"Mungkin saat jumpa itu tak berarti. Namun, siapa yang tau apa yang terjadi nanti. Mungkin saat itu adalah awal jumpa yang dinanti selama ini"
🍁Adhya Sinta🍁
Setelah menyanyi bersama sahabatnya, Rima pun berpamitan dengan sahabat-sahabatnya itu. Tak lupa ia berpamitan kepada kedua mempelai. Rima menaiki panggung pelaminan. Dari sebelah kiri Rima menyalimi kedua orang tua Reza.
"Najwa, selamat ya" seru Rima beringsuk memeluk Najwa.
"Iya Rim, dari tadi deh kamu ngucapin selamat terus. Udah ketiga kalinya loh" ujar Najwa. Rima kemudian melepas pelukannya.
"Hehe, nggak papalah" Rima melihat Reza. "Reza selamat ya udah jadi suami. Buru ganti KTP biar nggak di kira jomblo" gurau Rima.
"Makasih ya Rim. Tenang aja besok berangkat ke Kecamatan kok" ujar Reza diikuti tawa.
"Ow ya, aku mau pamit pulang".
"Loh kok pulang, Lina sama yang laen aja belum pulang?" tanya Najwa.
"Iya soalnya nanti sore mau berangkat lagi. Ada meeting yang dimajuin" ucap Rima dengan wajah yang tak bersemangat.
"Wih buset, kamu mau ke London lagi. Kan kamu baru pulang" ujar Reza tak percaya.
"Ya mau gimana lagi, tuntutan pekerjaan" ucap Rima pasrah.
"Ya udah hati-hati nanti pas berangkat. Udah makan belum kamu?" tanya Najwa. Ia tak mau temannya itu pergi tanpa makan dulu.
"Udah kok. Ow ya mau foto dulu dong sama manten baru" pinta Rima sambil tersenyum jail melirik ke Najwa dan Reza.
"Boleh-boleh" Reza tersenyum sembari menggandeng Najwa.
Mereka meminta sang fotografer untuk mengambil gambar mereka bertiga. Rima berdiri di sebelah kiri Najwa. Sementara Reza di kanan Najwa menggandeng mesra istrinya itu.
"Eh mas gabung aja. Mas pendamping prianya kan?" tanya sang fotografer pada pria yang berdiri atas panggung pelaminan tengah menunggu sesi foto selesai. Karena pria itu ingin pamit pulang.
Reza, Najwa dan Rima pun mengalihkan pandangan mereka ke pria itu.
"Eh Ilham ayok gabung aja. Para pendamping pengantin kan belom foto" ajak Reza.
Pria itu awalnya tak berniat foto. Pria itu pun menghampiri Reza.
"Gua mau pamit pulang sebenernya, malah dia ajak foto".
"Nggak papa sih, buat album nikahan gua aja lo. Bukan foto yasin" gurau Reza yang mendapat sikutan dari Najwa.
Mendengar itu Rima tertawa. Memang Reza orangnya menyenangkan.
"Parah lo ya. Ya udah yuk gih fotonya" ujar Ilham sambil tersenyum.
Fotografernya pun mengambil beberapa foto. Dengan posisi kedua mempelai diapit oleh pendamping pengantin.
"Ya udah ya Najwa, Reza. Aku pamit dulu ya" Rima menyalimi Najwa. "Reza titip Najwa ya, jagain dia. Jangan sampe nyakitin dia loh. Kalo sampe kamu buat dia nangis, siap-siap kena tampar loh" ancam Rima.
"Kamu yang nampar saya Rim?" tanya Reza terkejut.
"Ya ayahnya Najwa lah, masa aku" ujar Rima kemudian tertawa. Diikuti Najwa, Reza dan Ilham.
"Ya udah saya pamit ya" Rima tersenyum kearah Najwa dan Reza. Tak mau dibilang sombong Rima juga tersenyum pada Ilham. Kemudian ia berjalan ke arah kedua orang tua Najwa di sebelah kanan panggung.
"Pade, Bude, Rima pamit pulang ya" ujar Rima setelah salim dengan orang tua Najwa.
"Loh mau pulang? Kok cepet amat?" tanya Bude Reni.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naungan Cintamu
SpiritualSpritual-Romance 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁 Ketika tiba saatnya untuk memilih. Pilihan yang sulit harus Rima ambil. Ia harus memilih yang bisa membawanya ke jalan Allah. Namun, pilihan itu ternyata salah. Kembali ia harus menelan kekecewaan. Dan membuatnya ha...
