[BAHASA]
Tsundere (ツンデレ) is a Japanese term for a character development process that describes a person who is initially cold (and sometimes even hostile) before gradually showing a warmer, friendlier side over time.
***
Kisah ini berawal dari Kana...
Apakah para shipper Adriel-Kanaya masih kuat? Atau ada yang sudah goyah menjadi David-Kanaya shipper? wkwkwk😂
Happy reading!✨
---
Adriel meraih jaket denimnya untuk membungkus kaos putih polos yang ia pakai. Tak lupa ia meraih kunci mobil yang ada di nakas di samping tempat tidurnya.
Malam ini Adriel memang menggunakan mobilnya karena motornya masuk ke bengkel untuk di servis. Mobil selalu menjadi pilihan terakhir Adriel karena lelaki itu jauh lebih menyukai motornya. Ia bisa menghindari macetnya Jakarta. Alasan lainnya adalah motor itu yang menemaninya sejak kelas 3 SMP, dibandingkan dengan mobilnya yang baru Iren belikan saat kenaikan kelas 2 SMA.
Sekarang sudah masuk jam makan malam. Saat ke ruang makan tadi, ia tidak mendapati apapun di meja makan. Adriel mengintip ke ruang kerja Iren, mendapati ibunya sedang fokus mengetik di laptop sembari sesekali melihat pada tumpukan berkas di samping laptopnya.
Oleh karena itu, daripada menganggu Iren, Adriel memilih mencari makan di luar sehingga ibunya bisa fokus bekerja.
Adriel melangkah ringan menuju ke luar rumahnya. Lelaki itu baru ingin masuk ke dalam mobilnya ketika Kanaya keluar dari rumahnya dengan hidung yang memerah dan mata yang sedikit membengkak, khas orang baru selesai menangis. Gadis itu merapatkan cardigan yang ia pakai, sebelum ia menuruni tangga teras rumahnya. Ia belum menyadari bahwa Adriel sedang mengamatinya.
"Lo kenapa?"
Suara Adriel membuat Kanaya langsung menoleh ke arah sumber suara, mendapati Adriel yang sedang berdiri di samping mobilnya sembari menatapi dirinya.
Kanaya tidak menjawab pertanyaan Adriel. Gadis itu hanya diam, dan jelas itu bukan Kanaya yang biasanya.
Ah, seharusnya Adriel tidak peduli. Seharusnya ia sudah menjalankan mobilnya sedari tadi, pergi mengisi perutnya yang kosong. Terlalu banyak kata 'seharusnya' di hidup Adriel akhir-akhir ini.
Adriel berpikir sejenak, sebelum akhirnya ia berkata, "ikut gue." Itu tidak terdengar seperti ajakan, namun justru perintah. Mungkin karena dingin dan datar yang selalu menyelimuti setiap kata yang keluar dari bibirnya.
"Mau kemana?"
"Ikut aja."
Jawaban Adriel sempat membuat Kanaya bingung, namun gadis itu tidak mempertanyakan lebih lanjut. "Aku ijin bunda dulu."
Gadis itu lalu masuk kembali ke dalam rumahnya, menghabiskan beberapa menit sebelum akhirnya muncul kembali dan menghampiri Adriel.
Kanaya masuk ke dalam mobil Adriel bersamaan dengan Adriel yang jugs masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Tanpa disadari Kanaya, Adriel menatap wajah gadis itu sebentar, sebelum ia menginjak pedal gas dan melaju meninggalkan pekarangan rumahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.