Nethan itu benci sikap Nada yang tidak ingin mengalah dan selalu merasa benar.
Nada itu benci Nethan karena selalu merusak apa pun yang dia punya. Walau tidak semua sih. Tetapi tetap saja Nada tak suka!. Ditambah lagi mulut Nethan yang suka ceplas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ada rasa yang sulit tuk ku ungkapkan.
Menjulang tinggi ke atas.
Hingga pada puncaknya aku pun tersadar Aku mencintainya.
***
Hanya bunyi jam dinding yang menemani Nada sekarang ini. Mungkin leher Nada akan patah karena sudah pegal melihat terus ke atas ke arah jam dinding. Ini sudah jam tiga sore, seharusnya Nethan sudah pulang sekolah.
Sebenarnya Linda juga datang menemaninya tadi, selain Linda membawakannya makan, Linda juga bercerita banyak padanya tentang kisahnya dan Max waktu pacaran. Nada bersyukur karena mempunyai mama mertua sebaik Linda walaupun masih calon.
Tetapi jujur saja Nada tidak enak pada keluarga Nethan, dia merasa merepotkan keluarga ini. Seharian hanya dikamar, sedangkan Linda menyiapkannya makan, bahkan sesuai dengan selera Nada sendiri. Nada tidak ingin menjadi anak mertua yang durhaka.
Sekarang ini Nada benar-benar sendiri dirumah ini, Linda sedang mengikuti rapat disekolah lain, Max sedang pergi kerja dan Jesica yang pergi ke study tour. Harapannya tinggal satu yaitu Nethan.
Tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan Nethan dengan seragam putih abu-abunya. Nada tersenyum lebar, akhirnya pujaan hati sudah pulang.
"Gue kesepian nih, yang," ucap Nada manja.
Nethan duduk dikursi dekat kasur, "bicara lo lebay." Ketusnya.
Nada menghela nafas, Nethan tidak ada romantis-romantisnya sama sekali bahkan disaat situasi begini.
"Oke. Gue kesepian." Ucap Nada penuh penekanan.
Alis Nethan terangkat, dia lalu memandang sekeliling seakan mengecek sesuatu. "Masa? Disini ada penunggunya lo pasti ditemenenin tadi." Ucap Nethan santai.
Nada juga ikut memandang sekelilingnya, tiba-tiba dia merinding sendiri. Dia langsung berpindah di pangkuan Nethan, memeluk cowok itu. "Lo boong kan?" Tanya Nada dengan suara pelan karena dia menyembunyikan kepalanya didada Nethan.
Nethan mendorong kepala Nada dengan jari telunjuknya, "turun."