Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku mengerti bahwa perasaan tidak selamanya sama.
***
Pagi yang cerah kembali menyapa cewek berambut pirang itu. Dia terbangun karena dikagetkan dengan bunyi hanphonenya tepat disebelah telinga.
Samar-samar Nada melihat siapa yang baru saja membangunkannya dipagi yang indah ini.
Oh, ternyata kesayangan.
Nada menempelkan handphonenya ditelinga.
"EMANG INI JAM BERAPA?! BURUAN BANGUN! KALO NGGAK, GUE TINGGALIN!!"
Kening Nada bertaut, dia menjauhkan handphone dari telinganya. Kali ini suara Nethan bukan seperti toa mesjid, tetapi seperti bunyi sangkakala.
oke itu adalah alarm terbaik yang pernah ada. Untung cinta, kalau tidak mungkin Nada sudah tendang ke laut orang yang ada dibalik telepon itu.
"Huaayemm...iya bentar, gue mau mandi."
"LO MAU MANDI?! MAU GUE MANDIIN SEKALIAN BIAR CEPET?. NGGAK USAH MANDI!."
Nada kembali menjauhkan handphone dari telinganya. Kalau begini terus, Nada bisa tuli.
Nada kembali menempelkan handphone ke telinga, "iya beb, selow."
"MAU SELOW GIMANA UDAH MAU TELAT!"
Nada kali ini tidak menjauhkan hanphonenya, matanya hanya terpejam mencoba menahan emosi. "Iyaa gue gak mandi nih! Udah ah ribet."
Tleeeet.
Nada berjalan dengan kaki tertatih. Memangnya ini jam berapa sampai-sampai Nethan jadi galak seribu kali lipat seperti itu.
Nada mendongkak, menatap jam yang menempel didinding kamarnya.
"Whattt?! Jam tujuh?!" Pekik Nada.
Nada menepuk jidatnya, pantas Nethan seperti orang yang sedang PMS. Lebih lebih malah.
Nada tidak mandi, dia hanya memakai tissue basah, tetapi tetap saja, kinclong. Sekedar informasi, ini bukan kali pertama Nada tidak mandi pergi ke sekolah. Sudah menjadi sesuatu yang lumrah bagi Nada.
***
Gak perlu ke menara eiffel kalo bareng lo aja gue udah bahagia.
***
Nada masih berusaha menormalkan detak jantungnya. Setelah tadi bawah lari oleh Nethan dengan kecepatan tinggi. Kali ini bukan hanya jantung Nada yang ingin copot. Tetapi juga paru-paru, ginjal bahkan hati.
Apalagi disaat Nethan menyelinap disela-sela mobil. Berasa seperti dibonceng oleh Valentino Rossi.
"Lebay lo." Cibir Nethan ketika melihat Nada mengusap-ngusap dadanya.