2. Pendamping Pengantin

152 18 7
                                        

"Jika kamu mencintainya jagalah dia dalam rentang jarak yang memisahkan ini. Jaga dia dalam doamu yang senantiasa kamu curahkan dengan cinta. Minta Tuhan untuk menyampaikan cintamu padanya lewat balasan dari doanya"
🍁

 Minta Tuhan untuk menyampaikan cintamu padanya lewat balasan dari doanya"🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁

Setelah ijab qobul berjalan dengan lancar. Reni meminta Rima untuk mengajak Najwa turun.

Rima sebagai pendamping wanita pun mengikuti Najwa dari samping untuk turun menuju tempat ijab qobul terlaksana tadi.

Dengan hati-hati dan pandangan kebawah mengamati satu persatu tangga yang ia dan Najwa turuni. Sesekali Rima melihat wajah Najwa yang menunjukkan senyum sejak keluar kamar tadi. Ia juga melihat ke arah tempat berkumpulnya orang yang menantikan Najwa.

Ia melihat Reza sudah menunggu Najwa dengan di dampingi orang tuanya dan pendamping pria.

Sesampainya di bawah Rima masih mengikuti Najwa sampai Najwa duduk di samping Reza. Kemudian Rima menghampiri sahabatnya yang lain. Lina, Putri dan Fitri.

"Waduh siapa lagi nih abis Najwa yang nikah" celetuk Putri saat mereka duduk berjejer di kursi menunggu prosesi pernikahan.

"Lina tuh sama pacarnya mau nyusul bulan depan" ujar Fitri sambil menyenggol lengan Lina di sebelah kiri.

"Ihh nggak lah" sanggah Lina tersenyum malu.

"Cepet di halalin Na, biar nggak dosa. Kamu pacaran mulu, padahal enak pacarannya abis nikah loh" ujar Rima.

"Ih Rima, tiba-tiba ngomong gitu. Tau dari mana kamu, kamu aja belum nikah" heran Putri.

"Iya Rim, kamu kan belum nikah" tambah Lina.

Rima menyengir "hehe jelas aku belum nikah. Aku tau dari bang Luqman. Hehe"

"Ow ya abang kamu kan nggak pacaran ya Rim" ujar Fitri.

Rima mengangguk menyetujui perkataan Fitri.
"Iya, bang Luqman langsung khitbah mbak Syifa terus nikah deh".

"Abang mu takut keduluan sama yang lain tuh hehehe" celetuk Lina.

Mereka berempat tertawa mendengar ucapan Lina.
"Ya nggak gitu juga sih Lin, abangku nggak mau dosa karena mikirin mbak Syifa terus katanya. Dari pada mikirin mbak Syifa terus, mending miliki mbak Syifa untuk seterusnya kan" ujar Rima bangga dengan kakaknya.

Putri bertepuk tangan pelan.
"Buset dah, mantep banget quotesnya. Boleh copast nggak?".

Tak menjawab Rima hanya tertawa diikuti Lina dan Fitri. Mereka tertawa pelan, karena acara pernikahan masih berlangsung. Najwa dan Reza sedang menyalimi orang tua mereka diiringi dengan suara orang mengumandangkan sholawat nabi.

Setelah menyalami para kerabat. Mempelai pengantin duduk di pelaminan dan dilanjut dengan sesi foto keluarga. Kemudian para tamu dipersilakan makan.

Naungan CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang