Nethanada➡13

5.4K 244 0
                                        

Sekarang sudah jam pulang sekolah, tetapi Nethan memilih untuk tidak langsung pulang melainkan singgah ke kantin karena kebetulan kantin belum ditutup.

Nethan muak dengan Nada yang bertingkah aneh sehari ini. Apalagi ketika Nada menatapnya dengan tatapan berbinar yang justru membuat Nethan ingin muntah. Seperti yang dilakukan Nada saat ini. Nethan duduk dikantin sambil menunggu pesanannya. Tetapi niat tampaknya Nethan tidak bisa makan jika Nada terus saja menempel padanya seperti di lem.

"Kaki lo udah nggak papa kan?, jadi gue bukan babu lo lagi. Tapi pac--"

"Stop. Mimpi lo ketinggian."

"Iya dan lo udah wujudin mimpi gue."

"Najis."

"Jangan jutek gitu nanti gue ada yang ambil."

"Amin."

"ihh Nethan kampret banget sih!"

Nada sudah berusaha untuk berhenti mengatakan Nethan kampret tetapi sepertinya tidak akan pernah bisa.

"Emang gue kampret, makanya jangan deket-deket sama gue."

"Kita kan pacaran, masa jauh-jauhan,"

"Gue pacaran sama ondel-ondel?, jangan mimpi mbreng."

"Panggil sayang, bukan gombreng."

"Serah gue!"

"Bentar pulang sekolah bawa gue ke rumah lo ya?"

"Ngapain?"

"Mau kenalan sama emak dan babe mertua."

"Lo kesupuran setan ganjen ya?, sana hush hush jangan deket-deket gue." Ucap Nethan sambil bergaya mengusir anjing. Memang dia pikir Nada anjing apa.

"Jangan angry angry deh, ntar jadi angry birds. Emang mau terbang-terbang nggak jelas gara-gara pengen nabrak pig?"

"Yang bikin gue marah emang siapa?!" Nethan berjalan keluar kantin. Kebiasaan deh meninggalkan Nada sendiri.

Susah yah berdialog dengan cowok gak punya hati. Nada mengumpat dalam hatinya. Kemudian berjalan mengikuti Nethan.

Nethan berjalan mengambil ranselnya dari loker, kemudian berjalan menuju toilet laki-laki. Nethan menyadari Nada yang sedari tadi mengikutinya.

"Lo mau ikut ke dalam?" Tanya Nethan ketika sudah berada didepan pintu toilet.

"Emang boleh?"

"Nggak boleh!" Jawab Nethan lalu dia menaruh ranselnya di depan tubuh Nada, membuat Nada refleks memegang ransel tersebut. "Pegang ini." Nethan kemudian mengeluarkan baju basketnya. Setelah itu dia masuk ke toilet meninggalkan Nada yang mendengus kesal. Selalu Nada dibuatnya seperti pembantu.

Tak selang beberapa menit kemudian Nethan keluar baju yang sudah diganti. Nethan terlihat lebih ganteng dengan baju basket tanpa lengan.

"Mau main basket?." Tanya Nada sembari berjalan mengikuti Nethan menuju lapangan dengan tangan yang masih memeluk ransel milik Nethan.

"Nggak. Mau berenang" ketus Nethan.

Nada mengerucutkan bibirnya, apakah Nethan tidak bisa bersikap baik padanya. Sekali saja.

Nada menggeleng-gelengkan kepalanya, menghilangkan pemikirannya yang tadi. Memangnya mengapa dia harus berharap Nethan akan bersikap baik padanya. Toh sedari dulu mereka memang tidak pernah berbaikan. Lagian semua hanya sandiwara, lalu mengapa Nada harus berharap lebih.

"Lo kenapa?" Tanya Nethan ketika melihat Nada yang menggelengkan kepala.

"Hehe, nggak papa." Nada menyengir.

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang