Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Just tell me that you love me
***
Nada duduk di bangkunya. Jujur saja ada rasa kesal dan sedih yang dia rasakan saat ini. Kesal karena sikap Nethan dikantin tadi dan sedih karena dia sebenarnya tidak ingin berdiam dengan Nethan.
Vania yang menyadari bahwa Nada sedang tidak baik-baik saja, tentu nya menghela nafas berat. "Kenapa lagi Nad?"
Nada tidak menjawab, kepalanya tertunduk, dia larut dalam pemikirannya sendiri.
Vania menyenggol lengan Nada sehingga membuat cewek itu tersadar.
"Gue lagi kesel!" Ketus Nada lalu berjalan meninggalkan Kelas. Sedangkan Vania malah bingung ditempatnya.
Nada berjalan dengan hentakan kaki yang kuat dengan kepala yang tertunduk. tentu saja karena perasaan kesal yang dirasakan sekarang.
Tiba-tiba, bukkkk.
Nada mengusap kepalanya yang terasa sakit, wajar saja karena sepertinya dia baru menabrak seorang badak. Nada berani berpikir begitu karena kepalanya sangat sakit seperti membentur dinding.
Cewek itu mendongkak, masih dengan tangan dikepalanya. Raut wajahnya semakin jelek katika melihat siapa yang baru dia tabrak. Si dalang dari semua rasa kesalnya ini. Siapa lagi kalau bukan Nethan.
"Apa lo nabrak-nabrak?" tanya Nethan datar.
Nada tartawa samar, "gue nabrak lo?, hellowww nggak la yauuu." Ucap Nada lalu melangkah, tetapi belum dua langkah, Nethan sudah menahan lengan cewek itu.
"Mau kemana?" Tanya Nethan kali ini dengan suara kalem.
"kemana aja yang penting nggak liat muka lo." Ketus Nada.
Nethan menghela nafasnya berat, kemudian menarik tangan Nada, membuat cewek itu ke suatu tempat.
Sepanjang koridor bahkan lapangan yang mereka lewati, Nada hanya diam. Memandang cowok yang tengah menyeretnya entah kemana.
"Lo nggak bakal bawa gue ke tempat yanh aneh-aneh kan?." Tanya Nada namun tidak direspon oleh Nethan.
Hingga akhirnya mereka berhenti didepan ruangan seni. Alis Nada berkerut ketika Nethan menarik Nada masuk ke dalam ruang itu.
"Ngapain didalem?."
"Diem." Ucap Nethan datar.
Nada menghembuskan nafas dengan kasar, "gaje."
Nethan mendudukkan Nada dibangku, "Duduk." Ucapnya lalu mengambil gitar yang biasa dipakai siswa-siswa saat ada kegiatan lomba atau acara sekolah. Nethan duduk didepan Nada, dia lalu mulai memetik senar-senar gitar itu.
Tatapan Nada tertuju pada wajah Nethan yang menunduk. Tak lama, Nethan mulai bernyanyi dengan suara gitar yang dia mainkan sendiri.