Aya pun bergabung kembali bersama teman - temannya. Kedatangannya langsung disambut dengan kerusuhan teman - temannya yang meminta penjelasan tentang kejadian barusan.
"uda kaya adegan Bollywood aja pake kejar - kejaran" goda Gian
"ih, apaan sih,gi !"
"yang tadi Yuta, kan? Lo kenal, ya?" tanya Mila
Aya menghela nafasnya, "jadi gini.. Yuta itu pacar gue waktu SMP dulu"
"katanya kemarin lo gak kenal" ujar Gian
"gue juga baru tau semalem pas teleponannya sama adel"
"ini yang pacaran lo apa adel sih?" tanya Mila kesal
"yaaa kan uda lama. Jadi gue lupa"
"terus tadi dia ngapain ngejar lo?" tanya Dinda
"yaaa... dia nanya.. kenapa gue ngindarin dia?"
Dinda langsung menjentikkan jarinya, "tuh kan ! jangan - jangan dia liat kita tadi pagi di kantin !"
Aya mengangguk
"lagian elo sih, gue bilang biasa aja ya biasa aja" ujar Dinda
"terus gimana dong?"
"gimana apanya?" tanya Dinda, Gian dan Mila bergantian
"tadi sebelum pergi dia bilang mau ke rumah besok"
"mau berangkat kuliah bareng kali" sahut Gian
"besok kan tanggal merah" kata Mila
"oh, iya" Gian terkekeh
"lo mau dibawa jalan tuh, ya" sahut Dinda
Jawaban Dinda memang yang paling masuk akal. Tapi rasanya Aya belum siap untuk itu. Ia bahkan lupa bagaimana dia dulu saat pacaran dengan Yuta. Wajah Yuta yang dulu pun ia sudah lupa. Ia menjambak rambutnya sendiri karena bingung.
***
Biasanya Aya tidak pernah bangun pagi saat hari libur. Namun hari itu berbeda, usai solat subuh Aya tidak tidur lagi seperti yang biasa ia lakukan saat hari libur, justru ia sibuk melakukan gerakan olahraga - olahraga ringan di depan rumah.
"tumben kamu olahraga" kata Adi yang merupakan ayah Aya
"ayah mau sepedaan?"
"keliling komplek bentar, mau dibonceng?"
Aya menggeleng, dan Adi pun segera memacu sepedanya.
Setelah melakukan olahraga ringan, Aya segera mandi dan bersiap - siap. Dia memilih beberapa baju dari mulai jumpsuit, hoodie, dan beberapa jenis baju lainnya. Untuk memilih baju saja dibutuhkan waktu hampir setengah jam bagi Aya. Dan akhirnya karena lelah memilih, pilihannya pun jatuh pada baju berwarna moka berbahan sifon dan rok boho panjang dengan perpaduan warna coklat dan merah.
Aya melihat penampilannya dicermin, "kok gue jadi ribet gini ya" cibirnya pada diri sendiri
Suara knop pintu yang turun mengagetkannya, "ngagetin aja,bunda", katanya begitu melihat wanita bernama Ayu yang merupakan bundanya itu berdiri diambang pintu
"ada temen kamu"
"sebentar,bund"
"gebetan ya?"
"ih, bunda apaan sih"
Ayu hanya terkekeh lalu meninggalkan kamar Aya dan membiarkan pintu kamarnya terbuka.
Aya segera mengambil tasnya, sempat diliriknya jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 9 pagi. Sesekali ia berlari kecil ke ruang tamu untuk menghampiri teman yang akan ditemuinya itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Yuta. Aya mengambil nafas panjang begitu melihat Yuta tengah menikmati tehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FORELSKET
Teen Fiction"ih, parah banget sih lo sama nama pacar sendiri lupa" Bukan salah Aya jika ia melupakan Yuta, terakhir kali mereka bertemu adalah 5 tahun lalu dan setelah dua minggu berpacaran, Yuta pindah sekolah tanpa ada kabar setelahnya. Setelah 5 tahun , ia...
