11. Hadiah dari Kanaya

3.4K 570 35
                                        

Tim #DavidKanaya atau #AdrielKanaya nih? wkwkwk.

Happy reading!💕

---

Adriel memberhentikan motornya di depan rumah Kanaya. Tanpa sepatah kata, Kanaya turun, mengucapkan terima kasih singkat, lalu masuk ke rumah.

Tidak. Gadis itu tidak marah, walaupun Adriel berpikirnya seperti itu. Kanaya hanya takut dengan Adriel. Semua orang juga sepertinya akan ngeri melihat kemarahan Adriel tadi.

Bagaimana rahang lelaki itu mengeras, sorot matanya yang tajam tidak lagi tenang seperti biasa, dan bagaimana intonasi Adriel dalam mengucapkan kalimat demi kalimatnya yang walaupun tidak sampai berteriak, itu sudah cukup membuat Kanaya tahu, laki-laki itu benar-benar dikuasai emosi.

Adriel memarkirkan motornya di pekarangan rumah, membuka helm lalu mengacak rambut pelan. Lelaki itu berdecak, lalu masuk ke dalam rumah.

Cowok itu baru ingin mengeluarkan kunci rumah cadangan yang selalu ia bawa di sakunya, namun tidak jadi karena lampu ruang tamu yang menyala menandakan ada orang di rumah.

Adriel mencoba mendorong pintu, dan benar, tidak terkunci. Lelaki itu melangkahkan kakinya lebih dalam, mendapati ibunya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga dengan TV yang dibiarkan menyala.

"Sore," ucap Adriel pelan.

"Eh, anak mama udah pulang?" Iren tersenyum membuat wajahnya semakin keibuan.

"Mama sendiri tumben pulang sore?"

Iren masih tersenyum. "Mama sengaja, soalnya mau ngajak kamu makan malam bareng di luar." Lalu Iren memperhatikan anaknya lekat-lekat, "tapi kayaknya nggak jadi. Anak mama suasana hatinya lagi nggak bagus sepertinya."

Adriel menghela nafas. Iren sangat tahu dirinya. "Maaf ya, Ma."

"Nggak pa-pa, kok. Kamu bersih-bersih, gih, kita makan malam di rumah aja, ya. Nanti mama masakin," ujar Iren. Adriel mengangguk, lalu berjalan menuju tangga untuk ke kamarnya.
                         

Adriel dan Ibunya baru selesai membereskan meja makan saat bel berbunyi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Adriel dan Ibunya baru selesai membereskan meja makan saat bel berbunyi. Iren langsung tersenyum. "Kayaknya mama tahu ini siapa."

Berbanding terbalik dengan reaksi Iren, Adriel menghela nafasnya. Lelaki itu bingung harus bersikap seperti apa. Ia berpikir bahwa sekarang Kanaya sedang marah, dan lelaki itu terlalu kacau hanya untuk sekedar meminta maaf.

Jika bukan karena ibunya sudah memasak makan malam, Adriel lebih memilih mendekam di kamarnya untuk menonton serial TV law & order agar kepalanya bisa penuh dengan masalah-masalah di film itu sehingga bisa melupakan masalahnya di dunia nyata, atau duduk di kasurnya sembari memetik gitar. Apapun. Asalkan ia bisa tenang.

"Biar mama yang bukain pintu." Seakan mengerti keadaan anaknya, wanita yang sudah berkepala 4 itu berjalan ke pintu depan dan membukanya. Keadaan rumah dan sekitar yang sunyi membuat Adriel mampu mendengar suara ibunya dan Kanaya yang sedang berbincang, walau tak terdengar jelas apa yang mereka obrolkan.

Tsundere [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang