Kesepuluh

4.6K 363 9
                                        

Ku awali hariku dengan tingkat stres yang tinggi. Aku terlalu banyak santai dan fokus ku terpecah karena Yusuf. Pertanyaan demi pertanyaan yang membuatku penasaran akan dirinya menyebabkan aku tak bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah ku. Termasuk tugas makalah DBD untuk pengganti nilai ujian mid semester.

Belum lagi Darma yang sampai saat ini tidak bisa ku hubungi. Bagaimana aku bisa mendeskripsikan tentang cinta ku dengan dia. Memori yang ku ingat tentang nya hanyalah karena dia adalah cinta pertama ku yang berhasil ku dapatkan sebelum dia keluar kota untuk kuliah.

Foto yang kata nya dari dompet Yusuf. Aku harus menyakinkan diriku bahwa itu benar tulisan Yusuf. Aku bahkan tidak tau bagaimana karakter tulisan Yusuf setelah 3 tahun kami sekelas. Buat apa aku tahu? Selama ini aku memang tidak peduli akan dirinya. Bukan hanya dia tapi semua orang yang ada di kelas. Aku hanya peduli pada diriku sendiri. Introvert egois.

Pemandangan tak menyenangkan kulihat saat memasuki kelas. Yusuf dan Ria mereka semakin mesra. Aku tau mereka memang dekat dan sering jalan bersama gank nya tapi tidak sedekat ini. Semoga aku salah.

"Yusuf resmi pacaran dengan Ria" benar aku tidak salah dengar. Ayu mengucapakan itu tepat setelah aku mengalihkan pandangan dari mereka.

"Berkat taruhan dengan Aisyah. Ria menjadi satu-satunya pacar Yusuf sekarang" Tambah Adel

"harus nya Ria berterimakasih pada Aisyah hani. Berkat Aisyah nih" Kata Nayla

Yang benar saja. Aku semakin tidak mengerti Yusuf. Semakin banyak pertanyaan yang tersusun di otak ku membuatku merasa muak. Aku baru saja ingin berfikir bahwa Yusuf menyukai ku dan dia memutuskan pacarnya karena permintaanku. Tapi sekarang dia memacari Ria. Orang paling ingin ku jauhi di kelas. Yang berarti sekarang Yusuf menjadi bagian itu.

"Aisyah, ibu Anita memanggilmu" Kata Fahri padaku saat dia baru memasuki kelas.

"Hhmm ibu Anita. Dia pasti ingin menanyakan tugas makalah yang di berikan padaku. Dan aku belum mengerjakan nya" Keluh ku dalam hati

Aku ke ruangan ibu Anita sendirian. Saat mengurus nilai aku selalu merasa sendirian. Nayla dan Adel tidak bisa membantuku karena yang ada di benak mereka aku pasti bisa melakukan nya sendiri.

"Selamat pagi bu" Sapa ku pada ibu Anita yang sedang sibuk dengan lapotop nya mengetik sesuatu

"Aisyah, ini makalah mu. Nilai nya sudah ku setor di prodi" Kata Ibu Anita sambil menyodorkan ku makalah yang di jilid warna biru

"Makalah ku ibu? " ku tanya lagi. Takutnya ibu Anita salah. Karena seingatku aku belum mengerjakan makalah itu sama sekali dan belum ku setor.

"Iya ini makalah mu" Jawab ibu Anita

Ku raih makalah itu, ku tatap sampulnya yang benar bertuliskan nama dan NIM ku.

Tapi aku belum mengerjakan makalah itu, seingatku data yang aku ambil di puskesmas belum lengkap karena kertas-kertas itu terbang terbawa angin. Siapa yang mengerjakan nya? Aku tidak pernah minta tolong pada siapa pun untuk mengerjakan makalah ku.

Apa mungkin Yusuf? Dia satu-satunya orang yang tahu aku punya tugas makalah DBD.

Tidak mungkin. Jangan pikirkan Yusuf lagi Aisyah. Dia tidak mungkin sebaik itu padamu.

***

"hani plis ya itu muka di kondisikan. Matamu semakin sipit dari ruangan ibu Anita. Ada masalah? " Kata Nayla yang mungkin menankap ekpresi keheranan yang masih bertengger di muka ku

"hani kalian ada yang kerjakan tugas makalah DBD ku? "tanyaku pada Nayla, Adel dan Ayu

Mereka menggeleng

Dear Future Husband (Complete) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang