Nethanada➡21

5.3K 240 0
                                        

Perlahan tapi pasti

Aku yakin hati ini mulai memilihmu

***

Nada sengaja duduk dihalte agar supaya dapat melihat Nethan jikalau cowok itu akan pulang.

Nada melambaikan tangannya pada Nethan yang terlihat baru saja ingin menaiki motor besarnya itu. Nada sering menyebutnya motor obesitas.

"Nethan!" Teriak Nada dari seberang jalan. Nethan didepan gedung sekolah, celingak-celinguk ditempatnya mencari darimana asal suara itu.

"Nethan! gue disini!" Teriak Nada lagi sambil jingkrak-jingkrat ditempatnya. Membuat siswa-siswa didekat halte menatapnya sewot. Peduli setan yang penting Nada dapat pulang dengan Nethan.

Nethan memandang ke halte sekolah, di lihatnya Nada yang sedang jingkrak-jingkrak sambil melambai padanya. Nethan mendengus. Lalu membuang muka.

Senyuman diwajah Nada pudar ketika melihat Nethan baru saja membuang muka darinya.

"Kampret! Woii!"

Nethan tidak menggubris panggilan Nada. Membuat Nada berkacak pinggang ditempatnya. Nada berjalan ke tengah jalan sambil memperhatikan mobil dan motor yang lewat. Dia harus melakukan itu jika tidak ingin mati konyol karena ditabrak mobil.

Tinggal beberapa meter dari terotoar tempat Nethan dan motornya berpijak. Tiba-tiba sebuah mobil toyota fortuner hitam datang dengan kecepatan tinggi.

Nada terdiam ditempatnya, menatap mobil itu dengan mata yang melebar, pikirannya seakan ditarik pada kejadian tiga tahun yang lalu. Persis seperti saat ini, Nada ingin pergi dari situ, tetapi kakinya serasa ditahan.

Sampai akhirnya seseorang menarik Nada dengan kuat. Membuat tubuh Nada terhempas ditanah. Nada memejamkan matanya, dia berdoa semoga dia belum mati karena di tabrak mobil sialan itu.

Dan tentang mobil itu, Nada tau siapa dalang dari semua ini. Dia kenal mobil itu. Mobil yang juga ingin menabraknya tiga tahun yang lalu. Saat dia masih kelas dua smp.

"Lo pengen mati hah?!" Bentakan itu membuat Nada membuka matanya. Dilihatnya Nethan yang masih di atasnya, Nada tersenyum samar. Ternyata pujaan hati yang baru saja menolongnya.

"Lo gila ya!" Ucap Nethan ketika melihat Nada yang tersenyum.

Nethan segera bangkit, mengibaskan seragamnya yang sempat terkena debu tanah.

Demikian juga dengan Nada, dia bangkit dan segera membersihkan seragamnya. "Gue ikut pulang ya?"

Nethan memiringkan kepalanya, setelah kejadian tadi, Nada tidak mengucapkan apa-apa. Seakan tidak terjadi apa-apa. dia tidak mengusap dadanya atau mengucapkan terima kasih pada Nethan. Seakan kejadian tadi sudah biasa di alami oleh cewek didepannya tadi.

"Lo itu tadi hampir mati!" Ucap Nethan heran.

Nada mengangguk pelan, "iya, terus?"

"Lo gak berasa apa kek gitu."

"Ya kalo udah waktunya dijemput ajal, mau bikin apa."

Nethan tertawa jengkel, "bukan ajal, lo aja yang bloon."

Nethan segera berbalik dan berjalan menuju motornya. Sedangkan Nada kembali dibuatnya kesal ditempatnya. Nada segera berlari mengikuti Nethan yang sudah naik di atas motornya.

"Ayo pulang!" Ucap Nada girang sambil menaiki motor Nethan.

Nada memeluk perut kotak-kotak Nethan, membuat Nethan menengok sedikit, "gue nggak nyuruh lo naik motor gue, dan gue nggak suka dipeluk-peluk sama ondel-ondel."

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang