"Jika hanya memandang indahnya senja saja di langit barat. Maka kamu tidak akan pernah tau bagaimana kelamnya malam yang akan tiba di langit timur. Padahal dari sanalah awal mula kamu akan melihat indahnya langit malam penuh bintang"
🍁🍁🍁Adhya Sinta🍁🍁🍁
🍁
Meeting mendadak itu akhirnya selesai juga. Dan Alhamdulillah keputusan perusahaan itu untuk bekerja sama dengan perusahaan tempat Rima bekerja membuat semua lelah Rima terbayar.
Lega. Itulah yang kini Rima rasakan. Berulang kali ia mengucap hamdalah. Kerja keras ia dan timnya berakhirnya senyuman kebahagiaan. Selain Agnes ada Cristine dan Kevin yang juga membantu Rima dalam meeting tadi. Memang sejak pertama mereka sudah menjadi tim satu divisi dalam perusahaan itu.
"Rima? Kemana kamu akan pergi setelah ini?" tanya Cristine dengan bahasa inggris yang memang ia warga negara Inggris asli.
"Aku akan kembali ke apartemenku" jawab Rima sambil memasukkan beberapa map ke dalam tasnya.
"Kenapa kamu tidak ikut kami saja. Kami akan makan siang di restoran. Sudah waktunya makan siang juga" ujar Cristine sembari melihat Kevin memastikan rencana mereka untuk makan siang yang di jawab Kevin dengan anggukan.
"Emm aku tidak bisa, aku harus pulang ke apartemen sekarang. Mungkin besok kita bisa makan siang bersama" usul Rima.
"Baiklah, berarti kamu belum pulang ke Indonesia besok?" tanya Kevin.
Rima menggeleng. "Tenang saja. Tiga hari kedepan aku masih disini. Mau jalan-jalan" Rima menyengir.
"Baiklah. See you tomorrow" ujar Cristine yang menggulung senyum manisnya.
"See you" ujar Rima kemudian berjalan keluar ruangan meeting. Ia berniat pulang ke apartemen. Rima merasakan seluruh badannya lelah sekali. Kemarin, selama di pesawat ia tidak tidur. Ia mengebut mengerjakan bahana presentasi untuk rapat tadi. Dan nanti ketika sampai di apartemen ia ingin tidur. Ingat itu, TIDUR.
Sesampainya di apartemen ia langsung bersiap untuk shalat Zuhur. Setelah itu dipastikan Rima akan tidur. Karena matanya sudah lima watt lagi. Tinggal nunggu meremnya. Melihat kasur saja Rima sangat tergoda ingin tidur dan melalaikan shalat. Namun ia langsung istigfar dan melanjutkan memakai mukena.
Setelah shalat Zuhur dan membaca beberapa ayat Al-Qur'an. Ia langsung merebahkan diri di kasur dan memejamkan mata sembari membaca doa mau tidur juga dua kalimat syahadat.
🍁
Suara azan membangunkan tidur nyenyak Rima. Bukan suara azan dari masjid atau mushola di sekitar apartemen Rima. Tetapi suara azan dari ponsel Rima yang sengaja rima terapkan di ponselnya untuk mengingatkannya jika waktu shalat ashar tiba.
Ia pun bangun terduduk di atas kasur. Rima menguap dan langsung ia tutup dengan tangannya.
"Alhamdulillah" Rima berucap kata hamdalah jika waktu shalat tiba. Ia bersyukur karena ia masih bisa mendengar seruan ibadah dan melakukan ibadah shalat.
Rima yang masih mamakai jilbab sejak tidur tadi, beranjak menuju kamar madi untuk wudhu.
Setelah shalat ashar, Alhamdulillah Rima tidak terlalu sibuk. Setelah tadi memeriksa email dan mengerjakan dokumen yang atasannya kirim dari Indonesia. Sekarang Rima tengah memasak mie instan. Sore ini ia malas untuk makan di luar, dan jika mau masak yang lain Rima hanya tau memasak sayur sop dan tumis jamur. Yang lainnya ia angkat tangan. Tapi jika hanya menggoreng, Alhamdulillah Rima bisa. Itu juga apabila ia tidak lupa mengangkat. Tenang Rima akan belajar memasak kok untuk kedepannya nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naungan Cintamu
روحانياتSpritual-Romance 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁 Ketika tiba saatnya untuk memilih. Pilihan yang sulit harus Rima ambil. Ia harus memilih yang bisa membawanya ke jalan Allah. Namun, pilihan itu ternyata salah. Kembali ia harus menelan kekecewaan. Dan membuatnya ha...
