Nethanada➡41

5.1K 223 0
                                        

Jatuh cinta padamu bukanlah impian dalam hidupku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jatuh cinta padamu bukanlah impian dalam hidupku

Tetapi sekarang itu menjadi impian yang akan selalu ku pertahankan

***

Nada membuka helmnya. Tanpa melihat ke arah pagar sekolah, Nada yakin kalau dia dan Nethan sudah terlambat. Ini karena mereka bermain lari-larian tadi dihalaman rumah Nethan.

Mata Nada tak sengaja melihat ke arah Cesilia yang sedang menunggu di muka pagar yang sudah tertutup. Aneh sekali padahal Nada jarang melihat cewek itu terlambat.

"Itu Cesil kan?" tanya Nada pada Nethan yang sedang menyisir rambutnya dengan tangan.

Nethan mengedikkan bahunya acuh. Seakan pertanyaan Nada tadi bukanlah hal yang menarik untuk dia lihat.

Sedetik kemudian mata Nada melebar karena Cesilia yang tiba-tiba pingsan.

"Than, itu Cesil pingsan." Nada menunjuk Cesilia yang sudah terkapar ditanah.

Nethan yang semulanya menyisir rambutnya kini menatap ke arah tangan Nada menunjuk. Tanpa menunggu lama lagi Nethan segera menghampiri Cesilia. Lalu di ikuti Nada di belakangnya.

"Panggil pak Yani, bilang bukain pagarnya." Perintah Nethan sambil membopong tubuh Cesilia.

Nada langsung mengangguk cepat. Dia pergi ke bagian paling ujung pagar itu. Kebetulan pak Yani sedang duduk di pos nya sambil menikmati kopi.

"PAK YANI! WOY BUKAIN PAGARNYA!" teriak Nada hampir saja membuat pak Yani hampir tersedak. kalau pak Yani mati hanya karena tersedak kopi, Nada tidak akan tanggung jawab. Toh juga pagi hari begini seharusnya mengawasi sekolah, bukan minum kopi.

Pak Yani langsung berdiri dan berjalan menghampiri Nada walau dibatasi dengan pagar.

"Maksud neng Nada, saya bukain pagar supaya neng bisa masuk?, neng suka terlambatkan?, nanti neng berurusan lagi dengan pak Dito." Ucap pak Yani meledek.

Nada memutar kedua bola matanya dengan malas. "Duh pak Yani, gue don't care ya sama apa yang pak Yani omong tadi. Yang penting sekarang bukain gue karena gue bakal tuntut pak Yani kalo si adek kelas itu sampe mati!" Ucap Nada sengaja menyebut Cesil 'adek kelas' karena dia merasa malas untuk menyebut nama cewek itu.

"Maksudnya?" Tanya pak Yani tidak mengerti.

Nada mengeram. "Ihh pak Yani banyak tanya! Itu sanaaa!" Ucap Nada kesal sambil menunjuk ke arah Nethan yang sudah membopong Cesilia.

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang