Bagian.38

46 1 0
                                        

"selamat pagi anak anak! Sudah siap olahraga?" tanya pak rizky, guru PJOK sekaligus guru tertampan dan termuda di sekolah ini.

Senyumannya membuat para murid memekik kegirangan, ada yang memasang ekspresi lebay seperti lia,ada yang senyum senyum sendiri sambil memperhatikan pak rizky, dan ada yang cuek bebek seperti rea.

Disekolah kalian pasti punya bukan guru tampan dan masih muda? Hampir seluruh sekolah memiliki guru seperti pak rizky ini.

"SIAP!" para murid XI ipa 1 nampak bersemangat menjawab pertanyaan pak rizky, apalagi lia yang sudah kegatelan setengah mati.

"baiklah pihak cwe silahkan tunggu di luar lapangan terlebih dahulu, saya ingin melihat laki laki nya bermain basket, setelah itu baru perempuan nya. Paham!?" ucap pak rizky sedikit berteriak, dengan tangan memegang dua bola basket.

"PAHAM PAK!" gunam mereka semua.

Pihak perempuan pun berjalan ke area luar lapangan, menunggu giliran untuk bermain bola. Rea sangat senang jika olahraga kali ini menyangkut basket, ini adalah sakah satu kelebihan nya.

Lia berteriak histeris menyemangati pak rizky, tak hanya lia ada juga beberapa murid yang menyemangati pak rizky.

"kebalik bloon!" gesya menjitak kepala lia, otomatis lia meringis kesakitan, terlebih lagi ia belum siap dengan jitakan gesya, karna ia sedang berteriak.

"apa sih ges! Ganggu aja! Gue lagi liatin pangeran nih" ucap nya lebay tanpa melirik gesya sedikit pun.

Ia hanya fokus memperhatikan pak rizky, bertepuk tangan sambil berteriak. "semangat bapak ganteng! Lia disni!" seperti itulah teriakan nataslia Padilla.

"dimana mana juga nyemangatin pemainnya, bukan wasit nya!" gerutu gesya yang berada disamping lia.

"suka suka gue dong ah! Berisik loh!"

Gesya hanya memutar bola matanya malas. Dan rea hanya jadi penonton baik antara kedua sahabat nya ini.

Hingga beberapa menit kemudian permainan pihak laki laki selesai, sekarang gantian pihak wanita yang akan main.

"kalian semua cepat kesini!" teriak pak rizky menunjuk ke arah pihak wanita yang sedang duduk di pinggir lapangan.

Lia yang terlebih dahulu berlari kearah pak rizky, rea dan teman teman yang lain hanya mengikuti langkah lia.

"siap pak!" ucap lia genit, mengedipkan matanya sebelah ke arah pa rizky.

Posisi lia saat ini disamping pak rizky, lengan nya dengan lengan pak rizky hampir bersentuhan.
"siap apa lia?" tanya pak rizky, mengangkat alis nya sebelah.

"siap luluhin hati bapak! " ucap lia tak tahu malu dengan nada genit nya menyenggol lengan pak rizky.

Para murid yang lain pun menyuraki lia." HUHHHH!!" dan lia hanya cuek bebek tak menanggapi.

" yey! Dasar gak tau mau!" gerutu gesya menyenggol lia.

"yaudah kita bagi dua kelompok, sesuai absen kalian! Ingat kan urutan absen kalian?" tanya pak rizky menatap satu persatu muridnya.

"ingat pak!" jawab mereka serempak.

"laksanakan sekarang! Kelompok satu disana! Dan dua disana! Ketua tim suit! Untuk tau siapa yang akan main duluan!" perintah pa rizky tegas.

Semua nya berhamburan. Rea dan Lia masuk ke kelompok 2, sedangkan gesya kelompok satu. Semuanya sudah memilih ketua tim masing masing dan ketus tim 1 adalah gesya, dan kelompok 2 rea.

Rea dan Gesya nampak tenang, mereka berhadapan dan mulai bersuit. Hasilnya adalah tim Rea yang menang, berarti tim Rea yang akan mendapatkan bola.

-PLUTO-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang