20. Keputusan

3.4K 513 51
                                        

Hadiah untuk 3K readers!🤗 Terima kasih untuk semua yang sudah baca cerita ini!🌟 I Love Youu!💘

Happy reading!✨

---

Pentas seni yang kemarin sudah diberitahu Fion akhirnya diumumkan secara resmi hari ini.

Lebih lengkapnya, rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun sekolah ini akan diadakan dari pagi sampai malam.

Pada pagi hari akan digunakan untuk waktu promosi ekstrakurikuler, juga akan ada stand per kelas yang diisi oleh hasil-hasil karya siswa-siswi selama satu semester yang dibuat dalam pelajaran Prakarya.

Karena acara ini memang dibuka untuk umum, bisa saja ada anak dari sekolah menengah pertama yang datang. Jadi acara ini juga digunakan untuk mempromosikan SMA Garuda kepada anak-anak yang tahun ini akan memasuki sekolah menengah atas.

Lalu di siang harinya, akan diadakan pentas seni untuk menampilkan bakat-bakat anak anak Garuda seperti dance, menyanyi dan lainnya.

Dan baru pada sore hari akan diadakan doa bersama yang dilanjutkan dengan makan malam.

"Nay, gue ke ruang eksul dulu, ya. Mau masukin video koreo untuk ditampilin di pensi," ucap Dira sembari menunjukkan flashdisknya.

Setelah Dira pergi ke ruang eksul, Kanaya mengeluarkan kotak bekalnya yang berisi beberapa potong roti dengan berbagai macam selai karena kebetulan hari ini Flo tidak sempat menyiapkan sarapan.

Gadis itu membawa kotak bekalnya dan air mineral botol lalu menuju ke tempat duduk paling belakang, tempat dimana Adriel sedang duduk dengan kedua telinga tersumpal earphone sembari membaca novel yang ia pegang.

Kanaya duduk dengan santainya di tempat Josua, tepat di samping Adriel.

"Ngapain lo disini?" tanya Adriel sembari memperhatikan Kanaya yang sedang membuka kotak bekalnya.

"Makan bekal. Kamu nggak liat?" jawab Kanaya lalu menggeser kotak bekalnya ke arah Adriel. "Kamu mau?"

Adriel menggeleng, kembali fokus kepada novel yang ia baca.

"Kamu udah tahu bakal ada pensi minggu depan?" tanya Kanaya di sela-sela kunyahannya.

"Hm."

"Ini pertama kali, loh, sekolah ngadain pensi kayak gini. Biasanya mereka ngadain doa bersama dan camping aja. Kalo kata Fion--"

"Fion siapa?" potong Adriel.

"Dari sekian banyak kata yang aku ucapkan, kamu malah nanya Fion itu siapa," dengus Kanaya. "Fion itu waketos, anak IPS satu, temen sekelas Dave. Kamu pasti nggak tau, kan? Iyalah, teman sekelas kita aja kamu pasti nggak hafal saking anti sosialnya kamu," cecar Kanaya sembari masih sibuk mengunyah.

"Gue nggak anti sosial," sanggah Adriel.

"Buktinya?"

"Kalau gue anti sosial, gue nggak akan berteman sam--" Adriel tidak melanjutkan kalimatnya karena ia langsung menyadari apa yang akan ia ucapkan.

Namun Kanaya tidak selemot itu. Mata gadis itu berbinar, terlihat lucu karena pipinya yang menggembung karena sedang mengunyah. "SAMA AKU? KAMU UDAH NGANGGEP AKU TEMAN?"

"Jangan berisik," ketus Adriel sembari kembali membaca novelnya. Atau hanya menatap, karena sedari tadi tidak ada satu kata pun yang bisa masuk ke dalam kepalanya. Lelaki itu sibuk merutuki dirinya sendiri.

"Adriel," panggil Kanaya dengan nada usil membuat Adriel jengah, namun ada bagian dari dirinya yang merasa lucu tentang itu, walau Adriel tetap saja pada wajah datarnya

Tsundere [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang