"Apa yang tante lakuin ke opa?!" Tanya Nada gusar.
Tentu saja, bagaimana bisa Nada tidak marah ketika melihat Denail yang kini sudah terhempas dilantai dengan tali mengikat kedua tangannya.
Nada kembali menoleh ke Sarah yang sedang tersenyum jahat.
"Jadi selama ini lo yang coba bunuh gue?!" Gertak Nada dengan rahang yang mengeras. Nada sengaja mengganti panggilan tante dengan kata 'lo' karena menurutnya wanita psikopat didepannya ini sama sekali tidak pantas menjadi tantenya.
"Memang kamu pikir siapa?" Tanya Sarah sambil mencekal tangan Nada. Nada menatap tajam Sarah tanpa berkedip. Dia lalu menepis tangan Sarah dengan kasar, "kita bicara setelah ini!"
Nada berjalan cepat ke Denail, dia segera membuka tali yang terikat di dua tangan opa nya itu. Nada membantu Denail naik ke kasurnya. pria 69 tahun itu tampak sudah lesu, Nada yakin bahwa Sarah adalah dalang dari semua ini.
"opa istirahat dulu ya, nanti aku balik."
Denail mengangguk walaupun pelan.
Nada berjalan keluar kamar, ditutupnya pintu kamar Denail, kepalanya dia angkat, pertanda tidak takut pada wanita yang ada didepannya ini.
"Apa lo udah gila?" Tanya Nada pada Sarah yang seharusnya tidak dia tanyakan karena wanita didepannya ini memang nyatanya sudah gila.
Sarah menatapnya datar, "saya yang gila atau mama kamu yang pergi ke bar dan di hamili oleh mantan pacarnya sendiri!"
Plakkkkk.
Mata Nada memerah, tidak, bukan karena dia ingin menangis. Tetapi dia berusaha menahan emosinya agar tidak memuncak.
Nada mengangkat jari telunjuknya sambil menunjuk Sarah, "lo boleh hina gue, tapi jangan hina mama gue!"
Sarah memegang pipinya yang sudah memerah, tangannya melayang, hendak menampar Nada, tetapi Nada terlanjur menahan tangannya tersebut. "Lo nggak bisa nyakitin gue, karena gue anak haram! Gue anak setan yang bisa nyakitin lo lebih dari lo nyakitin opa!" Sebenarnya Nada tidak sudi mengatakan dirinya anak setan, tetapi itulah kenyataannya.
Sarah menarik tangannya, dia tersenyum meremehkan. "Tampaknya kamu lebih kuat sekarang. Anak haram yang tidak tau di untung! Anak yang tidak di inginkan di dunia ini!, gara-gara kamu, masa depan mama kamu hancur! Itu sebabnya dia sangat membemcimu."
Duaaarrr. Tepat sasaran.
Mata Nada sempat berkedip beberapa kali. Tetapi dia tidak ingin terlihat lemah didepan wanita gila ini. Nada mengangkat kepalanya, dia tersenyum samar.
"Saya memang anak haram, lalu kenapa?! Hah?!" Ucap Nada terasa pahit ditenggorokan.
"Anak haram yang lahir tanpa papa. Anak haram yang cantik, tumbuh tanpa kasih sayang papa dan mama. Apa kamu masih merasa pantas lahir didunia ini?!" Ucapan Sarah terdengar seperti hinaan.
Nada tertawa meremehkan. Tapi setelah itu wajahnya menjadi datar. "Lo nggak perlu ceritain tentang siapa gue, gue udah tau!. Dan gue terima itu."
Sarah mendorong tubuh Nada, membuat cewek itu tersandar dipintu kamar Denail, dia meringis pelan, tak ingin Sarah mendengar. Sarah berjongkok didepan Nada, mensejajarkan kepalanya dan kepala Nada.
"Sok berani, sok cantik, sok tegar, sok tau, keras kepala, kamu gak pantas lahir didunia ini!"
Nada menghela nafas gusar, dia lalu menjambak rambut Sarah, sambil menatap lurus wanita itu, "apa yang lo lakuin ke opa. Jawab gue!" Ucap Nada lalu melepas jambakannya dengam kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nethanada (Selesai)
Novela JuvenilNethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar. Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
