Semoga masih ada yang menanti side story cerita ini!🤗
Happy reading!✨
---
Adriel dan Kanaya memutuskan untuk menghabiskan minggu sore mereka dengan pergi ke mall untuk menonton di bioskop dan makan di restoran. Itu pun Kanaya harus merayu Adriel setengah mati karena cowok itu awalnya enggan dan hanya ingin bersantai seharian di hari minggu.
"Adriel," panggil Kanaya kepada Adriel yang tengah menyelesaikan makanannya. Adriel mengangkat wajahnya tanpa menyahut.
Kanaya menunjuk sejentik saos di sudut bibirnya. "Bersihin."
Adriel mendengus, walau ada seulas senyum yang bermain di wajahnya. Ia mengulurkan tangannya untuk menghapus senjentik saos di sudut bibir Kanaya. "Manja," cibirnya.
Kanaya terkekeh. "Biarin."
"Lo seneng hari ini?" Tanya Adriel.
Kanaya mengangguk antusias dengan senyum di wajahnya. "Seneng pake banget."
Adriel ikut tersenyum. "Lo harus selalu senang kayak gini."
"Kalau kamu nggak ngeselin, aku bakal seneng terus kok."
"Kapan gue ngeselin?"
"Setiap hari. Aku ngomong sering nggak direspon. Jawabnya juga cuman 'hm' doang," balas Kanaya. "Tapi nggak pa-pa sih. Karena aku sayang kamu, jadi aku maafin."
Salah satu sudut bibir Adriel tertarik keatas, sebelum ia lalu berdiri dari duduknya. "Gue ke toilet bentar," kata Adriel yang di sambut dengan anggukan kepala Kanaya. Pemuda itu lalu berdiri dan bergegas ke toilet yang ada di restoran.
Beberapa detik setelah punggung Adriel hilang dari pandangan, seorang pemuda berpakaian casual datang menghampiri Kanaya. "Lo Kanaya, kan?"
Kanaya mengernyit, butuh beberapa detik untuk mengenali lelaki di hadapannya. Mata Kanaya langsung melebar dengan senyum yang merekah di bibirnya saat menyadari siapa yang berdiri di sisi mejanya sekarang. "Putra?"
Cowok yang dipanggil Putra itu mengangguk dengan senyum di wajahnya. "Apa kabar, Nay?"
"Baik, kok. Lo sendiri gimana? SMA dimana?"
"Gue SMA-nya di Lombok. Saudara lagi nikahan disini, jadi sekalian liburan di Jakarta," cecar Putra.
Keduanya lalu tenggelam dalam obrolan sejenak, sebelum bunyi ponsel Putra menginterupsi. Cowok itu membaca pesan yang muncul di layar ponselnya, lalu kembali mengangkat wajahnya. "Eh, Nay. Gue cabut ya. Nyokap minta jemput."
Disisi lain, Adriel yang baru saja keluar dari toilet mengernyitkan dahinya saat mendapati seorang laki-laki yang mengobrol dengan Kanaya sebentar, sebelum menyentuh pucuk kepala Kanaya pelan lalu berlalu.
Adriel melangkah menuju Kanaya tanpa melepaskan pandangannya dari punggung lelaki itu. "Adriel? Udah selesai?"
"Dia siapa?"
Kanaya awalnya mengernyit, sebelum akhirnya mengerti maksud Adriel. "Oh, dia Putra. Teman SMP aku."
Adriel hanya membisu membuat Kanaya tersenyum usil dan menyenggol lengan Adriel pelan. "Cemburu, ya?" Tanya Kanaya sembari menaik turunkan alisnya, berniat untuk menggoda Adriel.
"Sama sekali enggak," balas Adriel dingin. "Udah selesai, kan? Ayo pulang," ucapnya lalu berjalan duluan membuat Kanaya tertawa geli dan melangkah di sisi Adriel. "Ngaku aja, deh. Kamu cemburu, 'kan?"
"Enggak."
"Kamu mau tau, enggak? Aku pernah suka loh, sama Putra," ucap Kanaya guna membuat Adriel kesal, dan nampaknya berhasil, namun cowok itu tak menunjukannya. "Dulu menurut aku Putra itu ganteeeng banget. Sampai sekarang masih ganteng juga, sih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tsundere [Completed]
Novela Juvenil[BAHASA] Tsundere (ツンデレ) is a Japanese term for a character development process that describes a person who is initially cold (and sometimes even hostile) before gradually showing a warmer, friendlier side over time. *** Kisah ini berawal dari Kana...
![Tsundere [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/114359214-64-k34770.jpg)