Nethanada➡49 (THE END)

11.3K 383 45
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Alat monitor menggema di ruangan serba putih itu. Memecah keheningan di setiap detiknya. rintik-rintik hujan terdengar jelas dari luar bahkan sampai di dalam ruangan tersebut. Menghasilkan bunyi deburan yang berhasil menembus telinga seorang cowok beralis tebal itu.

Cowok itu menghembuskan nafas berat beberapa kali, mengungkapkan rasa kesal dan sedih yang dia rasakan saat ini.

Seseorang menepuk pundaknya dari belakang, cowok itu menoleh. Tetapi dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.

"Kamu istirahat dulu, nanti mama yang ganti jaga." Ucap orang yang menepuk pundaknya itu.

"Nggak mi, Nethan disini aja." Ucap cowok bernama Nethan itu pada lawan bicaranya yang adalah ibunya sendiri.

Linda menghela nafas maklum, dia memgerti apa yang sedang di rasakan anaknya ini. Linda mengusap pelan punggung Nethan, berharap ini akan mengurangi kesedihan yang dirasakan anaknya.

"Seberapa sayang kamu sayang Nada?," tanya Linda pada Nethan dengan nada bicara lembut.

Nethan tidak langsung menjawab pertanyaan Linda, tetapi matanya menatap wajah Nada lekat-lekat. Dia kembali teringat akan semua hal yang telah mereka lakukan bersama. Perkataannya-perkataan yang dia lontarkan pada Nada sehingga membuat cewek itu berkacak pinggang lalu mengomel padanya. Tingkahnya yang ganjen saat memeluk lengan Nethan. Bahkan senyuman yang mengembang di wajah cewek itu ketika Nethan melakukan hal kecil yang justru membuat cewek itu meleleh.

Nethan memejamkan matanya, saat ini kenangan-kenangan itu menjadi senjata yang menghancurkan hatinya berkeping-keping. Fakta yang mengatakan bahwa Nada sedang terbaring koma saat ini, membuat Nethan tidak ingin mengingat kenangan-kenangan itu lagi. Bukan bermaksud untuk egois, bukan juga bermaksud untuk ingin melupakan Nada, tetapi ada rasa sakit ketika sadar kalau Nada belum bisa membuka matanya dan kembali ceria seperti dulu.

Jika Nethan dapat melihat bintang jatuh sekarang, Nethan ingin membuat permohonan. Tolong bukakan mata Nada sekarang.

"Nethan, mami nanya sekali lagi, seberapa sayang kamu ka Nada?," tanya Linda masih dengan nada bicara lembut.

"Terlalu banyak mi," ucap Nethan gentar.

Linda tersenyum simpul. "Sama Than, mami juga menyayanginya terlalu banyak." Ucap Linda sendu lalu mengecup puncak kepala Nethan.

Nethan tersenyum kecut, "berapa banyak rahasia lagi yang dia sembunyiin ke aku, mi?"

Linda menarik kepalanya, dia ikut memandangi Nada lekat-lekat. Sebuah senyum mengembang diwajahnya, "jangan salahkan Nada. Dia melakukan ini supaya kamu nggak ikut campur dalam masalahnya. Dia nggak mau kamu dalam bahaya."

"Tapi dia cewek aku, udah sepantasnya aku lindungin dia."

"Dia lakukan itu karena dia sayang kamu, Nethan."

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang