Nethanada➡43

5.3K 211 0
                                        

Sekarang aku yakin kalau hatiku tidak salah memilih mu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekarang aku yakin kalau hatiku tidak salah memilih mu

***

Nada masuk ke perpustakaan lalu duduk di salah satu bangku dekat jendela. Tatapannya mengarah pada lapangan basket dimana banyak siswa cowok yang sedang bermain disana. Kekesalannya pada Nethan karena tadi pagi belum kunjung hilang. Dia masih tidak suka melihat muka cowok itu ataupun Cesilia. Walaupun dia yakin kalau Nethan sudah membentak Cesilia di ruang seni tadi.

selang waktu dua menit kemudian, Nada merasa ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Dari aroma parfum yang menusuk hidungnya Nada tau siapa orang itu. Ya, orang yang membuat Nada ingin membela gunung menjadi dua. Siapa lagi kalau bukan Nethan.

Nada memilih mengabaikan cowok itu. Dia yakin kalau Nethan tidak akan banyak bicara. Karena Nada sengaja datang disini supaya Nethan tidak akan bicara banyak.

Nethan berdeham, Nada mendengarkan itu. Tetapi dia sama sekali belum menengok pada cowok itu.

"Leher lo nggak keram nengok ke sana terus?" Tanya Nethan seperti suara berbisik karena dia tau kalau dia ribut pasti ibu Helen akan memukulnya dengan rotan.

"Serah gue." Ketus Nada dengan suara pelan.

Nerhan menyunggingkan senyumannya. "Lo marah sama gue?"

"Nggak. Angry." Ucap Nada penuh penekanan.

"Ya udah sori."

"Oh."

Nethan kembali diam. Matanya menatap wajah Nada yang hanya terlihat sebelah. Otaknya berpikir apa yang harus dia lakukan agar cewek di depannya ini dapat memaafkannya.

"Gue udah bicarain Cesil buat nggak deket-deket sama gue."

"Bagus."

Nada menghela nafas berat. Dia benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa marah pada cowok disebelah ini.

"Terus nggak bakal ulangin lagi kan?! Lo nggak bakal bikin gue cemburu lagi?!" Ucap Nada lantang.

Membuat siswa-siswa disekitar mereka menatap mereka tidak suka. Tentu saja karena perpustakaan tempat membaca bukan tempat menyelesaikan masalah percintaan.

Ibu Hellen memukul rotannya ke meja, "siapa yang ribut itu?"

Nethan segera menarik tangan Nada lalu berjalan berjinjit keluar perpustakaan sebelum ibu Helen memergoki mereka. Nada tersenyum jail ketika sadar kalau dia sudah melanggar peraturan.

Nethan berganti menggandeng tangan Nada ketika sudah keluar dari perpustakaan. Senyuman Nada mengembang, dia menatap cowok di sampingnya ini, Nethan tau cara membuatnya tersenyum.

Nethanada (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang