Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Itu topi Nethan dipake lagi ke mall :'D
***
Nada mondar-mandir dikamarnya seperti seseorang yang akan dihukum mati besok. Kukunya dia gigit, dia bingung, dia khwatir tentang hadiah apa yang akan dia berikan pada Nethan. Kesalnya mengapa dia baru mengetahuinya sekarang. Kalau begini pesiapannya kurang matang. Bisa-bisa Nethan tidak akan suka dengan hadiah yang akan dia berikan.
Tidak lama setelah menggigit ujung kukunya yang hampir habis, Nada teringat sesuatu. Ulat bulu! Ya, Aji dan Vino pernah mengatakan kalau Nethan menyukai sesuatu yang langkah. Bukankah ulat bulu akan menjadi sesuatu yang langkah untuk Nethan?!.
Cewek itu segera mengambil topi milik Nethan yang rencananya tidak akan dia pulangkan, lalu keluar dari kamarnya. Dia akan pergi ke mall malam ini.
Nada menuruni tangga pelan-pelan, tidak mau Veni memergokinya, bisa-bisa Veni tidak akan mengijinkan Nada untuk keluar rumah.
"Mau kemana kamu malam-malam begini?" Tanya seseorang ketika Nada hendak akan membuka pintu. Nada menghela nafas kesal. Kalau Nada kualat mungkin sudah dia tendang Veni ke laut biar dimakan hiu.
Nada menoleh, "bukan urusan mama." Ucapnya lalu cepat-cepat membuka pintu dan keluar dari rumah sebelum Veni mengurungnya dikamar. Cewek itu segera menyalakan motor Dafri, gue pinjem dulu motornya ya. Nada berucap dalam hati.
Untungnya sekarang masih jam delapan malam, jadi tidak terlalu berbahaya jika Nada keluar malam-malam.
Tidak butuh waktu lama kini Nada sedang memarkirkan motornya alias motor milik Dafri diparkiran mall. Untung saja jarak dari rumah Nada ke mall tidak begitu jauh, Nada harus berterima kasih pada siapa saja yang membangun mall yang lumayan dekat dengan rumahnya ini.
Nada langsung masuk ke mall dan berjalan ke rak dimana ada boneka-boneka duduk manis disana. Nada tersenyum, dia termasuk cewek yang menyukai boneka.
Senyuman Nada semakin berkembang ketika melihat boneka ulat bulu berukuran lumayan besar disana.
Nada berjinjit ditempatnya. Ujung jarinya bergerak berusaha mencapai boneka itu. Ini karena Nada terlalu tinggi sehingga tidak dapat mencapai boneka tersebut. Cewek itu menarik tangannya lalu berdecak kesal.
"Bisa nggak sih lo turun sendiri?" Nada mengumpat ditempatnya.
Tiba-tiba sebuah tangan menjulur ke atas mengambil boneka yang ingin diambil Nada tadi. Nada menoleh, mendapatkan seorang cowok yang menurut Nada ganteng sih tapi gantengan si pujaan hati.
"Mau ambil ini kan?" Ucap cowok itu sambil tersenyum simpul.
Nada mengangguk pelan, tunggu sepertinya dia pernah melihat wajah cowok didepannya ini. Nada memiringkan kepalanya, "gue kenal lo atau nggak sih?"
"Pikir sendiri." Ucap cowok itu lalu memberi boneka yang dia pegang kepada Nada.
Nada memiringkan kepalanya kemudian memicingkan matanya. "Lo bukannya.."
"Kevin." Ucap cowok itu cepat.
"wahhh gue bener! Lo kevin" ucap Nada sambil jingkrak-jingkrak ditempatnya.
Cowok itu tertawa renyah ditempatnya, "nggak berubah lo ya Nad. Lincahnya kebangetan." Ucapnya sambil mengacak rambut pucuk kepala Nada.
Nada tersenyum dengan mata berbinar, ada rasa bahagia tersendiri ketika bertemu dengan Kevin--cowok didepannya ini.
Nada menghela nafas, kepalanya miring ke kiri dan ke kanan, seakan tidak menyangka dengan apa yang dia lihat sekarang ini.
"Ini beneran lo kan?, wah makin ganteng aja lo. Kapan lo balik dari singapore?" Tanya Nada penasaran. Pasalnya seingat Nada, Kevin pindah ke singapore setelah lulus smp.
"Gue baru balik kemaren." Ucap Kevin santai. "Itu mobil brengsek udah nggak ngejar lo lagi kan?" Tanya Kevin sambil menatap Nada penuh arti. Ada pancaran rasa khwatir disana, Nada bisa merasakan itu.
Jika kata orang cinta pertama tidak pernah berhasil, mungkin Nada ada akan setuju dengan pernyataan itu. Karena Kevin adalah cinta pertamanya walau memang masih smp tetapi Nada menyukai cowok itu. Tentu saja karena Kevin selalu melindungi Nada dari ancaman maut mobil yang selalu mengejarnya. Cowok itu adalah satu-satunya orang yang peduli pada Nada disaat tidak ada yang memberinya perhatian. Tetapi takdir berkata lain, Kevin pergi ke singapore dengan orang tuanya setelah lulus smp.
Semenjak hari itu Nada tidak pernah melihatnya lagi. Hingga akhirnya Nada bertemu dengan Nethan, cowok yang sudah mencuri hatinya sampai detik ini.
Nada menggeleng cepat. "Udah nggak."
Kevin kembali menarik ujung bibirnya ke atas, dia merasa lega atas jawaban Nada barusan.
"Lo makin cantik, Nad."
Nada menyengir ditempatnya, "iya dong."
"Emang nggak bakal gatal-gatal meluk gituan?" Tanya Kevin sambil melirik boneka ulat bulu yang sedang Nada peluk.
"Oh ini. Nggak lah."
"Emang lo hobi ulat bulu?"
"Nggak sih. Ini buat cowok gue."
Eh, keceplosan.
Kevin sempat menatap Nada tanpa berkedip. Tetapi kemudian dia tersenyum simpul.
"Ciee abage labil udah gede."
Nada hanya terkekeh pelan.
"Abis ini langsung pulang?,"
"Nggak. Gue masih mau beli kue ulang tahun."
"Ya udah gue temenin."
Nada mengangguk dengan antusias.
Mereka berjalan beriringan menuju tempat toko kue. Ekor mata Nada sesekali melihat ke arah Kevin yang menatap ke depan dengan tatapan datar. Sebenarnya ada rasa yang mengganjal dihatinya saat ini. Selama dua tahun tidak bertemu dengan cowok disebelahnya ini. Ada rasa rindu yang dia tahan tetapi sudah terbayar sekarang. Nada tersenyum, Kevin baik. Tidak heran jika Nada menyukainya dulu.
Mata Nada berbinar ketika melihat kue ulang tahun berwarna merah mudah dan di atasnya ada buah strawbery yang di potong-potong menjadi dua.
"Lo suka kue nya?" Tanya Kevin dengan alis terangkat.