Cold boy :: lima satu

3.8K 377 85
                                        

[DON'T FORGET TO FOLLOW]

HAI SORRY BGT NGARET MULU YA GUE
HEHE
MAAF YA IDE NYA LAGI KOSONG BGT HUHU
JADI MAAF KALO UP NYA GA KONSISTEN

⚠️BTW BACA PENGUMUMAN DIBAWAH⚠️

🦋

Abidzar dan yang lain kini tengah berada di ruang makan, ketujuhnya menyantap hidangan sambil asik bercanda dan tertawa. Kecuali satu laki-laki yang hanya memakan makanannya tanpa sambil menatap kosong piring didepannya, moodnya sudah terlalu jelek hari ini.

"Hei, kenapa?" tanya (Namakamu) yang kini mengelus bahu Iqbaal, Iqbaal menggeleng tanpa menatap (Namakamu) lalu menlanjutkan makannya.

Semua yang menyadari keterdiaman Iqbaal hanya diam, mencari topik seru agar dapat mencairkan suasana hening ini.

"Udah makan lagi ges makan, nambah kalo bisa. Umi gue masak banyak banget hari ini."

"Asik makan banyak."

"Najis lu mah emang kelaperan di."

"Malu-maluin kamu!"

Aldi mengecutukan bibirnya.

🦋

"Abii aku pulang yaa," ucap (Namakamu) yang kini sudah berada di dalam pelukan Abidzar. Abidzar mengangguk menggesekkan pipinya pada rambut (Namakamu). "Hati-hati."

Keduanya melepas pelukan itu, Iqbaal sedari tadi membuang pandangannya. "Baal, titip ya." Iqbaal hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.

"Dadah Abi, salam buat Umi ya." (Namakamu) melambaikan tangannya sambil berjalan menyusul Iqbaal yang kini sudah dekat mobilnya.

"Iya nanti aku salamin," ucap Abidzar sedikit berteriak.
Kemudian jempol kecil milik (Namakamu) terlihat diatas pagar rumahnya, hanya jempolnya dan dapat membuat Abidzar tertawa pelan lalu ia kembali masuk ke dalam rumahnya.

Iqbaal dan (Namakamu) kini sudah berada di perjalanan menuju Mansion (Namakamu). Iqbaal sedari tadi hanya diam membuat (Namakamu) menatap laki-laki itu.

"Kamu kenapa?" tanya (Namakamu) kepada Iqbaal. Lagi-lagi Iqbaal ganya menggeleng pelan. "Baal, cerita sama aku."

"Gak apa-apa,sayang."

"Berhentiin mobilnya." Iqbaal yang mendengar ucapan itu mengernyitkan alisnya bingung. "Ngapain?"

"Berhentiin dulu, aku mau denger cerita kamu." Iqbaal menghela nafasnya. "Dikit lagi sampe Mansion kamu, namti aja ya?" (Namakamu) hanya diam tidak mengangguk pun menggeleng.

Setelah 20 menit yang menurut (Namakamu) sangat lama ini, kedunya pun sampai di kediaman keluarga (Namakamu). Setelah memberhentikan mobilnya di depan pintu utama Mansion, keduanya keluar membiarkan bodyguard yang memarkirkannya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cold BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang