Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ngode tuh Nad :D
***
Aji mengetuk-ngetuk kepala Nethan dengan pulpen. Membuat Nethan menatap cowok itu dengan tatapan memperingatkan. Jangan sampai tangan Nethan melayang dikepala Aji. Pasti Nethan akan menjitak cowok itu dengan hati yang gembira.
Herannya masih pagi begini sudah ada makhluk aneh yang mengganggunya.
Aji berganti memasukan ujung pulpen ke hidung Nethan. Tetapi dia langsung berhenti ketika mendapat pelototan dari Nethan.
"Apaan sih lo, gaje." Ucap Nethan sinis.
"Gue lagi happy akhirnya abang Nethan udah genap tujuh belas tahun. Udah legal, bentar kita nonto--"
"No thanks." Tolak Nethan mentah-mentah dia tau apa yang akan dikatakan Aji tadi.
Aji menepuk pundak Nethan. "Nanti lo ajak Nada." Ucapnya dengan suara berbisik.
Spontan Nethan menjitak kepala Aji. "goblok lo kebangetan."
Aji menarik kepalanya sambil mengusap bekas jitakan Nethan. "Saran doang"
Nethan tidak menggubris lagi perkataan Aji, dia beralih menatap Nada yang terlihat sedang asik bercerita dengan Vania. Dasar cewek suka bergosip.
Ibu Erna masuk ke dalam kelas, sontak membuat semua murid menghadap ke depan tanpa instruksi. Termasuk Nada yang menatap ibu Erna malas dengan tangan yang menongka dagu.
"Selamat pagi anak-anak," sapa ibu Erna dengan kepala tegak lurus menatap ke depan.
"Selamat pagi ibu," sahut seantero kelas bersamaan.
Tiba-tiba Nada tertawa terbahak-bahak ketika melihat sesuatu yang mengganjal dari seragam ibu Erna. Semua murid langsung menatap ke arah Nada. Termasuk Nethan yang mengangkat alisnya sebab bingung apa yang sedang ditertawakan ceweknya itu.
"Apa yang kamu tertawai Nada?." Tanya ibu Erna dengan suara lantang.
Nada memegang perutnya, "i..itu,.bu.." dia tidak bisa menyelesaikan bicaranya karena merasa lucu dengan apa yang dia lihat.
"Itu apa?!" Tanya ibu Erna mulai gusar.
"Itu, kancing di dada ibu udah copot. Gunungnya udah keliatan." Ucap Nada seketika membuat semua siswa beralih menatap ibu Erna.
Mereka tertawa bersama, membuat ibu Erna terciduk ditempatnya.
Sedangkan Nethan, dia bukannya menatap ibu Erna, tetapi dia menatap Nada lalu tersenyum samar sambil menggeleng. Cewek itu unik, itu menurut dia.