Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I see my future in your eyes
***
Dengan langkah panjang, Nethan berjalan ke kelasnya. Dalam berdoa dalam hatinya semoga Nada berada disana.
Nethan menghentikan langkahnya di ambang pintu kelas lalu memandangi setiap sudut kelas, tidak ada tanda-tanda Nada disana. Dia kemudian berjalan ke bangku Vania.
"Van, Nada bilang ke lo kalo dia mau kemana pagi ini?" Tanya Nethan dengan raut wajah serius.
Vania menggeleng pelan, Nada tidak menghubunginya pagi ini. "Enggak..emang kenapa?"
Nethan mengusap wajahnya dengan kasar, "gue jemput di rumahnya tapi nggak ada." Ucap Netham berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan kalau Nada menginap dirumahnya. Nanti Vania akan berpikir yang tidak-tidak.
Vania mengangguk paham, "ooh gitu. Mungkin dia lagi ada acara keluarga hari ini terus nggak sempet kasih tau lo." Vania mulai menebak.
Sebenarnya Nethan ingin tertawa mendengarnya, tetapi dia tahan. Bagaimana bisa mama Nada mengajak Nada ke acara keluarga. Mustahil.
Nethan mendesah pelan, kepalanya tak berhenti bergerak karena memikirkan kemana Nada pergi.
"Sabar pak bos, dia paling ke salon." Celetuk Aji bermaksud menghibur.
Vino heran di tempatnya, "kemaren-kemaren lo juga bilang ke salon. Emang Nada seminggu berapa kali ke salon?" Timpalnya.
Aji tersenyum kecut. "Gue cuma bermaksud mau hibur pak bos."
Vino mendecih, "segala lo."
"Jangan mikir dulu yang nggak-nggak Than, palingan bentar lagi dia datang ke sekolah." Ucap Vino kali ini pada Nethan.
Nethan mendengus, mereka tidak mengerti situasi saat ini. Seandainya mereka tau kalau Nada menginap di rumahnya karena mama Nada yang selalu menyiksa cewek itu, pasti Nethan dapat meminta bantuan mereka untuk ikut mencari Nada.
Nethan memukul mejanya, dia panik saat ini, bagaimana jika Veni merencanakan sesuatu yang jahat pada Nada. Atau bagaimana jika Nada diam-diam kembali pada Veni karena tidak mau menyusahkan Nethan dan keluarganya. Segala kemungkinan mulai bermunculan dikepala Nethan, kemudian dia teringat satu orang yang mungkin bisa membantunya.
Cowok itu segera berjalan dengan langkah cepat keluar dari kelasnya. Dia sempat berpapasan dengan Kevin di ambang pintu, tetapi Nethan memilih untuk mengabaikannya.