[BAHASA]
Tsundere (ツンデレ) is a Japanese term for a character development process that describes a person who is initially cold (and sometimes even hostile) before gradually showing a warmer, friendlier side over time.
***
Kisah ini berawal dari Kana...
"Pelajaran untuk hari ini sampai disini ya," tutup Bu Reren selaku guru Biologi tepat saat bel istirahat berbunyi. "Ada pertanyaan?"
Karena tidak ada yang kunjung mengangkat tangan, pun Bu Reren menutup sesi tanya jawab lalu membereskan barang-barangnya yang ada di meja guru. "Oh iya, ingat projek yang tadi Ibu berikan, ya. Jika ada yang ingin merubah pasangan kelompok, bisa datangi ibu ke ruangan guru, namun harus disertai alasan yang logis."
Seperti biasa, bu Reren keluar ketika selesai berdoa dan mengucap salam. Setelah bu Reren meninggalkan kelas, Kanaya buru-buru menghampiri Adriel.
Bukan, bukan untuk bertanya hal random kepada lelaki berwajah dingin itu, atau sekedar mengajaknya ke kantin walau Kanaya tahu akan mendapat jawaban yang sama.
Kanaya ingin membahas tugas Biologi yang baru saja di berikan Bu Reren kepada mereka. Ya, sebuah keberuntungan bagi Kanaya---entah keberuntungan atau sebaliknya bagi Adriel---karena saat Bu Reren membagi kelompok secara acak tadi, ia sekelompok dengan Adriel.
"Adriel," panggil Kanaya dengan senyum sumringah di wajahnya.
Untuk kali ini, Adriel langsung mengangkat wajahnya menatap gadis yang rambut hitam legamnya ia biarkan terurai begitu saja. Adriel baru sadar kalau Kanaya memotong poninya hingga di dahinya, sehingga poni Kanaya sekarang menutupi keningnya.
"Mau ngerjainnya kapan?"
"Terserah."
"Kodrat cewek tau yang ngomong kayak gitu," balas Kanaya. "Gimana kalo pulang sekolah di perpustakaan? Biar sekalian cari referensi."
"Hm."
Gadis yang berdiri di samping Adriel menggeram gemas. "Adriel ih! Bisa nggak sih kamu kasih jawaban yang lebih... Ah tau, deh. Untung kamu ganteng, jadi aku maafin."
Setelah berceloteh sebentar, akhirnya Kanaya keluar dari kelasnya menghampiri Dira yang sedari tadi menunggu di luar kelas.
Iya, gadis berwajah sedikit chubby dengan rambut coklat asli itu dari tadi memang menunggu di luar kelas karena tidak mau menjadi nyamuk antara Adriel dan Kanaya. Walaupun Kanaya hanya ingin membahas tugas Biologi bersama Adriel, namun tetap saja rasanya awkward berada di antara mereka berdua.
Sedangkan di dalam kelas, Adriel terdiam sebentar, lalu mendengus geli, untuk alasan yang ia sendiri tidak ketahui.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sekolah sudah menggema sedari tadi. Semua siswa-siswi Garuda berhamburan keluar dari kelas masing-masing sehingga koridor menjadi ramai.
Begitu juga dengan Adriel dan Kanaya. Dan seperti biasa, David sudah menunggu di depan kelas Kanaya dengan ransel hitam tersampir di bahu kirinya.
"Ehm, Dave," ucap Kanaya begitu ia berhadapan dengan David. "Gue mau ngerjain tugas dulu di perpustakaan, nggak tahu selesainya kapan. Lo kalau mau pulang, pulang aja duluan. Gue bisa naik grab, kok."