Author PO'V
Rumah Adri
Fadilah pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, yang sebelumnya dia telah meminta tolong pada pak Udin untuk membawa belajaannya ke dapur.
"Assalamu alaikum, aku pulang. Hmm, pak, tolang bawakan ke dapur ya."ucap Fadilah sambil membuka pintu rumah kemudian pinta Fadilah pak Udin yang mengekorinya.
"Iya nak"jawab pak Udin, kemudian berlalu ke dapur
"Dari mana?"tanya Adri pada Fadilah tanpa menjawab salam, yang duduk di ruang tamu, hanya menghiraukan pak Udin yang menuju ke dapur sambil membawa barang belanjaan
"Dari belanja kak"jawab Fadilah
"Belanja kok lama banget"ucap dingin Adri
Fadilah yang menebak akan apa yang terjadi pun langsung menunduk takut
"KAU DARI MANA, KENAPA BERBELANJA LAMA SEKALI, HAH!!??"tanya bentak Adri
"Maaf kak, tadi setelah aku belanja, aku pergi sholat Ashar"jawab takut Fadilah tanpa melihat lawan bicaranya
"Oh, begitu ya"jawab dingin Adri dengan senyum misteriusnya
"I-iya kak"jawab gagap takut yang masih menunduk
Adri yang kesal dengan Fadilah, langsung menyeret Fadilah ke gudang.
Di gudang
"kak, ampun kak, maafin aku kak"jawab Fadilah menangis dan memohon pada Adri sambil memegang pergelangan tangan Adri.
"KAU MEMANG PANTAS MENDAPATKAN HUKUMAN INI!!bentak Adri tanpa melepaskan genggaman Fadilah darinya
"Hiks...Hiks...Hiks...Ampun kak"mohon Fadilah menangis
Adri pun melepaskan genggaman Fadilah dengan lembut. Setelah menatap tajam Fadilah dan meninggalkan Fadilah sendiri di gudang, kemudian menutup dengan membanting pintu.
"Ya Allah, aku tau, aku salah karena aku berbelanja lama sekali. Tapi bukan itu yang membuatku lama, aku, aku melihat Anasya. Ya, aku yakin kalau wanita yang ku lihat tadi itu adalah Anasya. Aku cuma mau menjelaskan semuanya pada kak Adri, kalau aku melihat Anasya, tapi kak Adri memarahiku, aku, aku takut pada kak Adri ya Allah"ucap Fadilah gemetar. Setelah Fadilah mengatakan itu pada dirinya sendiri, dia langsung pingsan dan seketika pintu gudang terbuka, dan memperlihatkan sosok pria yang tampan dan membawa Fadilah keluar dari gudang tersebut dengan menggendong Fadilah ala bride style.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira, siapa ya, yang menggendong Fadilah? Apa itu Adri? Atau pria lain?
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Farmasi dan CEO
RomancePROLOG "Aku pastikan, kau pasti menjadi milikku selamanya" -Adrian Yudriyansa Colabs "Aku menyesal, karena telah bertemu denganmu, tapi aku bahagia, karena telah mencintaimu" -Fadilah Yulianda
