Nethanada➡27

5.2K 243 0
                                        

"nggak mau." Ucap Nada untuk kesekian kalinya.

"Buruan, sikat dindingnya!"

Nada melipat kedua tangannya didepan dada, "nggak mau, nanti kuteks gue rusak, Nethan."

"Manja banget sih!"

"Ihhh lo mah nyebelinnn!"

"Sikat dindingnya, atau gue nggak bawa lo ke rumah." Kecam Nethan.

Nada mendengus, "iya, iya gue nyikat nih!"

"Topi gue di lepas dulu, nanti bau bangke kayak elo."

Nada memukul lengan Nethan. "Nethann ihhh pengennya bikin gue kesel muluu!"

"Emang benerkan."

"Biarin bau bangke."

Nada lalu menyikat dinding toilet itu walau masih setengah hati. Pasalnya dia memang sedang malas berurusan dengan toilet yang kotornya minta ampun.

"Bersihin yang bener." Tegur Nethan.

Nada mendengus, "iya, iya galak ihh kayak pak Dito aja." Cibir Nada.

Nada kemudian melompat-lompat ditempatnya, berusaha ingin membersihkan noda yang ada di dinding bagian atas.

"Kenapa malah lompat-lompat kayak pocong?"

"Serah gue. Awwww--"

Nada mengusap-ngusap bokongnya yang kini sudah sukses mencium lantai yang basah dengan air sabun.

Nethan menghela nafas, "tuh kan, di suruh lo sikat dinding malah lompat pocong."

"Sakittt.." keluh Nada.

Nethan segera membopong Nada ke UKS. Sepanjang jalan, Nethan mendapat senyuman manis bahkan senyuman ganjen dari siswa-siswa cewek. Dari adik kelas, satu angkatan, bahkan kakak kelas. tetapi Nethan hanya dapat tersenyum simpul apalagi ketika Nada memperingatkan Nethan dengan berkata, 'jangan ganjen ihhh!' dan dibalas Nethan dengan 'suka-suka gue emang lo siapa gue.' membuat Nada ingin meninju rahang bawah cowok itu.

Nethan berjongkok didepan Nada setelah membantu cewek itu duduk diranjang. Dia menarik kaki kanan Nada yang sepertinya keseleo.

"Duhhh..sakit. pelan-pelan"

"Ya udah diem."

Nethan kembali menarik kaki kiri Nada.

"Itu nggak terlalu sakit." Ucap Nada yang masih meringis.

Nethan menghela nafas, dia lalu mendongkak. Tiba-tiba matanya terpejam ketika melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat.

"Lo kenapa?" Tanya Nada bingung.

"Lo itu kalo pake seragam sesuai ukuran badan lo, bukan kekecilan kayak gini. Untung gue yang liat, kalo Aji yang liat gimana?, bisa mati tempat lo." Nethan bangkit.

"Ya udah seloww, hitung-hitung nguji iman." Celetuk Nada.

Nethan berdiri lalu membuka matanya. "Ganti seragam lo!"

"Iya bawel amat sih."

***

Linda segera melepas kopi yang dia pegang ketika melihat Nada berjalan dengan sedikit pincang dihalaman rumahnya.

"Kaki Nada kenapa, Than?" Tanya Linda pada Nethan ketika mereka sudah berada diteras rumah.

Nada yang semulanya merasa aneh mengapa Linda bertanya pada Nethan bukan kepada dirinya, hanya bisa tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya. "Aku nggak papa kok tante, tadi cuma kepeleset doang."

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang