Terima kasih banyak untuk 1K readersnya! <3
----
Minggu ujian sudah terlewati. Flo dan Dimas juga sudah kembali dari Bandung dari jumat lalu. Dan di hari minggu ini, kebanyakan siswa Garuda memilih untuk menghabiskan waktu di rumah untuk tidur setelah seminggu penuh menguras otak. Termasuk Adriel.
Namun keinginan hanya keinginan ketika terdengar musik yang terputar begitu keras dari rumah yang ada di sebelah kanan rumahnya, yang tak lain berasal dari kamar Kanaya.
"MY GIRLFRIEND BITCHIN CAUSE I ALWAYS SLEEPIN!" Itu nyanyian Kanaya, yang menurut Adriel tidak bisa dikategorikan nyanyian.
Adriel menarik selimutnya sampai ke atas kepala, berusaha meredam suara itu walau rasanya sia-sia karena suara Kanaya yang masih memekakan telinganya.
"SHE'S KINDA HOT THOUGH!"
Adriel menyerah. Adriel menyerah untuk mencoba tidur lagi. Di minggu pagi ini, keinginan Adriel untuk tidur seharian buyar sudah. Cowok itu bangkit dari tidurnya dan menyisir rambutnya dengan jemari.
Lelaki yang menggunakan celana motif loreng tentara dan kaos hitam yang membuat bahunya yang lebar makin terlihat itu melangkah menuju balkon.
Dari balkon kamarnya, Adriel bisa melihat orang-orang yang sedang lari pagi di jalanan kompleks di bawah cerahnya langit pagi ini. Tetangga di depan rumahnya yang merupakan pasangan lansia sedang duduk di teras rumah sembari meminum teh.
"GOOD MORNING, ADRIEL!"
Adriel menoleh, menatap datar Kanaya yang sedang tersenyum lebar ke arahnya. Gadis itu masih menggunakan piyama berwarna kuning gadingnya dan rambutnya yang panjang diikat tinggi menyisakan anak rambut di pelipis dan tengkuknya.
"Ini jam setengah tujuh," ucap Adriel.
"Nggak ada yang bilang ini sore, Adriel," decak Kanaya gemas. "Oh iya, besok kamu rayain dimana?"
Adriel mengangkat alisnya, seakan bertanya 'maksud-lo'.
Kanaya balik menatap Adriel dengan pandangan bertanya. "Kamu besok ulang tahun, 'kan?"
Ini cewek tahu dari mana lagi.
"Tau dari mana?" tanya Adriel singkat.
Kanaya mengangkat dagunya dan melipat tangan dibawah dada. "Kanaya gitu, lho. Apa sih yang nggak aku tau."
Adriel hanya membuang nafas pelan sebagai respon.
"Adriel jawab dulu. Kamu rayain dimana?"
"Nggak."
"Nggak apa? Nggak kamu rayain?"
"Hm."
Kanaya memanyunkan bibirnya. "Kok gitu, sih. Bikin pesta kecil-kecilan juga nggak pa-pa, kali. Nanti biar aku yang bilangin anak-anak sekelas untuk dateng."
Adriel hanya menatap Kanaya, membuat gadis itu tahu Adriel menolak hanya dengan melihat ke dalam matanya.
"Ya udah aku nggak maksa." Sedetik kemudian, Kanaya tersenyum cerah. "Tapi tenang aja, aku udah siapin hadiah untuk kamu."
Adriel hanya melemparkan pandangan tak tertarik ke arah Kanaya yang senyumnya tak kunjung pudar.
"Naya! Sarapannya udah siap!" Teriakan Flo dari luar pintu kamar Kanaya terdengar membuat Kanaya langsung membalas. "Iya, Bunda! Kanaya turun!"
Kanaya kembali menoleh ke arah Adriel. "Adriel, Bunda udah manggil untuk sarapan. Dadah!" Kanaya masuk ke dalam kamarnya kembali.
Adriel kembali masuk ke dalam kamarnya, turun ke ruang makan dan mendapati Iren yang sedang menyiapkan sarapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tsundere [Completed]
Roman pour Adolescents[BAHASA] Tsundere (ツンデレ) is a Japanese term for a character development process that describes a person who is initially cold (and sometimes even hostile) before gradually showing a warmer, friendlier side over time. *** Kisah ini berawal dari Kana...
![Tsundere [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/114359214-64-k34770.jpg)