Bagian. 25

69 6 0
                                        

Maaf ya kalau Author sering typo, namanya juga manusia tak luput dari kesalahan😊😊








"ehemmm ehem pah sepertinya anak kita sudah dewasa" goda siska melirik ke arah sastra yang berada di belakang rea

Sastra tersenyum manis kepada semuanya, sedangkan rea melepaskan pelukannya

"waah bener mah anak kita udah dewasa, udah bisa bawa lelaki ternyata" goda rudi geleng geleng kepala

"mamah papah ihh ini temen rea!!" gerutu rea cemberut

"tunggu tunggu kayak kenal deh" siska memperhatikan wajah sastra lekat lekat

"wahh inimah anaknya ranti kan? Kamu sastra anak nya ranti kan?" tanya siska kaget

"hah ranti?" ucap rudi dan reyhand bersamaan

"iya pah rey, ituloh ranti temen SMA mamah sama papah dlu " ucap siska mencoba mengulang beberapa puluh tahun kbelakang

"maksud mamah tante ranti yang tinggal di Surabaya?" tanya reyhand

"iyaa rey pah ranti yang tinggal di Surabaya, dia pindah ke jakarta" ucap siska

"ohh ini anaknya sudah besar ya" rudi menepuk nepuk pundak sastra

"iyaa om saya sastra anak nya bunda ranti" sastra berjabat tangan dengn rudi dan tersenyum manis

"reyhand kaka nya rea" ucap reyhan dberjabat tangan dengan sastra

"iya bang, saya sastra temen rea"

"temen apa temen nih?" goda siska menyenggol sastra

"mahh ini temen rea" ucap rea tajam ke arah sang mamah

"yakan bisa saja teman jadi cinta ya kan mah?" reyhand ikut ikutan menggoda sang adik

"tau ah bete" rea memasang wajah cemberut dan menghentakan kakinya

"sudah sudah kamu ini siska reyhand jangan menggoda rea terus, kasian dia" ucap rudi tegas dan berwibawa

"nah ini baru papah rea yang paling the best" rea memeluk rudi dari samping

Sedangkan siska dan reyhand hanya cengengesan, reyhand rindu menggoda rea

Di dalam hati sastra iri dengan keluarga rea, ia rindu keluarga seperti ini, rindu sosok sang ayah, rindu sosok sang adik, rindu keluarga nya berkumpul kembali

"kita pulang sekarang saja, pak toro udah ngsih tau dia udah sampai" ucap  rudi

"sastra loh ikut kita aja" ajak reyhand merangkul pelan badan sastra yg sama tinggi nya dengan nya

"tidak usah bang, biar saya pulang saja"

"ehh nak sastra ikut aja dulu ke rumah kita rayain ke pulangan reyhand kita makan makan bakar bakar" ajak rudi

"iyaa tante setuju apa yang di omongin om kamu sas" seru siska tersenyum ke arah sastra

Sastra sempat berpikir dan menatap ke arah rea yang dri tadi diam
"apa ngeliatin gue? Suka?" tanya rea sinis

"geer banget, gue cuman mau nanya boleh gak gue kerumah loh?" ucap sastra

"karna loh udah anterin gue, sebagai rasa terimakasih gue ke loh, jadi loh boleh deh ikut gue ke rumah" ucap rea angkuh dengan tangan di lipat di depan dada

"om tante bang rey, saya ikut deh" ucap sastra yakin

"kamu ini sastra kenapa harus minta izin ke rea dulu sih, itukan rumah om bukan rumah rea, jadi boleh boleh saja" goda rudi terkekeh geli

-PLUTO-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang