Jarum jam menunjukkan pukul 6:00 namun rea tak kunjung bangun, semalam ia dan devan pulang jam 10 malam, dan rea lupa jika dia mempunyai PR dengan terpaksa rea mengerjakan pr malam malam, dan berakibat dia harus bergadang demi sebuah tugas
'tok tok tok' pintu diketuk beberapa kali
"reaaaa cepat banguh sekolah" ucap suska berusaha membangunkan anak gadis nya dari kebiasaan buruknya
"reani astagfirullah kamugak denger mamah? " teriak siska sekali lagi
" berisik mah! " teriak rea di dalam kamar, berusaha bangkit dari tidurnya
"bangun reani tri rezzalan!!" gerutu siska
"iya iya 5 menit lagi mah" jawab rea
"5 menit kamu tuh 5 jam!!! Cepat bangun atau mamah terus teriak disini?"
"iya mamah siska yg bawel nya minta ampun iya rea bangun!" teriak rea prustasi, kali ini dia benar benar bngun lalu beranjak menuju kamar mandi
"anak kamu ini mas susah sekali bangun pagi" gerutu siska ketika melihat rea berjalan menuju meja makan
"anak kamu juga, kamu kan ibu nya" ucap rudi tak mau kalah
"tapi kan kamu papah nya, bosen harus teriak teriak bangunin si rea" gerutu siska sambil mengambil nasi untuk rudi
"terus aja terus gakmau ngakuin rea sebagai anaknya, rea bukan anak mamah papah tapi anak hasil nemu dikolong jembatan " gerutu rea dengan wajah ditekuk
Siska dan rudi pun saling berpandangan dan tidak lama kemudian tawa mereka pecah
" hahahaha papah sama mamah becanda kali sayang" ucap siska dengan sesegukan menahan tawa
"mana mungkin papah gak ngakuin anak kesayangan papah yang cantik dan pinter ini" goda rudi sambil mencubit pipi kiri rea
"tadi aja gak mau ngakuin rea sebagai anaknya, Sekarang aja so soan goda rea, mamah sama papah tuh labil yah" ucap rea dengan wajah msih ditekuk
Rudi dan sisja hanya cengengesan menahan tawa, menggoda rea adalah hobi baru keluarga kecil ini
"pah mah rea berngkat assalamualaikum " ucap rea lalu berlari kecil keluar tanpa menciun punggung tangan orangtuanya
" lihat anak kamu ngambek lucu ya" goda siska
"anak kamu juga" ucap rudi tak mau kalah
30 menit rea menyusuri jalanan ibu kota, lama? Tentu saja karna pagi hari selalu macet, entah kapan ibu kota akan berhenti macet, yang jelas rea benci berlama lama di jalan
"pa rea masuk dulu, assalamualaikum" ucap rea kepada Pa Toro ketika sampai di depan gerbang.
"iya neng" jawab Pa toro
Rea pun menyusui komoditas sekolah, tak mengganti orang orang yg mantap rea menyapa rea, ataupun memofoto nya rea hanya memasang wajah datar seperti biasa
"pagi rea" sapa gesya ketika menyusul rea di kolidor
"hmmm" gunam rea
"gimana kencan loh sama devan kemarin? Lancar gak? " tanya gesya
" hah? Tunggu tunggu ko loh tau sih gue jalan bareng devan? Loh gak ikutin gue kan? " tanya rea kenaikan sebelah alisnya
"dih amit amit gue ikutin loh, yaa enggak lah, gue tau dari leon, yaa mungkin devan cerita ke leon"
Rea pun hanya ber oh ria
"eh dodol gue nanya, lancar ga?" tanya gesya sekali lagi sambil mentor puncak kepala rea
KAMU SEDANG MEMBACA
-PLUTO-
Roman pour AdolescentsIni bukan cerita bad boy dan bad girl yang bertemu lalu jatuh cinta, ini hanyalah cerita anak SMA yang berusaha mencari kembali kepingan hati yang hilang ditelan waktu.
