma yang mengetuk kaca mobil berhasil memecahkan keheningan diantara aku dan Topic. Selepas pembicaraan tadi Topic hanya diam dan aku yang masih dalam pelukannya. Bukankah bahu ini yang selalu setia menemaniku beberapa tahun ini ? Bukan kah dekapan ini yang selalu membuatku tenang beberapa tahun ini ? Tapi kenapa aku tega melukai hatinya ?.

"Tiar makan dulu ?" Tawaran irma setelah aku membuka setenggah kaca mobil.

"Iya duluan ir nanti gua sama Topic nyusul." Jawabku yang diiringgi dengan senyum serta mata sembab.

"Are you ok ?" Katanya sambil berbisik.

Aku menjawab dengan senyuman. Kurasa irma mengerti apa artinya.




#Jangan lupa VOTE, COMENT,dan SARAN agar tulisan ini jadi lebih baik.

#Siapa nih yang udah mulai greget sama Tiar ??? Angkat tanggan 👋🏻

Jatuh dan cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang