[DON'T FORGET TO FOLLOW]
jujur sibuk bgt woi gue capek:)
trs beres2in barang buat pindahan:)
jadi maaf banget yaa kalo ngaret
so sowwy guys😭
🦋
Pulang sekolah, (Namakamu) dijemput oleh Arkan. Kini keduanya telah berada di mobil Arkan. "Ngapain masih deket-deket Iqbaal?"
(Namakamu) menatap Arkan yang tiba-tiba membahas Iqbaal. "Eng-enggak kok Bang."
"Jangan kira abang gak tau ya, abang sedih kalo kamu gak mau ikutin apa kata abang."
(Namakamu) menunduk. "Maaf ya bang." Arkan terdiam menatap lurus jalanan didepannya.
(Namakamu) merasa bersalah sekarang.
Sesampainya di Mansion, (Namakamu) langsung memasuki kamarnya. Tadi Arkan masih mendiaminya dan ia pun tidak tertarik untuk mampir.
Tling...
MESSAGE
Iqbaal
sayang kangen❤️
(Namakamu) membaca pesan Iqbaal melalui push notifikasinya, tidak berniat sedikit pun untuk membalasnya. Ia hanya tidak mau membuat Arkan semakin kecewa.
(Namakamu) memilih menghubungi Abidzar. Ia ingin bercerita tentang masalah ini kepada laki-laki itu.
"Abiiiii."
"Apa sayanggggggku."
"Yeeu modus kamu!"
"Hahaha, emang tau arti modus apa?"
"Tauuu donggggg, aku 'kan udah gede."
"Iya deh yang udah gede."
"Abii udahh dong jangan iseng, aku mau cerita."
"Mau cerita apaa sih? Kayaknya serius banget."
"Bang Arkan, dia marah sama aku."
"Marah? Arkan bisa marah sama lo?"
"Bisa Abiii tadi dia marah sama aku karena aku deket-deket Iqbaal."
"Kan gue bilang tadi."
"Lagin aku kasian sama Katya, dia 'kan gak punya temen."
"Sorry nih ya, tapi gue liat-liat kayaknya Katya bukan orang yang baik."
"Kamu jangan menilai jelek dulu dong, kamu 'kan belum tau dia orang seperti apa."
"Iya sih, tapi gue mau lo hati-hati ya."
"Iya, siap."
"Ya udah, mending sekarang lo telphone Arkan terus minta maaf. atua enggak ke rumahnya aja."
"Oke deh, makasih ya Abi udah mau denger curhatan aku."
"Sama sama bebeb."
"Geli ih!!"
Abidzat terkekeh. "Ya udah gue tutup, mau bantuin Kakak gue foto endorse dulu hehe."
"Okey, salam buat Ka Diba. Semangat Abiii."
"Jadi tambah semangat, hehe. Makasih ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Boy
FanfictionJangan pernah lupa kalau manusia punya batas lelah dan sabar
