Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nethan Devara
***
Nada berjalan dengan kaki terhentak dikoridor menuju kelasnya. Siswa-siswa yang ada dikoridor menatapnya dengan tatapan sinis tetapi ada juga yang tak berani menatapnya.
Kelas tarlihat ramai, Nada yakin bahwa orang yang dia cari pasti ada di dalam kelas. "Lo dari mana, Nad?" Tanya Vania ketika melihat Nada baru memasuki kelas.
"Gue baru abis bersihin toilet. Lo liat tuh 'kampret' nggak?"
Alis Vania bertaut, "kampret siapa?"
Nada mendesis, "Nethan!" Nada segera berjalan tak sabaran menuju bangku Nethan, sedangkan cowok itu hanya sibuk berbincang dengan kedua temannya, Vino dan Aji.
"Nad, aduh jangan berantem lagi!" Pekik Vania lalu berjalan menyusuli Nada.
"Ada tamu Than" ucap Vino yang lebih dulu melihat Nada.
"Woyy!" Nada memukul meja Nethan sehingga membuat Nethan menoleh, "PMS lo?"
Nada menghembuskan nafasnya dengan kasar, "yang dapet hukuman itu bukan cuma gue, lo juga!"
Nerthan mengedikkan bahunya, "Terus?"
Nada mengepal kedua tangannya, emosinya sama sekali sudah memuncak. "Udah Nad, biarin aja," bujuk Vania agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Biarin apanya, orang kayak gini nggak pantes ada dibumi!"
Nethan menyengir ditempatnya, "jadi maksud lo yang pantes ada dibumi ini cuma lo doang?, dirumah punya kaca nggak?, kalo nggak, nih beli." Nethan mengeluarkan selembar seratus ribu dari saku kamejanya.
"Gue nggak butuh! Yang gue pengen itu lo bersihin wc kelas sebelas. Lo tau nggak, gara-gara lo gue harus bersihin itu toilet sendirian."
"Yaudah nih, anggap gue nyewa lo" Nethan kembali mengambil selembar seratus ribu dari sakunya. Nada mendecih, lo pikir gue apaan!.
"Nggak diambil Nad?, ya udah buat gue aja" Aji kemudian mengambil dua ratus ribu yang tadi dipegang oleh Nethan. "Lumayan, buat makan dikantin" ucap Aji lagi dengan perasaan senang.
Siapa yang tak kesal jika dipermainkan seperti itu, Nada hanya ingin Nethan tidak berbuat seenaknya. Nada bertanya-tanya apa yang ditakuti oleh Nethan atau apa yang akan membuat Nethan menurtuti perkataan Nada. Tetapi Nada belum menemukannya sampai sekarang.
"Masih ada yang pengen lo omongin?" Ucap Nethan setelah terjadi jeda. "Lo tuh ya!" Desis Nada gemas rasanya ingin mencakar wajah Nethan.
Nethan menahan senyumnya agar tidak terbentuk, dia mengsejajarkan wajahnya dengan wajah Nada, "denger ya, lo nggak bakal pernah menang dari gue" Nada membalasnya tatapan tajam. Nethan kembali mengangkat kepalanya, "awas, gue mau lewat." Nethan berjalan melewati Nada kemudian disusul Vino dan Aji.
Nada menghentakan kakinya dengan kasar, "gue bakal balas semuanya, gue janji!"
***
"Nethan," sebuah sambutan ketika Nethan baru saja memasuki ruang tamu dirumahnya.
"Kenapa mi?"
"Mami dengar disekolah kamu bikin keributan lagi ya?" Tanya Linda--mama Nethan.
Nethan menggeleng, "enggak." Mata Linda melotot, menuntut Nethan untuk berkata jujur, "iya, ada. Dikit."
"berantem, kamu bilang dikit?"
"Dia yang salah mi,"
"Siapa yang duluan mukul?"
Nethan tersenyum lebar sambil menunjukkan deretan giginya, "aku"
"Jadi siapa yang salah?"
"Dia."
"Kamu tuh ya! Mami mau tahan motor kamu. Mulai besok ke sekolah pake angkot, go-jek, atau grab. Terserah." Oke Nethan tidak pernah naik begituan.
Nethan menggaruk kepalanya kikuk. Terus gue besok ke sekolah pake apa?
Dengan perasaan kesal Nethan pun segera menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Dia melempar tasnya dengan asal. Dan mengambil hanphonenya dari saku celana. Dia membuka aplikasi line dan mengirim pesan digrup dimana didalamnya hanya ada dia, Aji dan Vino.
Me : siapa yang mau jemput gue besok?
Ajinomoto : wat hepen?
Nethan : gue dibuang-_
Vinocia : merdekaa!
Nethan : alias motor gue diambil gara-gara ketauan berantem sama tuh anj---*