[BAHASA]
Tsundere (ツンデレ) is a Japanese term for a character development process that describes a person who is initially cold (and sometimes even hostile) before gradually showing a warmer, friendlier side over time.
***
Kisah ini berawal dari Kana...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sekolah menggema di penjuru gedung SMA Garuda. Setelah guru mengakhiri pelajaran, Kanaya segera membereskan barang-barang miliknya, kemudian memasukannya ke dalam tas punggungnya.
"Nay, gue duluan ya. Nyokap udah di depan nih," kata Dira, kemudian melambaikan tangannya ke arah Kanaya sebelum mempercepat langkahnya untuk keluar dari kelas dan menuju ke gerbang.
"Ayo pulang." Kanaya mendongak, mendapati Adriel sudah berdiri di sisi mejanya dengan ekspresi standarnya-dingin, terlihat tak terkesan.
Kanaya menganggukan kepalanya dengan dua sudut bibir yang terangkat ke atas, tersenyum hingga kedua matanya melengkung seperti bulan sabit.
"Adriel," panggil gadis itu seraya berjalan bersebelahan dengan Adriel ke luar kelas dan menuju ke parkiran sekolah.
"Hm?"
"Besok hari ulang tahun aku. Kamu udah tau, kan?"
"Tau."
Kanaya memberengut mendengar jawaban singkat Adriel. Gadis itu menoleh, menatap Adriel yang tengah menatap lurus ke depan. "Kok jawabannya gitu doang?"
Adriel menoleh, menatap balik Kanaya yang tengah menatapnya. "Terus gue harus jawab apa?"
Kanaya mengembungkan pipinya, kesal. "Kamu nggak mau ngajak aku jalan, gitu? Atau sekedar nanya, 'mau dirayain dimana?' Masa jawabannya gitu doang."
Adriel tertawa pelan, namun tak menjawab apa-apa. Melihat Kanaya yang diam tanpa sepatah kata membuat Adriel meraih telapak tangannya dan mengisi jemari gadis itu, lalu menoleh, "Marah?"
Kanaya mengedikkan bahunya singkat tanpa mengatakan apapun, menandakan bahwa gadis itu tengah sebal sekarang. Namun, walau enggan bersuara, gadis itu tetap membalas genggaman tangan Adriel tanpa menoleh sedikitpun, membuat Adriel menahan senyumannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.