Bagian.30

72 4 0
                                        

"mau latihan basket gak re?" tanya gesya yang sedang memasukkan buku buku kedalam tas nya.

Bel istirahat memang sudah berbunyi sekitar 5menit yang lalu, teman teman sekelas rea sudah keluar, hanya tersisa rea, gesya, dan lia.

"gak ah males, gue izin dulu deh" ucap rea malas

"kalau loh enggak gue juga enggak!" gunam lia antusias, ahh iya senang jika kali ini tak latihan basket, ia jadi bisa ke salon, atau mall.

"gue juga deh" gesya bersuara, sebenarnya gesya ingin latihan basket, karna basket hanya kumpul 2kali dalam seminggu, tapi ia tak mungkin latihan basket seorang diri, sedangkan kedua sahabatnya tidak,ahh itu tidak solidaritas namanya.

Mereka berjalan ke arah gerbang sekolah, berniat untuk pulang bareng, hingga suara menggelar dan menjulang tinggi itu mampu membuka rea, gesya, dan lia memberhentikan langkah nya

"TUNGGU!!" teriak devan dengan komplotannya di belakang, siapa lagi jika bukan leon, geo, dan sastra.

Hah? Sastra? Mengapa dia betah sekali bergabung dengan trio brandalan ini? Padahal dirinya pintar, ramah, dan tidak suka membuat onar.

"hayy" sapa leon dengan senyuman manisnya.

"apalagi nih anak" lia memutar bola matanya malas.

"sensi amat li" gerutu geo menoel dagu lia.

"issshh apa sih!!!" lia menepis tangan geo dengan kasar dengan wajah kesalnya menahan amarah.

"kenapa tuh anak ges?" tanya leon pada gesya, tak biasanya lia seperti tadi, biasanya juga dia akan tebar pesona sok kecakepana didepan cwo tapi ini sebaliknya.

"ada gebetan baru biasa" jawab gesya polod.

Geo, leon, lia dibuat terkejut dengan ucapan gesya barusan, bisa bisanya ia membeberkan rencana lia.

"apa sih ges isshh!!" gerutu lia menoyor puncak kepala gesya.

"HAH? Beneran ges?" kaget geo mata terbuka lebar.

"tanya aja sama orangnya! Jangan sama gue" gesya mengangkat bahunya dengan mata menatap ke arah lia sekilas.

Geo sontak mengalihkan pandangan nya dari gesya ke lia.
"Apa liatin gue?" tanya lia galak tatapan nya tak suka ke arah geo.

"lii? Beneran yang di omongin gesya? Loh ada gebetan baru? Kok loh tega sih ke gue?" tanya geo berbondong bondong.

"apa hak loh larang larang gue deket sama cwo lain? Loh siapa nya gue? Pacar juga bukan!" lia menatap geo galak.

"tapi li, gue mohon jangan berpaling dari gue yaa pliss pliss, gue bisa stress kalau loh tinggalin" geo memohon mohon kepada lia sampai sampai menggoyang goyangkan badan lia.

"lebay dah luh" devan memutar bola matanya malas melihat adegan drakor ala sahabat nya ini.

"emang siapa sih cwo yang berani rebut loh dari gue? Bilang li bilang! Biar gu hajar tuh mukanya sampai babak belur!" gunam geo nada nya tampak serius.

"apasih ah bukan urusan loh!" rea berjalan menuju mobil mendahului kedua sahabatnya malas sekali ia harus berdebat dengan geo, hatinga terkunci pada ketampanan reyhand.

"ges siapa cwo nya? Cepet bilang ke gue!" geo bertanya ke gesya, sedangkan gesya hanya memasang wajah datarnya, bingung harus bagaimana.

"gue gak tau. Maaf!" ucap gesya nadanya terdengar pasrah "gue duluan leon" gesya tersenyum simpul ke arah leon, laki laki yang sekarang dekat dengannya berhasil mengambil hatinya namun belum ada kepastian.

-PLUTO-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang