17-Tulip dan Ilalang

1.4K 60 3
                                        

Fadilah PO'V

Di taman rumah sakit

"Kamu suka?" Tanya kak Adri, saat aku memang bunga mawar putih yang ada di taman rumah sakit itu

"Nggak" Jawabku ketus

"Hmm, dari tadi kok ketus banget?" Tanya kak Adri yang duduk di kursi taman, tepatnya di sampingku

"Nggak aja" Jawabku yang semakin ketus di tambah lagi aku sudah membuang mukaku

"Kamu suka mawar?" Tanya kak Adri kembali

"Kenapa kakak jadi kepo sih?" Tanyaku tambah ketus, kini aku menatapnya dengan tatapan tajam

"Nggak aja kok" Jawab kak Adri acuh kemudian membuang pandangannya

"Aku nggak suka bunga mawar" Jawabku dan menatap kosong ke depan

"Fadilah, kamu lagi punya masalah?" Tanya kak Adri yang beralih memagang tanganku

"Nggak ada kok" Jawabku menarik tanganku

"Kalau kamu punya masalah, ngomong sama aku" Ucap kak Adri, tidak mau melepaskan tanganku

"Em, kak, kakak tau tidak?" Tanyaku ragu

"Tidak" Jawab kak adri santai

"Tunggu dulu, aku belum selasai bicara" Ucapku cemberut

"Iya iya, ada apa?" Tanya kak Adri mengalah

"Apa artinya ya kak, kalau kita mimpi tentang ada orang yang kasih kita bunga kemboja, tapi orang itu menyuruh kita buat kasih bunga kemboja itu kepada orang yang kita sayang, dan bersamaan itu juga, orang itu kasih kita bunga mawar merah, ditambah lagi, kita melihat orang yang kita sayang bertemu dengan mantannya dan mereka bermesraan. Apa artinya ya kak?" Tanyaku seraya menjelaskan tentang mimpiku

"Kamu mimpi seperti itu?" Tanya kak Adri

"Ng-nggak, aku nggak mimpi seperti itu kok" Jawabku bohong

"Kamu nggak bisa bohong dari aku, Fadilah" Ucap kak Adri kemudian mencubit hidungku gemes

"Ih, apaan sih kak Adri, sakit tau" Jawabku cemberut

"Terus, kenapa kamu bertanya mimpi seperti itu?" Tanya kak Adri kembali

"Ano, ada temanku yang mengalami mimpi seperti itu, emmm, teman kuliah, iya teman kuliah" Jawabku meyakinkan kak Adri

Kak Adri langsung memicingkan matanya

"Aku nggak tau, apa arti dari mimpi temanmu" Ucap kak Adri santai

Aku hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan kak Adri. Hening.

"Kenapa kak Adri mau menemaniku di rumah sakit? Apa kak Adri nggak membenciku lagi? Ah, itu pasti tidak mungkin. Kenapa juga sekarang kak Adri berlaku baik kepadaku? Apa dia sudah berubah?" Tanyaku sendiri membatin. Sementara kak Adri sibuk dengan Smartphonenya

"Fadilah, kamu suka bunga apa?" Tanya kak Adri tiba-tiba memecahkan keheningan

"Kenapa kak Adri tanya?" Tanyaku melongo

"Hahaha, kamu lucu ya, kalau melongo begitu" Ucap kak Adri terkekeh

"Ih, aku tanya serius kak Adri" Jawabku cemberut

"Baiklah" Jawab kak Adri menahawan tawa

"Aku suka bunga tulip, tapi aku lebih suka ilalang" Jawabku dengan tersenyum hangat

"Bunga ilalang?" Tanya kak Adri

"Iya" Jawabku tersenyum

"Kenapa kamu suka ilalang? Dan ohya, bunga tulip apa yang kamu suka?" Tanya kak Adri penasaran

"Iya, bunga tulip merah yang aku suka, karena bunga tulip merah melambangkan cinta yang kuat dan murni, berani berkorban, kesetiaan, melambangkan cinta yang sederhana tanpa melihat derajat, dan bunga tulip merah juga melambangkan kekuatan cinta yang sangat kuat" Jawabku menjelaskan

"Oh begitu, kalau bunga ilalang?" Tanya kak Adri kembali

"Kalau bunga ilalang, melambangkan kesetiaan. Aku mau seperti bunga ilalang, yang tetap berdiri kokoh menemani ilalang yang sangat keras dan kasar, karena bunga ilalang tau, apa yang di lakukan oleh ilalang, itu untuk kebaikannya. Ya, lebih tepatnya aku suka tanaman ilalang" Jawabku tersenyum.

Kak Adri hanya tersenyum tipis saat mendengar jawabanku

"Emm, ada apa? Kenapa kak Adri tanya seperti itu?" Tanyaku penasaran

"Nggak ada apa-apa kok" Jawab kak Adri santai

"Ih, kak Adri, memang ada apa sih?" Tanyaku penasaran

"Aku serius Fadilah, nggak ada apa-apa kok"Jawab kak Adri santai

"Hmm, ya udah deh" Jawabku kesal

"Ya udah, kita ke kamar ya, nggak baik kalau kamu lama di luar" Ucap kak Adri

"Hmm" Jawabku

Kemudian kak Adri mendorong kursiku untuk kembali ke kamar rawat inapku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Makin penasaran ya? Kenapa bisa Adri berlaku baik sama Fadilah? Di tambah lagi, Adri bertanya tentang bunga yang di sukai Fadilah. Apa mungkin Adri akan memberikan Fadilah bunga?😄

Kalau penasaran ikuti terus ceritanya ya😊😄.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung

Farmasi dan CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang