Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Nethan melipat kedua tangannya didepan dada. Dia sedang mengintrogasi Jesica.
"Abangg lepasin gue, astaga gue diculik sama abang gue sendiri!" Seru Jesica yang kini sudah terikat dikursi.
"Diem. Gara-gara lo, nenek gombreng itu jadi kayak kesurupan setan ganjen."
"Yaampun abang, gue itu heran ya sama lo, lo itu guantenggg bingits, tapi nggak ada cewek sampe sekarang, makanya gue berniat buat nyariin lo cewek. Lagian itu cewek juga cantik, banget. Tapi kenapa dikasih nama nenek gombreng." Cerocos Jesica membuat telinga Nethan panas.
"Ondel-ondel kayak gitu lo bilang cantik?"
"Emang bener kan."
"Dihh bulldog gitu di bilang cantik."
"Hah bulldog?"
"Iya dia suka pake kalung anjing. Kan kayak bulldog."
Jesica memutar kedua matanya, dia tau apa yang dimaksud Nethan. Huhh, dasar lu aja yang kamseupay!.
"Itu emang kalung model begitu, abang! Abang sih ketinggalan jaman."
"serah lo, lo sama kayak si gombreng aja. Cerewet. pokoknya gue mau ikat lo sampe besok. Hukuman karena lo udah bikin hidup gue menderita."
"Emang abang yakin hidup abang bakal menderita sama itu cewek?"
"Ya iyalah! Gue sama dia musuh bebuyutan dari dulu. Emang lo yakin benci bisa jadi cinta?"
"Ini nihh gara-gara nggak punya cewek makanya pikirannya sempit. Kayak bak mandi." Ucapan Jesica terdengar seperti hinaan.
Nethan mendengus, "lo nya aja yang kebanyakan nonton drama korea. Jangan samain negeri gingseng sama negeri jahe. So different!"
"Ihh abang aja yang kelainan, namanya abege wajah pacar-pacaran. nah abang, ganteng tapi mulutnya tuh kayak pabrik cabe. Omongannya tuh, uhh, nusuk sampe ke dalem, bikin orang sakit hati!" Ucap Jesica sok dramatis.
"Lebay lo." Cibir Nethan.
"Beneran, fakta kok. Disekolah abang terkenal kan?, selain mami kepala yayasan, face abang juga mendukung. Pasti banyak yang ngantri, tapi nggak abang respon, yang lain mungkin kesel sama mulut abang, yang uhhh yang usah dijelasin pasti udah tau. Nah terus kalo pun cewek yang abang tulis 'nenek gombreng' itu benci sama abang, pasti alasannya sama kayak yang aku bilang tadi." Ucap Jesica panjang lebar. Tetapi hanya di respon tatapan datar oleh Nethan.
"Sok tau!"
"Emang tau,"
"Ini nih selain kebanyakan nonton drakor, juga kelebihan makan micin. Otaknya jadi gesrek kan."
Jesica menghembuskan nafasnya dengan kasar, kakaknya ini memang keras kepala. Membuat Jesica kesal saja. Untung ganteng, kalau tidak, mungkin Jesica tidak akan menganggap Nethan kakaknya.
"Yang penting gue sebagai adek yang baik udah nasehatin abang ganteng gue yang bandel ini. Udah cepetan lepasin gue. Gue tuh pengennya diculik sama pengawal kerajaan terus diselametin pangeran ganteng. Bukan diculik sama orang 'pabrik cabe'. Kan nggak keren." Jesica mulai curhat.
"Mimpi lo ketinggian nanti jatuh bisa sakit."
"Mimpi itu gratis abang, makanya jangan takut-takut mimpi yang tinggi." Ucapan Jesica juga ada benarnya. Tetapi sama sekali tidak menyinggung perasaan Nethan.
"Serah lo gue mau bobo!" Ucap Nethan lalu berjalan ke kamarnya, meninggalkan Jesica masih terikat dikursi ruang tamu.
Nethan menggeleng pelan ketika mengingat ceramah adiknya tadi. Padahal Jesica baru kelas tiga smp, tetapi pengetahuannya tentang cinta seakan-akan melebihi Nethan yang sudah kelas dua sma.
Baru saja dia ingin merebahkan tubuhnya dikasur, tiba-tiba bunyi handphonenya membuat Nethan mengurungkan niatnya itu. Dia duduk ditepi kasur dan mengambil handphone yang tadinya ditaruh dimeja belajar.
Sebuah pesan masuk, pesan dari Nada.
Nenek gombreng : malam Nethan! Nih gue udah ganti kuteks, udah nggak orange lagi. Udah putih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Me : kenapa lapor ke gue?
Nenek gombreng : iya biar lo nggak bilang lagi gue baru abis kupas wortel :(
Nenek gombreng : bukan gombreng, tapi sayang. Berapa kali harus di bilang sih.
Me : serah gue
Nenek gombreng : sultan mah bebas -_-
Me : itu tau
Nenek gombreng : btw lo lagi apa?
Me : napas
Nenek gombreng : serius!
Me : duarius
Nenek gombreng : kampret banget sih!
Me : suka suka gue
Nenek gombreng : tapi gimana menurut lo?, kuteks baru gue bagus kan?
Me : biasa aja
Nenek gombreng : jujur banget sih. Bilang bagus kek, pretty, cute, atau cool gitu.
Me : cantik.
Kayak orangnya. Tambah Nethan dalam hati.
Nethan kembali melepas handphonenya. Membiarkan Nada yang masih membalas pesannya. Tidak ada yang tau kalau Nada sudah guling-guling dikasurnya sambil memeluk gulingnya. Sambil menahan detak jantungnya yang terasa berdetak cepat.
OMG gue baper beneran!. Dirumahnya, Nada mengumpat menahan senyum yang semakin mengembang diwajahnya.
Nethan menghempaskan dirinya di atas kasur berukuran extra size itu. Kedua tangannya dia taruh dibawah kepala sebagai bantal. Kini cewek 'ondel-ondel' memenuhi pikirannya, Nethan masih heran dengan Nada yang tiba-tiba berubah. Yang dulunya membenci Nethan kini menyukai Nethan. Yang walaupun masih absurd bagi Nethan untuk mengakui itu.