If i know what love is, it is because of you.
***
Dahi Nethan berkerut ketika melihat Nada yang kini merentangkan tangannya lebar-lebar, menghalangi jalan Nethan.
"Dasar kubel." Cibir Nethan membuat Nada bingung ditempatnya, "apaan kubel?"
"Kurang belaian. Lo mau peluk gue?"
Nada berkacak pinggang, baru saja dia ingin membentak Nethan karena mengatakannya kurang belaian, tetapi Nada tersadar akan sesuatu. Oke, sabar nad, inget misi lo. Nada memperingati dirinya sendiri.
Nada mengganti mimik wajahnya, dia tersenyum penuh arti. "Gue mau jadi pacar lo."
"HAH?!!"
Nada menutup telinganya, "gak pake teriak berapa sih?"
"LO GILA, SINTING, ATAU STRES?!"
Uhh, berbicara dengan Nethan memang selalu mengundang emosi. Padahal Nada sedang menyusun rencana untuk membuat Nethan jatuh cinta padanya.
Ehh, keceplosan. Jangan bilang-bilang ke Nethan ya.
"Sejak kapan gue nembak lo?" Tanya Nethan tak percaya dengan apa yang dikatakan Nada barusan. Nenek gombreng ini terlalu ngarep, itu pendapat Nethan.
Nada memutar kedua bola matanya, "semalam."
"Jangan ngarep, gue nggak pernah nembak lo!."
"Tapi lo sms gue samalam! kampret!"
Nahh, tuh kan. Mulut Nada tidak bisa di rem.
"Maksud gue, lo sms gue semalam, Nethan." Ralat Nada dengan Nada lembut.
Nethan masih memasang raut wajah bingung tetapi kemudian dia merogoh handphonenya disaku celana.
Mata Nethan melebar ketika membaca pesan yang sama sekali tidak pernah dia ketik dan dia kirimkan ke Nada. Nethan mengingat-ngingat apa terjadi tadi malam, dia tidak meminjamkan handphonenya kepada siapa pun. Lagi pula semalam dia ada dirumah, bukan dengan Aji atau Vino. Kalau Nethan bersama dengan Aji dan Vino bisa saja mereka yang membajak handphone Nethan.
"Shit!" Umpat Nethan ketika mengingat sesuatu. Semalam Nethan memergoki Jesica yang sedang tertawa jail dikamarnya. Bodohnya Nethan tidak mencurigai sesuatu.
Nethan berjalan masuk ke kelas. Meninggalkan Nada yang masih berharap bahwa Nethan akan men-sah-kan hubungan mereka.
"Nethan kampret!" Eh?, "Nethan sayang, jangan lari." ralat Nada. Dia lalu berjalan masuk kelas. Nada tidak langsung duduk ditempat duduknya, melainkan duduk disamping Nethan. Kebetulan Aji belum duduk disitu karena sedang sibuk menggoda Oliv. Siswa cantik yang sering menduduki peringkat pertama dikelas.
Nada menaruh tangannya dimeja untuk menopang dagunya. Tatapannya pada Nethan seakan memancarkan benih-benih cinta yang membuat Nethan bergidik ngeri ditempatnya.
"Nada lo pelet pake apa?" Bisik Vino dari belakang tempat duduk.
"Tau. Disambar petir kali." Jawab Nethan asal.
Nada menghela nafas, "gue itu sama Nethan udah pacaran." Ucap Nada gembira.
Jlebbbb.
Sontak Nethan menatap Nada dengan tatapan melotot.
"Jangan mimpi."
"Ihh siapa juga yang mimpi. Tau-tau semalam lo sms gue. Lo bilang, lo mau nggak jadi pacar gue?" Ucap Nada tanpa kendala.
Padahal dalam hatinya, dia sudah tak tahan bersikap ganjen pada Nethan. Tapi tak apalah, demi sebuah misi.
Misi yang menjerumuskan.
"SUMPAH DEMI APA LO BERDUA PACARAN?! YA ALLAH, MUNGKIN INI YANG NAMANYA KEAJAIBAN!" Tiba-tiba Aji muncul disamping Nethan dan membuat heboh seisi kelas. "Dalam sejarah gue nggak pernah liat lo lirik cewek, yang diurusin cuma basket. En naw lo jadian sama musuh bebuyutan lo sendiri. Langka memang!" Aji kembali berujar.
Nethan mendengus, "apaan deh Ji"
"Gue minta pj!" Tuntut Aji.
"Tenang, nanti dia bakal kasih lo pj. Iya kan?" Nada memeluk lengan Nethan, meminta persetujuan.
"Jauh-jauh dari gue, mbreng!"
Nada berdecak kesal ketika Nethan masih saja memanggilnya nenek gombreng.
"Panggilnya itu sayang, baby, atau apa kek yang romantis gitu. Bukan gombreng." Nada menyarani.
Nethan menghela nafas lalu mengusap pelan pucuk kepala Nethan, "lo lagi rencanain apa sih?"
Jlebbbb.
Nada menggeleng cepat, "nggak ada apa-apa kok, sayang. Gue itu udah baper sama lo."
"Hihhh! Mimpi!"
Nethan lalu berjalan meninggalkan Nada dikelasnya.
Bawel banget sih tuh anak. Liat aja ntar lo kleplek-klepek sama gue. Nada mengumpat dalam batinnya.
"Sabar, nanti juga jinak." Bisik Aji ditelinga Nada.
Aji kemudian duduk disebelah Nada.
"Nethan suka apa sih?" Tanya Nada pada Aji.
"Suka cewek. Apalagi kalo punya body gitar spanyol." Aji mulai larut dalam pikiran mesumnya.
"Nethan nggak suka gituan." Timpal Vino dari belakang.
Nada menoleh, "terus apaan?"
"Apa aja yang penting langka."
"Langka?" Nada mulai berpikir, "kayak binatang langka?"
Vino menggeleng, "bukan gitu."
"Terus apa?"
"Sesuatu yang langka dari diri lo. Kayak lo pake seragam yang bener gitu."
Nada menggeleng, "that's not my self"
Setelah mengucapkan kalimat itu, Nada segera duduk ke tempatnya, lalu mendapat tatapan aneh dari Vania.
"Ciee yang PDKT udah pacaran. Congrast ya! Lo sama Nethan emang best couple. dari benci terus jadi cinta. OMG keren!. Pokoknya lo berdua keren, kayak ada manis-manisnya gitu." Cerocos Vania yang sama sekali tidak menarik ditelinga Nada.
"Lo pikir ini le mineral ada manis-manisnya gitu."
"Hehe gue mau minta pj sama lo."
"Nggak ada pj"
"Kok nggak ada?, jangan pelit Nad."
"Bukannya pelit tapi dua ratus ribu gue kamaren udah embang. Dan gue udah nggak ada duit."
"Loh, kok bisa?"
"Di pinjem sama orang gila buat beli natesh."
"Orang gila siapa?"
"orang gila yang nyangkut dihati gue"
"Wkwk ada-ada aja lo Nad. Tapi gue masih nggak nyangka lo berdua jadian. Lo gak kenapa-napa semalamkan? Nggak kesambet atau kesurupan hantu cewek kan?" Pertanyaan Vania membuat Nada memutar kedua bola matanya dengan malas, "ya enggak lah Van. Lo pikir rumah gue ada hantunya apa."
"Hehe becanda, Nad."
"Becanda lo jelek, slekedep."
Sebenarnya Nada ingin menceritakan misinya pada Vania, tetapi setelah dipikir-pikir, lebih baik hanya Nada yang tau tentang hal ini.
***
Banyak orang bilang benci dan cinta itu beda-beda tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nethanada (Selesai)
Teen FictionNethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar. Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
