26.

1.1K 55 0
                                        

"Kalian ini, baru datang langsung memakan Pancake" Sindir Jisoo pada Lisa dan Jennie. "Hehehe.. Mianhae eonnie, kami tadi sibuk mencarimu. Kalau tadi aku tahu kau dan Junmyeon Oppa pergi bersama, pasti aku dan Lisa pergi sejak tadi" Jelas Jennie. "Oh iya, eonnie bagaimana bisa kau dan Junmyeon Oppa pergi bersama?" Tanya Lisa, Jisoo terdiam sambil menunduk ke bawah. Chaeyoung memberi kode pada Lisa untuk diam, dan membicarakan ini nanti, karena keadaan Jisoo sedang tidak baik.

Lisa hanya mengangguk mengerti dengan kode dari Rose. "Hmm.. Jennie eonnie, Jisoo eonnie, Lisa-ya, bagaimana kalau kalian menginap disini? Aku tidak ada yang menemani disini. Kalian tahu kan, kalau aku itu tidak menyukai kesepian."  Jisoo, Jennie, dan Lisa saling bertukar pandang. "Baiklah, kami akan menginap disini." Ujar Jisoo, dan mendapat senyuman manis dari Rose. "Gomawo eonnie" Ucap Rose. "Ne" Ucap Jisoo singkat.

".. Jisoo-ya, Jennie, Lisa, Chaeng. Sepertinya aku harus pergi" Ucap Junmyeon pada keempat gadis itu. "Kenapa cepat sekali, Oppa?" Tanya Jisoo. "Aku ada janji dengan Lay." Jelas Junmyeon. "Baiklah hati hati, Oppa" Ucap Rose dan Jisoo. "Ne. Gomawo" Junmyeon pergi meninggalkan keempat gadis itu, dan Chanyeol.

"...Chaeng, sepertinya aku juga harus pergi." Ucap Chanyeol. "Kenapa, Oppa?" Tanya Rose. "Tidak apa apa, hanya saja Yoora Noona dirumah sendirian, dan aku lupa belum memberi makan Toben." Jelas Chanyeol. "Baiklah, Terima kasih Oppa, sudah menemaniku sebelum Eonnie, dan Lisa datang." Ucap Rose. "Ne. Baiklah, aku pergi dulu." Pamit Chanyeol. Dan hanya mendapat anggukan dari keempat gadis itu.

"Chaeng, tadi kudengar, kau memanggil Chanyeol Oppa, dengan panggilan Oppa. Tumben sekali kau memanggilnya begitu." Ucap Jennie. "Hmm.. Tidak apa apa, Eonnie hanya saja aku rasa tidak pantas jika seorang Yeoja memanggil Namjachingunya hanya dengan sebutan nama, tidak memakai Oppa." Jelas Rose. "Daebak eonnie, kau sudah sopan sekarang." Ucap Lisa. "Aish.. Lisa-ya" Kesal Rose. "Hehehe.. Aku bercanda Chaeyoung-ah" Ucap Lisa.

.

.

.

"Mau apa kau kesini?" Tanya Chanyeol pada Yeoja yang datang ke rumahnya. "Tidak ada, aku hanya ingin melihatmu, dan melihat keadaan Yoora-eonnie." Jelas Yeoja itu, Chanyeol berdecih. "Menurutku, kau tidak perlu datang kesini." Ucap Chanyeol dengan dingin. "Terus? Kau ingin aku tanya lewat mana?" Tanya Nayeon yang sedikit berjinjit karena Chanyeol lebih tinggi darinya. "Kau tidak perlu menanyakan soal apa apa, Nayeon. Yoora Noona pun tidak sudi kau datang kesini." Ucap Chanyeol datar.

"Oh? Benarkah begitu?" Tanya Nayeon dengan wajah licik. "Tidak usah datang kesini lagi, Nayeon. Dan jangan pernah mengganggu Rose." Chanyeol menutup pintu rumahnya, dan meninggalkan Nayeon yang mematung diluar.

.

.

.

"Maafkan aku, Jisoo-ssi. Aku melakukan ini untuk melindungimu dari para Yeoja atau Namja yang ingin melukaimu." Kyung-soo menangis dalam rumahnya, Ini pertama kalinya Kyung-soo menangis karena seorang Yeoja.

Mungkin aneh ya jika seorang Namja menangis karena seorang Yeoja, tetapi ini tidak berlaku bagi seorang Namja yang telah sangat sayang pada seorang Yeoja, dan mereka harus berpisah. Mungkin kalian juga bisa memahaminya.

Kyung-soo sudah sangat sayang pada Jisoo, tetapi ia bukan sayang sebagai saudara kandung. Ia sayang pada Jisoo lebih dari saudara kandung. Jisoo dan Kyung-soo mereka hanya berbeda ayah, tetapi satu Ibu.

Kyung-soo sudah merestui jika Junmyeon menyukai Jisoo, tetapi apa Jisoo sudah mencintai Junmyeon?

.

.

.

"Eonnie, kenapa kau bisa datang bersama Junmyeon Oppa? Kyung-soo Oppa kemana?" Tanya Lisa pada Jisoo. "..." Tak ada jawaban dari Jisoo, sedetik kemudian Jisoo menundukkan kepalanya. Mereka bertiga melihat punggung Jisoo yang bergetar karena isak tangis.

"Mianhae eonnie" Ucap Lisa murung. "Tak apa apa Lisa-ya" Jisoo memeluk Lisa, "Apa kalian tahu? Kyungie Oppa itu siapa?" Tanya Jisoo. "Kyung-soo Oppa kan Namjachingu mu, eonnie." Ucap Jennie, Lisa bangkit dari pelukan Jisoo. "Kyung-soo Oppa itu, adalah... Kakak kandungku." Mereka bertiga terdiam dengan penjelasan Jisoo. Air mata semakin deras membasahi pipi Jisoo. "Apa?!! Tidak mungkin, Eonnie. Siapa yang mengatakan itu?" Tanya Rose. "Junmyeon Oppa yang mengatakan itu." Jelas Jisoo sambil menutup mukanya.

"Ap kau tahu eonnie. Junmyeon Oppa itu, menurutku di menyukaimu." Jelas Rose.  "Tidak mungkin Rosie. Aku tidak terlalu percaya jika selera Junmyeon Oppa itu adalah aku. Bukankah Junmyeon Oppa itu menyukai Irene eonnie?" Tanya Jisoo. "Itu dulu, tetapi Irene eonnie sekarang sudah mempunyai Namjachingu. Yang sekelas dengannya, ia bernama Mino Oppa" Jelas Jennie.

Playing with fireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang