38. 'Aku Mencintainya'

69 10 0
                                        

"Kalau kata itu saja cukup membuat duniaku terhenti. Maka cukup sekali ini saja aku merasakannya"
🍁🍁🍁 Adhya Sinta 🍁🍁🍁

🍁

Rima sadar jika ia telah menaruh hati pada Ilham. Ternyata kekesalannya pada Ilham saat melihat pria itu di lift bersama Mila karena ia cemburu. Benar apa yang Ilham katakan kala itu. Hanya saja Rima belum menyadarinya kala itu.

Entah kenapa kemarin ia memberi kesempatan Ilham untuk membuat Rima percaya kalau Ilham benar-benar mencintainya dan tak main-main dengan kata cinta. Memang Rima belum mengakui pada Ilham kalau ia juga perlahan merasakan perasaan nyaman jika bersama Ilham. Rima ingin memastikan apakah itu hanya untuk sementara atau rasa itu akan menetap. Ia juga berulang kali meminta maaf pada Allah jika ia terus membuat Ilham menunggu.

Sungguh bukan itu tujuan Rima yang sebenarnya. Ia hanya tidak ingin merasakan pahitnya kesalahan yang sama karena mencintai seorang manusia terlalu dalam yang belum tentu orang itu adalah takdir yang Allah tulis untuk dirinya.

Sudah tiga hari hari sejak Rima memberi Ilham kesempatan untuk membuktikan bahwa Ilham benar serius dan mencintainya. Dan dalam tiga hari itu Rima dan Ilham hanya komunikasi seperlunya seperti biasa. Sesuai yang Ilham katakan dan yang Rima mau. Di waktu yang tepat nanti setelah Ilham menyelesaikan pekerjaannya, ia dan Ilham akan membicarakan lagi hubungan mereka selanjutnya.

Siang hari yang dingin ini, Rima dan Mila memilih sebuah restoran halal yang ada di pinggiran kota London. Mereka habis menikmati menu sup daging sapi yang menghangatkan.
"Ow ya tadi kamu bilang mau ngasih tau aku apa?" tanya Rima yang ingat akan janji Mila saat di kantor tadi. Mila bilang ia akan diberitahukan sesuatu. Dan saat sampai di restoran tadi keduanya lupa karena terlarut dalam lezatnya hidangan yang mereka santap.

Sungguh, nikmat mana lagi yang tidak rima syukuri. Ia masih bisa menyantap makanan enak. Berkumpul bersama Mila di tempat yang hangat ini. Tidak bisa ia bayangan bagaimana para tunawisma di jalan yang bingung mencari makan juga kedinginan di luar. Tak henti-hentinya ia selalu mengucap syukur kepada Allah SWT.

"Hehehe, masih inget aja deh kamu" ujar Mila tersenyum lebar.
Rima menyeruput teh hangatnya lalu kembali menatap Mila.

"Jadi aku mau cerita ke kamu, kalo Papa aku bakal dateng ke London hari ini" ujar Mila senang.
"Wahh, ada acara apa Papa kamu dateng jauh-jauh?" tanya Rima.
"Ada beberapa alasan sih. Pertama karena kangen aku" jawab Mila dengan pedenya yang mendapat kekehan dari Rima. "Kedua karena mau mastiin sesuatu".

Rima menggangguk menanggapi Mila. "Papa kamu udah sampe London?" tanya Rima lagi.
"Masih di penerbangan, perkiraan ntar sore sampenya. Makanya aku mau izin pulang cepet" ujar Mila.

Rima dan Mila memang sudah sangat akrab semenjak mereka bertemu di London. Yah, tak lupa juga Rima dengan Agnes. Teman satu apartemen nya yang jahil itu menjadi moodboster tersendiri untuk Rima.

"Rima" panggil Mila. Rima menyahut menatap Mila dengan senyuman.
"Karena kamu orang yang selalu dengerin curhatan aku. Jadi, aku mau cerita sesuatu yang penting sama kamu. Dan aku pastiin kamu bakal jadi temen aku yang pertama tau tentang hal ini" ujar Mila.

Rima mengerutkan dahinya. "Apaan sih Mil kok aku penasaran ya kamu bilang gitu" tanya Rima.
"Hehehe, nggak papa bikin kamu penasaran. Aku seneng bikin kamu penasaran, apalagi pas aku curhat-curhat gitu" Mila tertawa geli.

"Teruskan bikin aku penasaran, sampe Indonesia turun salju ya" ujar Rima cemberut kesal.
"Hehehe, makanya dengerin aku kali ini. Okeh" pinta Mila.
Rima langsung tersenyum sambil menyatukan jari jempol dan telunjuk nya membentuk bulatan.

"Aku udah sering cerita ke kamu kan, kalo aku menyukai seseorang. Dia yang berhasil membuat hatiku jatuh pada rasanya mencintai dalam diam" ujar Mila memulai bercerita. Rima yang mendengarnya ikut tersenyum melihat senyum Mila yang merekah.

"Hari ini, Papa aku dateng buat nemuin dia dan mastiin kalo memang rasaku ini nggak sia-sia hadir" ucap Mila..

"Hemm, aku do'ain yang terbaik buat kamu. Tapi aku penasaran siapa orangnya" ujar Rima sambil menerka-nerka. "Masih nggak mau ngasih tau aku nih?" tanya Rima. Sejak awal Mila bercerita tentang pria itu memang Rima belum mengetahui nama, foto, bahkan pria itu orang London atau Indonesia, Rima tidak tahu. Mila sangat hebat dalam  bercerita tanpa keceplosan sekali saja nama pria itu.

Mila tersenyum. Ia mencubit pipi Rima yang menurutnya sangat lucu itu. Temannya ini memang memiliki wajah yang kekanak-kanakan tapi dalam hal pemikiran, Rima bisa menjadi seorang ibu bahkan ayah jika Mila membutuhkan nasehat.

Rima meringis. "Okeh aku kasih tau" ujar Mila. Yang di sambut Rima dengan antusias.
"Dia itu, bos kita. Ilham Daniar. Pasti kamu nggak nyangka kan aku bisa di jodohin sama pak Ilham. Memang takdir Allah tak terduga" ujar Mila.

Seketika senyum Rima memudar. Pernyataan Mila tadi membuat semua pemikiran berhenti pada satu titik. Pada satu nama yang Mila sebutkan. Ilham Daniar. Seolah lupa ingatan, Rima tak sadar ia masih di restoran dan mendengarkan Mila yang masih bercerita.

"Rim.." panggil Mila.
"Eh, iya" ujar Rima yang tersadar.
"Kamu nggak nyangka banget ya, kalo aku mencintai pak Ilham, hehehe" ujar Mila.

Sekuat tenaga Rima tersenyum seolah masih menanggapi ucapan Mila yang masih asik bercerita tentang Ilham. Telinganya saat ini tak bekerja seperti biasa. Kata-kata Mila tak dapat lagi Rima dengar. Karena saat ini ia tengah mengumpulkan kekuatan untuk tak membiarkan hatinya kembali rapuh.

Dunianya terhenti saat ini juga. Bayangan pria itu memenuhi pikirannya. Dan banyak pertanyaan bermunculan. Tak tahu apa yang harus Rima lakukan sekarang. Berpura-pura tersenyum adalah hal iya lakukan pertama. Namun selanjutnya, Rima tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Cukup untuk sekali saja, tidak untuk kedua kalinya. Itu yang Rima katakan pada dirinya saat ini. Untunglah kata cinta belum terucap.

🍁🍁🍁

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai 👋👋 semuanya
Apa kabar kalian semua. Semoga selalu baik-baik aja ya.

Maafkan aku yang telat update 😭
Kesibukan ku padet banget. Smpe mau baca novel atau cerita aja nggak sempet. Apalagi mau lanjutin ini.
Tapi aku usahain bisa lanjut terus kok
Semangat 💪💪💪

Semangat juga buat kalian, dalam menuntut ilmu. Jangan lupa ibadahnya di banyakin.
Banyakin senyum biar nggak depresi
Hehehhe

Selamat memasuki musim gugur semua
Aku suka musim gugur. Walaupun di Indonesia nggak ada 😂
🍁🍁🍁🍂🍂🍂
Oke bye bye. See you soon

Naungan CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang