Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu tau aku mencintaimu, maka percayakan aku untuk melindungimu.
***
Linda berjalan cepat menuju parkiran sekolah. Dia harus memberitahukan hal ini pada anaknya.
"Nethan!" Panggil Linda lantang membuat Nethan menoleh pada asal suara itu.
Alis Nethan terangkat ketika melihat raut wajah Linda yang berbeda. Ada raut wajah khwatir disana.
"Mama kangen Nethan?" Tanya Nethan seperti tidak sedang berbicara dengan ibunya.
Linda mendengus, tetapi dia tau kalau ini bukan saatnya menasehati anaknya. Ada hal lain yang lebih penting yang harus dia sampaikan pada Nethan.
"Mama Nada datang ke sini, mau jemput Nada." Ucap Linda berhasil membuat Nethan menatapnya tajam. "Mama kok nggak bilang dari tadi? Dimana Nada?" Tanya Nethan mulai panik.
"Dia didepan halte. Nada juga tadi hampir ditabrak mobil." Ucap Linda nanar.
Rahang Nethan mengeras, baru saja dia ingin melangkah tetapi Linda sudah menahannya.
Linda menggeleng, dia tau bagaimana perasaan Nethan sekarang. Tetapi dia juga tau kapan waktu yang tepat untuk mengambil Nada lagi dari ibu yang sama sekali tidak becus untuk mengurus cewek itu.
"Jangan pergi sekarang. Kamu harus nyusun rencana dulu, Nethan."
"Terus sekarang aku mesti biarin Nada di seret sama mak lampir itu?"
"Nethan!"
"Kalo kamu pergi sekarang, orang-orang bakal mikir kamu lancang. Status wanita itu adalah senjata kuat buat bikin kamu gagal nyelamatin Nada." Ucap Linda lagi membuat Nethan terdiam di tempatnya.
Benar juga apa kata Linda. Kalau Nethan pergi sekarang, Linda pasti akan menuduh Nethan yang tidak-tidak bahkan bisa membuat cowok itu terpenjara. Nethan harus menyusun rencana.
Nethan menghela nafasnya lalu membuangnya dengan kasar. "Mami dukung aku kan?"
"Mama juga menyayangi Nada, kamu harus tau itu."
***
"Lepasin gue!" Protes Nada pada dua pria berbadan besar yang tengah menariknya masuk ke dalam rumahnya.
Veni menatap Nada dengan rahang mengeras. "Jangan lepaskan dia! Bawa dia ke kamarnya!" Ucap Veni tegas pada dua pria suruhannya itu.