Bagian.29

67 4 0
                                        

"Re? Kantin yuk?" tanya Gesya ketika bel istirahat baru saja berbunyi.

"Iya," jawabnya simple.

Mereka berjalan kearah kantin, hingga ada satu gadis cantik berambut panjang lurus yang tengah berlari menabrak Rea yang berada ditengah-tengah.

*Bukk*

"Duh, maaf ya maaf," ucap gadis itu.

Rea, Gesya, dan Lia serasa tidak asing lagi dengan wanita di hadapan nya ini.

"Iya," jawab Rea simple.

"Kenalin gue Santi," wanita tadi yang menabrak Rea menyodorkan tangannya ke arah Rea.

Rea membalas jabat tangan Santi, "Reani," ucap Rea. Tak ada senyum sedikit pun ia hanya memasang wajah datar.

Tangan Santi berpindah kearah lia dan gesya bergantian
"nataslia padilla" ucap lia tersenyum manis
"gesyaviani mandari, panggil aja gesya" gesya hanya tersenyum tipis sangat tipis

"boleh minta bantuan gak? Ruang kepala sekolah dimana ya?" tanya santi celingak celinguk mencari ruang kepsek

"dilantai paling atas deket ruang guru" ucap gesya datar

"yaudah jadi gak ke kantin?cepet" rea meninggalkan yang lain, iya berjalan lebih dulu, males sekali melihat wajah so cantik santi

Rea sangat mengenali wanita tadi, wanita yang mencium pipi sastra sicafe, rea benci wanita tadi
"so cantik muka pas pasan juga, masih cantikan gue" gerutu rea dalam hati dengan wajah kesalnya

"reee cepet banget loh jalan nya, capek gue ngejar nya" cerocos lia langsung duduk di samping rea

"pesen sana, gue sekalian pesenin jus jeruk" perintah rea

"capek kali re baru juga duduk" lia memasang wajah lesuh nya, lebay sekali baru berlari beberapa meter saja sudah lelah, bagaimana berjalan 1km

"lebay banget sih loh baru jalan segitu juga, gimana kalo 1km pingsan loh? Cpet pesenin ah" ucap rea sinis ke arah lia

"udah udah biar gue aja" Gesya berdiri dari duduk nya berjalan memesan makanan nya dan teman temannya

Rea hanya menekuk wajahnya, mood ia benar benar hancur saat melihat wanita yang telah menyakiti hatinya secara tidak langsung

"ree loh kenapa sih? Dari tadi marah marah mulu, tuh muka kek belum di setrika aja" cerocos lia aneh kepada rea

"gak" jawabnya simple jutek

Gesya datang dengan menenteng makanan yang mereka pesan
"nih makanan loh, nyonya!" Gesya menyodorkan makanannya ke arah Rea.

"Apasih, nyonya-nyonya?!" ucap Rea sinis dan jutek ke Gesya.

"Abisnya, lo dari tadi marah-marah sama nyuruh-nyuruh gue terus! Gue kira lo lagi pms," jawab Gesya sambil menyantap makanannya.

"emang loh kenapa sih re? Udah kayak singa mau nerkam mangsa nya aja nyeremin" tanya lia terfokus ke makanan dihadapannya ini

"loh tau gak sih cwe tadi?" tanya rea

"iya gue tau, dia cwe yang pas di cafe sama sastra kan?"

"iyaa, enek pkonya gue sama dia, so soan pake cium cium si sastra segala, murahan banget" gerutu rea dengan nada yang tak bisa digambarkan kan, tinggi namun kasar seperti itulah.

"jadi loh cemburu sama si santi? Hak loh apa ngelarang ngelarang dia dket sama si sastra? Jangan jangan loh suka sama sastra yaa?" tanya gesya

"eh... Ehh... Enggaklah.... Maksud gue tuh bukan gitu" rea gugup wajah nya terlihat kepanikan, ia lupa jika dia belum menceritakan tentang kedekatan nya dengan sastra

-PLUTO-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang