Cold boy :: dua

7.8K 621 104
                                        

[Jangan lupa follow akun gue ya guys<3]
Vote dan komen sebanyak-banyaknya, se gemes gemes nya biar aku pecaya diri.
love u all🤍🕊

🦋

(Namakamu), Zidny, Steffi dan Salsha sedang berada dikantin. Keempatnya kini sedang tertawa bersama sembari memakan makanan yang dibelinya.

Saat sedang seru-serunya bercanda tiba-tiba saja ada yang melempar kotak bekal ke meja yang mereka tempati.

BRAK

"Maksud lo apa?" ketus laki-laki yang melempar bekalnya, "lo ngasih gue begituan buat ngehina kalo gue gak punya duit buat makan dikantin?" lanjutnya dengan nada tinggi.

"Enggak bukan gitu kok maksud aku," ucap (namakamu) merasa tidak enak hati.

"Gue udah peringatin buat gak ngasih gue sampah kaya gitu lagi, tapi lo masih aja ngasih gue sampah itu. Lo punya telinga kan?" tanya seseorang itu lagi.

"Maaf baal," ucap (namakamu) menundukkan kepalanya.

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, seseorang yang terang-terangan (namakamu) sukai.

"Cih, gak guna lo." ketus Iqbaal lalu mengambil kotak bekal tersebut dan menumpahkan isinya ke dekat kakakinya, "makan!" perintah Iqbaal menyuruh (namakamu) memakan makanan yang sudah ia tumpahkan.

Keempat perempuan itu membelalakan matanya, sementara orang-orang yng ada di kantin menyorakinya.

"Makan"

"Makan"

"Makan"

(Namakamu) menundukkan wajahnya dan hanya diam bergeming.

Iqbaal menarik (namakamu) dengan kencang hingga terjatuh mengenai isi bekal yang tadi Iqbaal tumpahkan.

"Kalau cewek ini makan bekal yang dia buat sendiri, hari ini dan besok lo semua gua bayarin makan dikantin." ucap Iqbaal lantang.

Semua orang bertepuk tangan dan meneriakinya untuk makan.

"Iqbaal! Apa-apaan sih lo." ucap Zidny mendorong bahu Iqbaal.

"Ck, ngapain sih lo belain dia? Lo kan saudara gue Zid, harusnya lo itu ngebela gue bukan cewek aneh ini" Ucap Iqbaal menunjuk (namakamu).

Ya, memang Zidny adalah saudara Iqbaal. Bundanya Iqbaal dan Bundanya Zidny ini adik kakak.

"Pergi gak!" ucap Zidny keras.

Iqbaal berdecak kesal lalu pergi keluar dari kantin.

Semua orang yang tadi menyorakinya membubarkan diri dan kembali kekelas masing-masing dikarenakan 5 menit lagi akan memasuki jam kelima.

Zidny, Steffi dan Salsha membantu (namakamu) dan membersihkan kotoran yang menempel di seragam (namakamu).

"Makasih ya," ucap (namakamu) kepada teman-temannya.

"(Nam) masih berjuang?" tanya Steffi.

"Kamu tau jawabannya steffi," ucap (namakamu) dengan senyum yang mengatakan seolah ia baik-baik saja.

"Zid, seharusnya kamu gak usah marah-marahin Iqbaal kan kasian dia. Kamu juga jadi berantem kan," ucap (namakamu) lagi memegang bahu Zidny.

"Ah lo mah terlalu baik" ucap Zidny kesal dengan (namakamu).

"Udah yuk, gue takut udah masuk nih." ucap Salsha yang melihat kantin sudah sepi.

Keempatnya pun menuju kelas mereka.

🦋

Keempatnya memasuki kelas XI MIA 2 lalu duduk ditempatnya masing-masing.

(Namakamu) dan Zidny duduk di barisan paling belakang sedangkan Steffi dan Salsha didepannya.

"Guys, hari ini Pak Arki gak masuk. Nah kalian disuruh membuat powerpoint satu kelompok 4 orang ya harus dua cewek dua cowok oke." ucap Daren si ketua kelas

Semuanya hanya mengangguk paham.

"Yah masa harus cewek cowok! Gue kan mau sama lo pada," kesal Salsha.

"Iya sama gue juga," ucap Zidny.

Tiba-tiba saja Aldi, Devano, Iqbaal dan Abidzar mengampiri keempatnya.

"Sal, kamu bareng aku sama Devano ya." ucap Aldi.

"Oke," ucap Salsha.

"Yah nyamuk gue, bukannya kerkel malah pacaran lagi." sindir Steffi.

"Nah, Iqbaal sama Abidzar bareng gue aja" Ucap Zidny.

"Gue sih ayo" Ucap Abidzar

"Baal?" Tanya Zidny.

"Bisa gak tuh cewek jangan sama kita?" Tanya Iqbaal tanpa melihat (namakamu).

"Gak bisa" Ucap Zidny dengan penekanan.

"Ck, males gue" Ucap Iqbaal.

"Yaudah kalo lo gak mau, gue bisa ajak yang lain" Ucap Zidny.

"Iya gue mau," ketus Iqbaal.

Zidny tersenyum meremehkan.

Keempatnya kini berada di paling pojok dimana Iqbaal dan Abidzar menduduki tempat Steffi dan Salsha.

"Bawa macbook kan?" tanya Zidny kepada (namakamu).

"Iya aku bawa kok," ucap (namakamu) yang langsung mengambil macbook di tasnya.

"Langsung kerjain aja kan?" ucap Abidzar.

"Iya, biar selesai sekarang," ucap Zidny.

"Baguslah, jadi gue gak usah kerkel bareng cewek aneh." ucap Iqbaal dengan nada tidak sukanya.

(Namakamu) hanya terdiam.

(Namakamu), Abidzar, Iqbaal dan Zidny benar-benar fokus mengerjakan powerpointnya.

Kurang lebih 1 jam mereka pun selesai dengan tugasnya.

"(Nam) nanti jadi kerumah gue kan?" tanya Zidny.

"Jadi kok," ucap (namakamu).

"Yes," pekik Zidny senang.

"Heh! Apa-apaan lo bawa nih cewek ke rumah gue." kesal Iqbaal menunjuk (namakamu). Seperti biasa, (namakamu) hanya diam di perlakukan kasar oleh Iqbaal.

[fyi : Bunda dan Ayahnya Zidny sudah meninggal karena kecelakaan pesawat yang dialaminya. Jadi mulai hari itu, ayah dan bundanya iqbaal mengangkan Zidny sebagai anak mereka]

"Dia tamu gue, lu gak usah ikut campur ya." ucap Zidny Kesal

Iqbaal hanya berdecih lalu meninggalkan kelompoknya.

"(Namakamu) semangatt, kalo udah nyerah, belok ke gue aja." ucap Abidzar menggoda (namakamu).

(Namakamu) hanya tersenyum tipis.

"Ah udah ya Zid, gue nyusul Iqbaal dulu." ucap Abidzar dibalas anggukan oleh Zidny.

Abidzar pun lari mengejar Iqbaal.

🦋

Zidny dan (namakamu) berjalan bersama, hari ini hanya mereka berdua yang bermain bersama dikarenakan Steffi ada jadwal photoshoot dan Salsha harus menemani bundanya berbelanja.

Zidny dan (namakamu) sudah berada di mobil Zidny keduanya pun menuju rumah Zidny.

"(Nam) nanti ajarin gue fisika ya, bingung banget gue gak ngerti." ujar Zidny.

"Oke deh," ucap (namakamu).

🦋

Part 2 ini gimana menurut kalian? Please gue butuh kepercayaan diri gue bangkit:(

Cold BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang