Cold boy :: lima puluh

3.7K 422 44
                                        

[DON'T FORGET TO FOLLOW]

Haiii hehe tumben bgt nih gue mau up pagi wkwkw

Btww mau nanyaaa

Kalian tau cerita ini darimana?

Tau akun aku dari cerita yang mana?

Yuk jawab yuk kepoo

🦋

(Namakamu) dan Iqbaal sudah berada di dalam ruang kerja (Namakamu) yang disana terdapat juga Ka Jovita yang sedang duduk di kursi kerja (Namakamu) sementara gadis itu dan Iqbaal berada di sofa.

"Jadi gimana ka? Kira-kira maksimal launching new menu kapan ya?" tanya (Namakamu), yap mereka kesini karena Ka Jovita memberi tahu (Namakamu) bahwa boss kecilnya itu harus segera mengeluarkan menu baru. "Bulan depan kayaknya boss, tapi lebih cepat lebih baik." (Namakamu) mengangguk, Iqbaal sedari tadi hanya mendengarkan sambil misuh-misuh di punggung (Namakamu).

"Kamu udah ada ide mau bikin apa?" tanya Ka Jovita. (Namakamu) mengngguk ragu. "Kayaknya sih ada Ka, dan kemungkinan dingin."

"Dingin?"

"Mocchi? Kita gak punya cake-cake atau cookie dingin gitu kan?" Ka Jovita mengngguk. "Ada penambahan topping di gelato juga kayaknya ka, aku mau coba kasih topping berbau taro gitu."

"Ah iya aku setuju sih, kamu pikirin konsepnya dulu aja kali ya, aku bantu juga nanti. Kalo soal rekap biar aku langsung selesaiin datanya aja, 1 bulan ini kamu pikirin konsep aja. Oke Boss kecil?" (Namakamu) terkekeh sambil mengangguk.

Keduanya lanjut ke pekerjaannya masing-masing. (Namakamu) menolehkan wajahnya kearah belakang melihat kepala Iqbaal yang sedari tadi bergerak tak beraturan, misuh-misuh gak jelas. "Laper?"

Iqbaal yang sedang memejamkan matanya menghirup dalam-dalam aroma dari punggung (Namakamu) lantas membuka matanya dan menatap kedua bola mata kesukaannya. "Lumayan, mau nasi goreng. Ada gak?" (Namakamu) menggeleng. "Aku gak jual makanan kaya gitu Baal!"

Iqbaal mengerucutkan bibirnya. "Mau nasi yang, laper." (Namakamu) mengangguk. "Nasi goreng kebon sirih mau?" Iqbaal yang sudah kembali misuh-misuh hanya menganggukkan kepalanya, Ka Jovita yang melihat sifat manja Iqbaal hanya terkekeh. "Biar aku aja yang pesenin, rada aneh juga kalo pesen gojek ke alamat bakery kaya gini," ucap ka Jovita saat (Namakamu) sedang mengotak-ngatik ponsel gadis itu.

"Oke Ka, makasih ya ka Vit." Ka Jovita mengangguk lalu keluar dari ruangnnya mengecheck toko.

Iqbaal terduduk tegap dengan tiba-tiba lalu mengerucutkan bibirnya, sungguh seharian ini Iqbaal manja total.

"Kenapa lagi sih kamuu, bibirnya maju terus!" (Namakamu) menarik bibir Iqbaal gemas. "Kenapa sih ga bisa dicium ajaaa!?" ucap Iqbaal ngelantur.

(Namakamu) memukul pelan lengan Iqbaal. "Sakit!" (Namakamu) terkekeh lalu kembali menatap Macbooknya. "Udah dong! Kamu dari tadi cuekin aku lho!"

"Ini bentar lagi serius baal, sabar." Iqbaal diam membuang pandangannya sebal, (Namakamu) menatap Iqbaal lalu terkekeh pelan. Ia melanjutkan kerjaannya karena memang hanya tinggal dikit lagi untuk menyelesaikannya.

8 menit kemudian, (Namakamu) menyelesaikan pekerjaannya lalu menatap Iqbaal yang masih masih membuang mukanya dengan tubuh yang bersandar di sofa. (Namakamu) membawa kepala Iqbaal kedekapannya dengan kepala laki-laki itu yang menempel pada dada terbuka (Namakamu). "Udah jangan ngambek terus, kaya bayi aja ngambeknya seharian."

Cold BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang