16. Kalian Terbaik (2)

76 11 2
                                        

"Ada seseorang yang selalu setia mendengar dan membantu orang lain. Memberi saran untuk masalah orang lain. Menjadi tempat orang lain mengadu keluh kesah. Ia melakukan itu semua, padahal ia juga butuh seseorang yang bisa mendengarkan keluh kesahnya"
🍁🍁🍁 Adhya Sinta 🍁🍁🍁

🍁

"Rim, lo kenal Irsyad?" tanya Galang penasaran. Jadi, Irsyad dan Rima saling kenal. Dan kenapa ia tidak tau sebelumnya.

Ya. Pamitnya Irsyad pada Rima tadi sukses membuat teman-teman Rima penasaran. Rima kebingungan ingin menjawab apa. Pasalnya hatinya saat ini tengah berkecamuk. Lidahnya juga kelu untuk menjawab.

"Kok diem aja Rim, ditanya Galang itu lo" ujar Lina yang sadar kalau Rima tak menjawab pertanyaan Galang. Teman-teman lainnya yang semula asik dengan ponsel masing-masing pun tertarik dengan perkataan Lina.

Berusaha keras Rima menguatkan hatinya yang kembali runtuh. Apa ini ujian yang sedang Rima terima. Ingin melupakan tapi justru terus mengingatkan. Sudah lega beberapa waktu ini Rima tak melulu memikirkan tentang Irsyad karena sibuk dengan pekerjaannya. Tapi kenapa disaat ia ingin mencari tawa dari teman-temannya malah Irsyad datang.

Najwa yang duduk disamping Rima mengerti jelas apa yang tengah Rima rasakan. Rima tak menyembunyikan apapun dari Najwa. Bahkan di depan Najwa lah Rima bisa menangis meluapkan kesedihannya. Najwa menyentuh bahu Rima. Rima tau jika Najwa tengah menyemangatinya.

Rima berdiri dari kursinya.
"Aku mau ke toilet dulu ya, titip tas ya" ucap Rima sambil tergesa-gesa menuju toilet. Jika ada yang memperhatikan, Rima tadi mencoba menyembunyikan wajahnya dari teman-temannya.

🍁

"Rima kenapa sih? Kok dia kayak gimana gitu ya" ujar Dika penasaran.
"Gimana kayak mana Ka?" tanya Wina tak paham.
"Ishh lo jadi temen nggak peka banget sih sama temen sendiri. Pantes aja lo jomblo akut" ejek Dika.
"Nggak usah bawa-bawa status kenapa ya" ujar Wina mengehela nafas kesal.

"Maksud lo gimana Dik?" tanya Galang serius.
"Maksud gua, sejak temen lo dateng itu. Rima jadi diem. Padahal yang laen ngobrol kayak biasa. Terus tadi pas lo tanya tentang temen lo ke dia. Rima malah pergi nggak jawab" jelas Dika. Ia memang memperhatikan Rima sedari tadi yang hanya diam dan terus menunduk.

"Bener kata Dikol. Gua liat Rima agak lesu gitu sejak temen lo dateng" tambah Lina. Dikol adalah nama panggilan Dika saat SMA. Hanya beberapa orang yang dekat dengan Dika saja yang memanggilnya seperti itu.
"Maksud kalian Irsyad?" ucap Galang.
"Iya itu" sahut Dika.
Sementar ketiga orang itu masih mengutarakan pendapat masing-masing. Yang lain mendengarkan dengan seksama.

"Najwa, kamu meratiin Rima kan dari tadi. Kamu kan disamping nya. Dia agak lesu gitu kan sejak tadi itu?" tanya Lina menatap ke Najwa.
"Iya Lin" jawab Najwa singkat.
"Tu kan bener, kalian juga merhatiin nggak?" tanya Lina pada Putri, Fitri, dan Wina.

"Aku nggak merhatiin sih pas ada si Irsyad itu soalnya lagi sibuk maen hp. Tapi kalo pas Galang nanya Rima tentang Irsyad tadi. Aku liat Rima kayak ngindar gitu" ujar Fitri.
"Eh iya ya" sambung Putri.
"Rima kenapa ya? Apa dia ada masalah ya? Padahal awalnya dia asik-asik aja loh" ujar Dika

"Najwa, kok gua rasa lo tau ya ada apa sama Rima?" selidik Galang. Pasalnya diantara mereka semua hanya Najwa yang tak begitu penasaran akan apa yang terjadi pada Rima.
"Apa ada hubungan antara sikap Rima kayak gitu sama Irsyad?".

Naungan CintamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang